Khitanan Massal di Ponpes , Wabup Sumedang Titip Pesan Orang Tua Awasi Pergaulan Anak
Siti Fatimah June 29, 2026 01:11 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Sebanyak 33 anak mengikuti Khitanan Massal ke-25 yang digelar di Pondok Pesantren 
Madinatussalam Al Ittihad,  Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan sosial tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila. 

Fajar mengatakan khitan merupakan bagian dari syariat Islam bagi anak laki-laki.

Fajar berharap anak-anak yang mengikuti khitanan massal dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih dewasa, sehat, dan saleh.

"Sesuai dengan syariat Islam, anak-anak kita disunat sesuai dengan sunnah muakkadah. Mudah-mudahan setelah ini mereka bisa beranjak dewasa dan menjadi anak yang lebih saleh," kata Fajar.

Selain memberikan ucapan selamat kepada para peserta khitanan, Fajar juga menitipkan pesan kepada para orang tua agar lebih aktif mengawasi tumbuh kembang dan pergaulan anak, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Menurutnya, anak-anak saat ini sangat mudah mengakses berbagai informasi melalui media sosial sehingga membutuhkan pendampingan dari keluarga, guru, dan lingkungan.

"Anak-anak kita sekarang melek teknologi, mereka banyak melihat media sosial. Kalau tidak ada peran penting pengawasan dari guru, orang tua, dan alim ulama, maka Indonesia akan sulit menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Fajar juga menegaskan sikap Pemerintah Kabupaten Sumedang yang menolak praktik hubungan sesama jenis.

"Ini yang menjadi kewaspadaan kita semua. Saya tegaskan, Kabupaten Sumedang menolak secara tegas penyimpangan seksual, LGBT," ucapnya.

Ia kemudian mengutip kisah penciptaan manusia menurut ajaran Islam.

"Allah menciptakan Adam dan Hawa, bukan Adam dan Wawan. Sejak kapan ada Adam dan Yanto? Tidak ada," katanya.

Menurut Fajar, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus ditopang oleh sumber daya manusia yang berkarakter dan berakhlak.

"Kemajuan harus didukung dengan SDM yang maju. Kalau mentalitas anak-anak kita melemah, itu akan sulit menggapai Indonesia Emas 2045," ujarnya.

KH Abdul Qohar Al Qodsy, pimpinan Ponpes Pondok Pesantren Madinatussalam Al Ittihad, mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. 

"Kegiatan ini diikuti anak-anak  keluarga tidak mampu dari wilayah Jatinangor, Cikancung, Cicalengka, Ciparay, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut," ujarnya. 

Abdul Qohar pun berharap peserta khitan massal dapat merasakan  kebahagiaan di dalam episode penting dalam perjalanan hidup. 

Selain itu, ia juga mengamanahkan anak-anak yang telah mendeklarasikan kepasrahan diri melalui khitan untuk mempertahankan keislaman. 

"Jadikan hidup sebagai pengabdian kepada Allah semata, Tetap semangat menempuh kehidupan dan tidak berhenti ber- Tholabul ilmi, serta menjaga adab dan akhlak terhadap orang tua dan guru," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.