TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) terus menggencarkan promosi destinasi wisata di Kabupaten Takalar, , Sulawesi Selatan (Sulsel).
Selama tiga hari berturut-turut, Daeng Manye mengunjungi sejumlah objek wisata unggulan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Takalar.
Kegiatan tersebut bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar memperkenalkan potensi wisata lokal kepada masyarakat luas.
Selain itu, promosi wisata ini juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Rangkaian kunjungan dimulai Jumat (26/6/2026) di kawasan wisata Paria Lau.
Paria Lau merupakan salah satu destinasi wisata pesisir di Desa Topejawa, Kecamatan Mangarabombang, Takalar.
Desa Topejawa salah satu desa di Kecamatan Mangarabombang.
Luas wilayah Desa Topejawa sekitar 5,21 km⊃2; atau 521,6 hektare.
Dari luas tersebut, sebagian besar wilayahnya berada di pesisir pantai barat Selat Makassar
Adapun Kecamatan Mangarabombang (sering ditulis Mangara Bombang) adalah sebuah kecamatan pesisir di Takalar dengan luas wilayah seluas 100,14 km⊃2;.
Kecamatan Mangarabombang mencakup 11 desa dan 1 kelurahan, menjadikannya salah satu kawasan penting di pesisir selatan Sulsel.
Kantor Camat Mangarabombang berada di Kelurahan Mangadu.
Di Paria Lau, Daeng Manye bersama rombongan menikmati panorama alam pesisir yang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat.
Kunjungi Pulau Sanrobengi dan Bendungan Pammukkulu
Keesokan harinya, Sabtu (27/6/2026), rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Sanrobengi.
Pulau yang dikenal dengan hamparan pasir putih dan keindahan lautnya itu menjadi salah satu destinasi unggulan Takalar yang terus dipromosikan pemerintah daerah.
Rangkaian promosi wisata kemudian ditutup pada Minggu (28/6/2026) dengan mengunjungi Bendungan Pammukkulu di Desa Kale Ko'mara, Kecamatan Polongbangkeng Timur.
Di kawasan bendungan tersebut, Daeng Manye bersama IKA Alumni Teknik Unhas tampak kompak menyusuri jalan aspal yang berada di atas pintu bendungan.
Suasana kebersamaan terlihat semakin akrab ketika rombongan menikmati panorama bendungan dari atas jalur tersebut.
Pada kunjungan itu, Daeng Manye mengenakan kaos berwarna biru.
Sementara para alumni Teknik Universitas Hasanuddin tampil kompak menggunakan kaos hitam seragam.
Menurut Daeng Manye, Kabupaten Takalar memiliki banyak destinasi wisata yang tidak kalah menarik dibanding daerah lain.
Ia mengajak masyarakat agar lebih mengenal dan mencintai objek wisata yang ada di daerah sendiri.
"Agar masyarakat Takalar tidak perlu jauh-jauh mencari tempat wisata, karena di Takalar banyak tempat yang menarik," kata Daeng Manye.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus melakukan pembenahan terhadap fasilitas dan pengelolaan destinasi wisata.
Lanjut Daeng Manye, pemerintah daerah akan terus memperbaiki fasilitas dan pengelolaan wisata.
"Saya juga mengajak masyarakat untuk bersikap ramah dan melayani para pengunjung wisata serta bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di tempat-tempat wisata," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kale Ko'mara, Parawangsa, menyambut langsung kedatangan Bupati Takalar bersama rombongan IKA Alumni Teknik Elektro Unhas.
Parawangsa mengatakan wilayahnya memiliki sejumlah potensi wisata yang layak dikembangkan sebagai tujuan wisata baru di Kabupaten Takalar.
"Kami di sini memiliki wisata sunset Bendungan Pammukkulu. Selain itu ada wisata kuliner ikan nila segar yang ditangkap langsung oleh warga," katanya.
Ia menambahkan, tidak jauh dari kawasan bendungan juga terdapat destinasi alam yang memiliki daya tarik tersendiri.
"Sekitar sembilan kilometer dari bendungan ini juga terdapat air terjun yang memiliki panorama alam yang indah dan layak dikunjungi wisatawan," ujarnya.
Melalui promosi yang dilakukan secara langsung tersebut, Pemkab Takalar berharap semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, pedagang, dan sektor jasa di kawasan destinasi wisata.