Raffi Ahmad Diserang Netizen, Heboh Orang Terdekat Jadi Komisaris, Termasuk Asistennya Mufli
Ilham Fazrir Harahap June 29, 2026 12:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Saat ini netizen tengah menyoroti beberapa orang yang diangkat menjadi komisaris di sebuah perusahaan lantaran membandingkan kinerjanya. 

Baru-baru ini ada dua komisaris yang tengah disorot. Ada wanita muda Ginka Febriyanti Ginting sebagai komisaris PT Pertamina Retail dan juga Mufli Budi Ananda sebagai komisaris PT Krakatau Posco.

Terbaru, komisaris PT Krakatau Posco menjadi sorotan netizen karena sosoknya orang terdekat presenter atau artis Raffi Ahmad. Alhasil Raffi Ahmad pun kena imbasnya.

Presenter Raffi Ahmad diserang netizen di akun instagramnya, imbas heboh kabar sejumlah orang terdekatnya dipercaya menduduki jabatan komisaris di berbagai perusahaan.

Baca juga: TIMNAS Voli Indonesia Juara AVC Men’s Cup 2026, Pemain Asal Rantauprapat Boy Arnez Sabet MVP

Mulai dari asisten pribadi, adik kandung, hingga ipar Raffi Ahmad, nama-nama tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Terbaru, media sosial tengah diramaikan mengenai sosok Mufli Budi Ananda. 

Nama Mufli Budi Ananda, yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad, menjadi perhatian setelah ditunjuk sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.

Penunjukan tersebut membuat publik penasaran dengan latar belakang dan perjalanan karier Mufli yang selama ini lebih dikenal mendampingi aktivitas Raffi. 

Masuknya Mufli ke jajaran komisaris menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan di media sosial, terutama karena kedekatannya dengan suami Nagita Slavina itu.

Kabar ini membuat akun Instagram Raffi Ahmad, yakni @raffinagita1717, langsung digeruduk netizen. 

Baca juga: Kadis Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy Diperiksa Jadi Saksi Kasus Korupsi Smartboart Langkat Hari Ini

Padahal postingan itu berisikan momen kebersamaan Nagita dengan putri angkatnya.

Sayangnya postingan ini justru mendapatkan komentar miring dari sejumlah netizen, bukan karena unggahannya. 

Melainkan nama Raffi Ahmad ikut menjadi sorotan publik setelah asistennya dipercaya menduduki kursi Komisaris PT Krakatau Posco.

Beragam komentar miring pun dialamatkan kepada Raffi Ahmad, dengan menyindir-nyindir peran kakak Nisya Ahmad itu.

"Sus Rini siap-siap jadi menteri, bisa yuk bisa," komentar netizen.

"Semua keluarganya jadi pejabat dengan mudah," komentar netizen lainnya.

"Ga usah bagi-bagi jabatan terlalu terang fi," komentar netizen.

Profil Asisten Raffi Ahmad

Modal asisten Raffi Ahmad, Mufli Budi Ananda mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah ditunjuk sebagai komisaris.

Banyak netizen meragukan Mufli Budi Ananda sebagai komisaris. Bahkan netizen mempertanyakan latar belakang pendidikan dan pengalaman Mufli yang dinilai belum banyak diketahui masyarakat.

Baca juga: Anggota DPRD Diadukan Aniaya Tetangga, Polrestabes Medan Jadwalkan Panggilan Pemeriksaan

Tak hanya sosok Mufli, status PT Krakatau Posco juga ikut menjadi perhatian publik.

Perusahaan tersebut diketahui merupakan hasil kerja sama antara PT Krakatau Steel dan perusahaan asal Korea Selatan, Posco, dengan komposisi kepemilikan saham masing-masing sebesar 50 persen.

Kondisi itu membuat sebagian masyarakat menilai PT Krakatau Posco bukan perusahaan BUMN murni.

Meski demikian, jabatan baru yang diemban Mufli tetap memunculkan pertanyaan mengenai kompetensi dan kapasitasnya dalam menduduki posisi strategis tersebut.

Alhasil, riwayat pendidikan dan perjalanan karier Mufli Budi Ananda kini ramai dikulik oleh warganet.

Tiga Kali Mengenyam Pendidikan
 
Dari laman pddikti, Mufli Budi Ananda tercatat pernah tiga kali mengenyam pendidikan setelah lulusan SMA di dua kampus berbeda.

Di tahun 2007, Mufli tercatat menjadi mahasiswa Politeknik Bunda Kandung dan lulus diploma tiga alias D3 Teknik Listrik.

Lalu di tahun 2012, Mufli sempat melanjutkan pendidikan Sarjana Teknik Industri di Institut Sains Dan Teknologi Nasional.

Namun ia mengajukan pengunduran diri di tahun 2017.

Selanjutnya di tahun 2014, Mufli kembali mendaftar masuk di Institut Sains Dan Teknologi Nasional.

Tapi tak sampai lulus, Mufli akhirnya mengundurkan diri di tahun 2018.

Artinya Mufli diketahui hanya memiliki gelar D3.

Disebut Jadi Komisaris

Dari sanalah netizen ramai berkomentar lantaran heran kenapa Mufli bisa terpilih menjadi komisaris perusahaan besar.

"d3? dr poltek yg ud tutup? jd komisaris? nah adek2 brrt mending cr link aja drpd kuliah d kampus bgus wkwkwkwk,"

"S1 aja nggak, tp jadi komisaris
Kemampuan ga ada
Pendidikan ga jelas
Pengalaman jadi asisten artis doang,"

"Bahkan lulusan kampus negri ternama kalah sama kampusnya antah berantah,".

Bukan cuma netizen biasa, artis Yusuf Mahardika pun turut menyoroti kabar asisten Raffi Ahmad jadi komisaris Krakatau Posco.

Dalam cuitannya, Yusuf menertawakan kabar tersebut.

"WKWKWKWKWKWKWKW SERU BANGET NI NEGARA THE SIMS," cuit Yusuf.

Ginka Ginting Komisaris PT Pertamina Retail

Bermodal aktif sebagai Koordinator BISON, Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional yang juga bagian dari tim sukses kampanye Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada pemilihan presiden atau Pilpres 2024 menjadi Komisaris PT Pertamina Retail.

Ginka Febriyanti Ginting pun kini tengah jadi sorotan publik, usai dirinya ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Retail (Pertare), anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor ritel energi.

Ginka Febriyanti Ginting dikenal sebagai Koordinator BISON, Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional.

Ketika demonstrasi pada Agustus 2025 lalu, nama BISON ikut terseret.

BISON disebut sebagai pihak yang mengkoordinir massa demo bayaran yang bertugas menghalau mahasiswa.

Karena itu pula, ketika Ginka Febriyanti Ginting mendapat jabatan strategis di Pertamina, banyak pihak yang menyorotinya, tak terkecuali warganet.

Lantas, seperti apa sosok dan profil Ginka Febriyanti Ginting ini? Berikut ulasannya.

Profil Ginka Febriyanti Ginting

Ginka Febriyanti Ginting merupakan tokoh penting di BISON.

BISON adalah singkatan dari Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional, organisasi yang mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

Dari namanya, ia diketahui merupakan orang Batak Karo.

Sebab, marga Ginting merupakan bagian dari suku Karo.

Sebelum terjun ke dunia politik, Ginka dibesarkan di Tanah Karo dan menempuh pendidikan dasar sampai menengah di Kabanjahe.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi ke Jakarta, dan tercatat telah menyelesaikan studi Sarjana Akuntansi di Universitas Esa Unggul pada 2019, lalu melanjutkan dan meraih gelar Magister Manajemen dari universitas yang sama pada 2023.

Semasa dan pasca-kampus, Ginka aktif dalam organisasi mahasiswa dan gerakan pemuda.

Ia tercatat pernah memimpin Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional Indonesia (AMAN) dan kemudian memegang posisi koordinatif di organisasi relawan/gerakan kepemudaan yang disebut BISON Indonesia (Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional). 

Diduga Demo Bayaran

Pada kerusuhan demo Agustus 2025 lalu, nama BISON sempat mencuat.

BISON disebut sebagai pihak yang menggalang dan menggerakkan massa demo bayaran.

Dari laporan Tempo, disebutkan BISON mengumpulkan 70 orang untuk mengantisipasi pergerakan mahasiswa.

Saat itu, BISON disebutkan memobilisasi massa yang dibayar Rp 90 ribu per orang.

Dana yang dikucurkan sebesar Rp 6,3 juta untuk massa demo bayaran bersumber dari kas BISON.

Hal ini terkuak berdasarkan temuan Komisi Pencari Fakta atau KPF.

KPF adalah perwakilan masyarakat sipil yang mengumpulkan dan memverifikasi sejumlah fakta mengenai demonstrasi besar tahun 2025 lalu.

Dari data yang dikumpulkan, ada massa yang mengaku dikoordinir dan digerakkan oleh BISON. 

Karena itu pula, nama Ginka Febriyanti Ginting pun ikut terseret.

Saat pemeriksaan, Ginka menyebutkan bahwa BISON memiliki organisasi sayap bernama Blok Pelajar Politik Merdeka (BP2M) yang merupakan mitra Kepolisian RI.

Dan dari hasil penyelidikan KPF, ditemukan fakta bahwa BISON menerima perintah dari Badan Intelijen dan Keamanan atau Baintelkam Polri pada 29 Agustus 2025, sebagaimana pengakuan Ebyn Atsil Majid, Bendahara BISON.

(Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.