Kenikmatan Kedai Kopi Mbok Bawel di Pasar Oro-oro Dowo, Sajikan 19 Jenis Kopi Khas Indonesia
Alga W June 29, 2026 11:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Warung kopi bernama Kedai Kopi Mbok Bawel boleh dikatakan satu-satunya yang berjualan kopi di Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang, Jawa Timur.

Murti, pekerja di kedai tersebut dengan cekatan segera merespons setiap pengunjung yang datang.

Baca juga: Sensasi Klepon Isi Matcha dari Klepan Klepon Pasar Klojen Malang, Modifikasi Jajanan Tradisional

Tersedia menu 19 jenis kopi khas Indonesia untuk dinikmati pengunjung.

"Ada 19 jenis kopi dari ujung Sumatera sampai Papua. Ada arabika dan robusta," katanya membuka pembicaraan, Minggu (28/6/2026).

Berbeda dengan Pasar Klojen yang sudah terkenal dengan kedai kopinya, di Pasar Oro-oro Dowo ini, kedai kopi memang tidak begitu mendominasi.

Meski begitu, keberadaan Kedai Kopi Mbok Bawel ini bisa menjadi alternatif pilihan jika ingin menikmati cita rasa kopi yang beragam.

Murti mengatakan, pengunjung juga dapat menikmati proses penggilingan biji kopi secara langsung menggunakan mesin yang tersedia di lokasi.

Tak hanya menyajikan kopi seduh, kedai tersebut juga menawarkan berbagai produk siap minum. 

Espresso dalam kemasan dijual seharga Rp13 ribu per botol yang cukup untuk dua kali konsumsi.

Selain itu, tersedia pula kemasan setengah liter dengan harga Rp125 ribu.

Aneka camilan ringan juga disediakan untuk melengkapi pengalaman menikmati kopi.

Menurut Murti, keberadaan Kedai Kopi Mbok Bawel merupakan pengembangan dari Toko Kopi Panca.

Toko Kopi Panca telah berdiri lebih dari tiga dekade di kawasan Pasar Klojen.

"Kalau kedai ini baru berjalan sekitar dua tahun. Sebelumnya yang ada hanya Toko Kopi Panca di depan, usahanya sudah lebih dari 30 tahun," katanya.

Ia mengungkapkan, keputusan membuka kedai berkonsep tempat nongkrong berawal dari meningkatnya kunjungan masyarakat ke Pasar Oro-oro Dowo setelah kawasan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

"Awalnya hanya Toko Kopi Panca. Setelah pasar mulai viral di media sosial, kami kemudian membuka Kedai Kopi Mbok Bawel," ujarnya.

Popularitas Pasar Oro-oro Dowo sebagai destinasi wisata kuliner yang membawa berkah bagi pelaku usaha di sekitarnya.

Kini, Kedai Kopi Mbok Bawel bisa dikunjungi lebih dari 50 orang setiap hari, jika akhir pekan, jumlahnya bisa lebih tinggi.

Review pengunjung

Seorang pengunjung, Lilis Rahmawati (32), mengaku baru pertama kali mampir ke Kedai Kopi Mbok Bawel saat berkunjung bersama keluarganya ke Pasar Oro-Oro Dowo.

"Saya baru datang ke sini. Dari pintu masuk tadi lihat ada warung kopi. Awalnya saya pesan klepon, tetapi karena masih antre, akhirnya menunggu sambil ngopi di sini," ujar Lilis.

Warga Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ini mengatakan, cita rasa kopi yang disajikan cukup beragam.

Selain itu, kopi tersebut nyaman dinikmati di tengah suasana khas pasar tradisional yang dipenuhi aktivitas pedagang dan pembeli.

"Saya pikir rasa kopinya beragam, enak untuk dinikmati. Suasananya juga khas pasar, ramai oleh pembeli dan pedagang. Ada juga camilan kecil, meski tadi saya tidak membeli," katanya.

Menurut Lilis, keberadaan kedai kopi di dalam pasar menjadi solusi bagi pengunjung yang harus menunggu antrean makanan atau jajanan.

Menunggu makanan selesai diolah dengan minum kopi bukan hal yang membosankan.

"Tempat ini cocok untuk menunggu pesanan makanan selesai. Memang di Pasar Oro-Oro Dowo sangat jarang ada kedai kopi seperti ini, berbeda dengan Pasar Klojen atau Pasar Tawangmangu," ujarnya.

Ia menilai, konsep menghadirkan kedai kopi di pasar tradisional merupakan strategi yang menarik karena belum banyak pelaku usaha yang mengembangkannya.

"Menurut saya ini strategi yang menarik karena belum banyak yang jualan kopi seperti ini di pasar," katanya.

Lilis mengaku, dirinya bersama sang suami memang kerap menghabiskan waktu libur dengan berburu kuliner di berbagai pasar tradisional di Kota Malang.

"Saya datang bersama keluarga, ada suami juga. Memang biasanya kalau libur kami ke pasar seperti ini untuk berburu makanan," tuturnya.

Ia menambahkan, perkembangan wisata kuliner di Kota Malang kini tidak lagi hanya terpusat di kawasan kafe atau pusat perbelanjaan modern.

Pasar-pasar tradisional pun mulai menjadi destinasi wisata kuliner yang menawarkan beragam pilihan makanan dan minuman.

"Kota Malang sekarang banyak tujuan wisata kuliner. Masuk ke pasar tradisional pun sudah bisa menemukan banyak jenis kuliner," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.