TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Peringatan Hari Nelayan Internasional yang jatuh pada Senin (29/6/2026) menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk kembali menyoroti kesejahteraan para nelayan, khususnya nelayan tangkap di kawasan Danau Sidenreng.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sidrap, Ahmad Dollah, mengatakan saat ini terdapat 415 nelayan yang terdaftar di dinasnya.
Mereka tersebar di sejumlah wilayah, dengan konsentrasi terbesar berada di Desa Mojong, Desa Tetaji, dan Kelurahan Wettee.
Menurut Ahmad, para nelayan danau memiliki potensi ekonomi yang besar sehingga sudah selayaknya memperoleh perhatian yang sama dengan nelayan pesisir laut melalui berbagai program pemerintah.
Program Kampung Nelayan Merah Putih (KMP) tersebut dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan karena berdampak positif seperti adanya rumah layak huni, sekolah, pustu, dan pasar.
Ia berharap Program Kampung Nelayan Merah Putih (KMP) dari pemerintah pusat tidak hanya menyasar kawasan pesisir laut, tetapi juga dapat menjangkau wilayah pesisir Danau Sidenreng.
"Nelayan tangkap di danau juga memiliki potensi besar. Karena itu, kami berharap Program Kampung Nelayan Merah Putih bisa menyentuh mereka agar kesejahteraan nelayan di daerah danau ikut meningkat," kata Ahmad saat ditemui di Aula Saromase SKPD, Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.
Ahmad menjelaskan, terdapat sembilan desa dan kelurahan yang berada di kawasan pesisir Danau Sidenreng.
Menurutnya, wilayah tersebut layak menjadi sasaran program pemberdayaan dari pemerintah pusat pada tahun mendatang.
"Kami berharap pemerintah pusat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan dapat memasukkan wilayah pesisir Danau Sidenreng sebagai penerima program pada tahun depan," ujarnya.
Selain memperjuangkan program pemberdayaan nelayan, Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap juga terus mencari solusi terhadap persoalan lingkungan di Danau Sidenreng, salah satunya tingginya populasi ikan sapu-sapu yang selama ini dianggap sebagai hama.
Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama Dinas Peternakan dan Perikanan mengembangkan inovasi dengan mengolah ikan sapu-sapu menjadi bahan baku pakan ternak itik.
"Kami sudah membuktikan, olahan ikan sapu-sapu yang dicampur dedak dan jagung menghasilkan pakan yang baik untuk meningkatkan produksi telur itik," jelas Ahmad.
Ia menambahkan, inovasi tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengurangi populasi ikan sapu-sapu di Danau Sidenreng, tetapi juga memberikan nilai ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya nelayan.
Dengan demikian, peringatan Hari Nelayan Internasional menjadi pengingat bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan tidak hanya melalui bantuan program, tetapi juga lewat inovasi yang mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kualitas hidup mereka (*)
Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin