Fakta Menarik Sagon, Kuliner Khas Tawangmangu Karanganyar yang Tetap Eksis di Tengah Jajanan Modern
Hanang Yuwono June 29, 2026 12:32 PM

 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Berkunjung ke kawasan wisata Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, belum lengkap rasanya jika tidak membawa pulang sagon sebagai oleh-oleh.

Kudapan tradisional berbahan dasar kelapa ini masih menjadi salah satu camilan favorit wisatawan yang datang ke lereng Gunung Lawu.

Penjual sagon paling populer di Tawangmangu dapat ditemukan mangkal di sekitar pintu masuk utama Pasar Wisata Tawangmangu (dekat tangga menuju lantai atas).

Baca juga: Sejarah Orang Solo Raya Gemar Sarapan Gendar Pecel, Kebiasaan Jawa Kuno yang Bertahan hingga Kini

Kue sagon adalah camilan tradisional Indonesia dengan perpaduan cita rasa manis yang pas dan gurih kelapa yang pekat.

Kue ini memiliki aroma khas kelapa sangrai dan tekstur yang garing atau renyah di luar, namun lumer saat digigit

Meski kini banyak bermunculan jajanan modern, sagon tetap mampu bertahan sebagai salah satu kuliner tradisional khas Jawa yang memiliki cita rasa sederhana namun khas.

Di Tawangmangu, sagon bahkan menjadi salah satu oleh-oleh yang paling banyak dicari karena aromanya yang harum dan daya tahannya yang cukup lama.

Berikut sejumlah fakta menarik tentang sagon yang masih eksis hingga sekarang.

1. Nama Sagon Berasal dari Bahan Pembuatnya

Nama sagon diyakini berasal dari bahan utama yang digunakan pada masa lalu, yakni tepung sagu.

Awalnya, sagon dibuat dari campuran tepung sagu, parutan kelapa, dan gula yang kemudian dipanggang hingga matang.

Seiring perkembangan zaman, penggunaan tepung sagu mulai banyak digantikan dengan tepung ketan atau tepung kanji karena lebih mudah diperoleh.

Meski demikian, perubahan bahan tersebut tidak menghilangkan ciri khas sagon sebagai kue tradisional berbahan kelapa.

Baca juga: Penjelasan Kenapa Banyak Fosil Ditemukan di Sangiran Sragen, Ternyata Dahulu Bekas Dasar Laut

2. Memiliki Aroma Kelapa Panggang yang Khas

Salah satu daya tarik utama sagon adalah aroma harum yang muncul saat proses pemanggangan.

Parutan kelapa yang dicampur gula akan mengalami proses karamelisasi sehingga menghasilkan wangi khas yang menggugah selera.

Bagian luar sagon biasanya terasa sedikit kering, sementara bagian dalamnya tetap lembut dengan perpaduan rasa gurih dari kelapa dan manis dari gula.

Tak jarang bagian atas sagon juga diberi taburan gula pasir sehingga cita rasanya semakin kaya.

Baca juga: Rekomendasi Wisata di Klaten: Bukit Patrum Tawarkan Destinasi Eksotis dengan Sejarah Kolonialisme

3. Masih Dibuat dengan Cara Tradisional

Meski kini tersedia peralatan modern, banyak produsen sagon masih mempertahankan teknik pembuatan tradisional.

Adonan dipadatkan ke dalam cetakan khusus, umumnya berbentuk setengah lingkaran, kemudian dipanggang hingga matang.

Di sejumlah daerah, proses memanggang masih menggunakan bara arang dengan teknik pemanasan dari atas dan bawah.

Cara ini menghasilkan tekstur luar yang renyah namun tetap lembut di bagian dalam.

4. Dulunya Hanya Dijual Saat Hari Pasaran Jawa

Pada masa lalu, sagon bukan makanan yang mudah ditemukan setiap hari.

Kudapan ini biasanya hadir ketika hari pasaran Jawa seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Saat itu masyarakat memadati pasar tradisional untuk berbelanja, sementara para pedagang menjajakan aneka jajanan, termasuk sagon.

Selain dijual di pasar, sagon juga sering disuguhkan dalam berbagai acara adat, hari raya, hingga hajatan masyarakat Jawa.

5. Kini Menjadi Oleh-oleh Khas Tawangmangu

Saat ini sagon tidak lagi hanya dijumpai di pasar tradisional.

Di kawasan wisata Tawangmangu, sagon telah berkembang menjadi salah satu oleh-oleh khas yang banyak diburu wisatawan.

Sagon yang dijual sebagai buah tangan umumnya dibuat lebih kering sehingga mampu bertahan lebih lama selama perjalanan. Hal inilah yang membuatnya praktis dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

6. Mudah Ditemukan di Pasar Tawangmangu

Salah satu tempat terbaik untuk membeli sagon adalah Pasar Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Di pasar yang menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus tujuan wisata kuliner ini, penjual sagon banyak ditemui di sekitar pintu masuk hingga area tangga menuju lantai atas.

Aroma kelapa panggang yang menguar dari lapak-lapak penjual sering kali langsung menarik perhatian pengunjung yang baru memasuki pasar.

Selain sagon, wisatawan juga dapat menemukan beragam jajanan tradisional khas Tawangmangu dan hasil bumi pegunungan yang dijual dengan harga terjangkau.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.