SURYA.CO.ID, JEMBER - Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, kembali mengintensifkan program Bunga Desaku untuk memeratakan layanan publik hingga ke pelosok desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim).
Kegiatan tesebut dilaksanakan selama dua hari berturut-turut pada akhir Juni 2026 di Kecamatan Sukorambi dan Sumberjambe.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Fawait menekankan bahwa kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat tanpa diskriminasi.
"Kehadiran pemerintah harus dirasakan hingga pelosok desa, dengan layanan yang adil, setara, dan tanpa diskriminasi," ujar Gus Fawait.
Salah satu fokus utama dalam program Bunga Desaku adalah pembenahan layanan dasar, khususnya administrasi kependudukan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kini telah menuntaskan pemenuhan blanko KTP sebanyak 62 ribu unit, mengatasi kendala yang sempat terjadi pada periode 2019–2024.
Untuk mendekatkan akses, Pemkab Jember meluncurkan program PETA CINTA (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-El di Kecamatan).
Melalui kebijakan ini, masyarakat tidak perlu lagi ke pusat kota untuk mencetak KTP, sehingga dapat memangkas jarak, waktu, dan biaya secara signifikan.
Selain layanan dasar, program Bunga Desaku menjadi wadah konsolidasi aspirasi masyarakat. Pemkab Jember membuka ruang dialog bagi berbagai elemen, mulai dari:
Seluruh masukan yang dihimpun dari kunjungan di Sukorambi yang berada di lereng Pegunungan Argopuro dan Sumberjambe di lereng Gunung Raung ini, akan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan serta APBD.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pembangunan yang inklusif dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Jember.