Kronologis Penemuan Remaja yang Tersesat saat Hendak ke Air Terjun Meruyan Bangka
Ardhina Trisila Sakti June 29, 2026 10:25 AM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang menggelar operasi SAR darurat untuk menemukan empat remaja yang tersesat di kawasan Bukit Maras, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Minggu (28/6/2026) malam.

Keempat korban diketahui bernama Puma (17), Nabil (16), Keanu (17), dan Aufa (16) warga Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Mereka hendak pergi menuju wisata ke Air Terjun Maruyan, Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. 

Saat keempatnya mendaki. Di tengah perjalanan, mereka mengalami disorientasi medan dan kehilangan arah.

Menjelang sore hari, para korban sempat berinisiatif mencari jalan keluar dengan bergerak mengikuti aliran arus sungai di sekitar lokasi.

Kawasan Air Terjun Maruyan dan Air Terjun Lakedang Gunung Maras.
Kawasan Air Terjun Maruyan dan Air Terjun Lakedang Gunung Maras. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Namun, karena kondisi fisik yang semakin kelelahan dan tak kunjung menemukan jalan keluar, salah satu korban, Puma melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas untuk meminta bantuan evakuasi.

Merespons laporan tersebut, tim diberangkatkan pada pukul 20.56 WIB menuju titik lokasi kejadian yang berjarak sekitar 72 kilometer. 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika menegaskan pergerakan operasi melibatkan sinergi dari berbagai unsur.

Terdiri dari empat personel Rescuer Kansar Pangkalpinang, BABINSA, Babinkamtibmas, personel BKSDA, BPBD Kabupaten Bangka, anggota Saka SAR dan Tim Pengelola Bukit Maras.

"Mengingat para korban sempat berinisiatif mengikuti aliran arus sungai, para rescuer akan memprioritaskan penyisiran di sepanjang jalur vegetasi sungai tersebut," terang Kepala Basarnaz Pangkalpinang, Mikel, Senin (29/6/2026) pagi.

Dalam pelaksanaan operasi ini, cuaca berawan dengan kecepatan angin 5 knot ke arah timur. Faktor penghambat utama yang dihadapi oleh tim di lapangan adalah masalah visibilitas atau jarak pandang yang sangat terbatas di malam hari.

Guna menyiasati hambatan operasi, dipersiapkan berbagai peralatan taktis termasuk penggunaan drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh korban dari udara.

Selanjutnya, koneksi internet satelit Starlink alat komunikasi mumpuni, peralatan mountaineering, serta kesiapan logistik medis darurat.

"Fokus dan target utama para rescuer malam ini adalah segera menemukan posisi keempat remaja dan memastikan mereka mendapatkan penanganan medis awal, mengingat kondisi mereka dilaporkan sudah sangat kelelahan," ujarnya.

Kabar remaja yang hilang diketahui setelah ada laporan dari salah satu keluarga, yang menyatakan anaknya belum pulang dari Air Terjun Meruyan Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip.

Kabar penemuan remaja yang dilaporkan hilang, kemudian disampaikan Bupati Bangka, Fery Insani kepada Bangkapos.com.

"Alhamdulillah pagi tadi sekitar puku 04.20 WIB, kondisi mereka sehat meski tiga orang mengalami luka lecet-lecet dan satu orang harus tanduh dari atas oleh tim gabungan," kata Fery Insani.

Lebih lanjut Fery menyampaikan, orang tua remaja ini sempat khawatir karena anaknya tidak pulang sejak kemarin siang dan tidak menyangka anak-anaknya tersesat karena mendaki lewat jalur tidak resmi.

"Kasihan orang tuanya dari semalam nangis-nangis, mereka kesesat karena tidak lewat jalur resmi dan tidak terdaftar di BKSDA," ucapnya.

(Bangkapos.com/Adi Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.