TRIBUNJOGJA.COM - Di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Turi, Sleman, Paguyuban Petani Salak Mitra Turindo membuktikan bahwa produk pertanian lokal mampu menembus pasar internasional.
Berbekal komitmen menjaga kualitas dan penerapan standar budidaya yang baik, para petani yang tergabung dalam paguyuban ini berhasil mengekspor buah salak ke berbagai negara, seperti China hingga Rusia.
Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Para petani terus meningkatkan kualitas hasil panen, mulai dari proses budidaya, pemilihan buah, hingga penanganan pascapanen agar memenuhi standar ekspor.
Dengan kerja sama yang kuat, Mitra Turindo mampu menjaga kontinuitas pasokan dan kualitas produk yang dibutuhkan pasar luar negeri.
Ekspor salak ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para petani, tetapi juga memberikan dampak positif karena Mitra Turindo mampu membeli salak dengan harga yang baik, yakni dengan harga terendah Rp.6.500 per kilo .
Keberhasilan Mitra Turindo menunjukkan bahwa komoditas unggulan daerah memiliki daya saing tinggi dan mampu bersaing di pasar global.