SMPN 6 Malang Gelar Budaya dan Kuliner Khas Arema
Fatkhul Alami June 29, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID, MALANG - SMP Negeri 6 Malang, Jawa Timur menggelar acara luar biasa bertajuk Gelar Karya Projek Terintegrasi Lintas Mata Pelajaran untuk siswa kelas 7 dan 8, Kamis (18/6/2026) lalu.

Mengangkat tema 'Warisan Tak Ternilai: Kearifan Lokal Malang',  acara ini menyuguhkan dua agenda utama, yakni  pagelaran dudaya Malang dan bazar kuliner khas Malang.

Ada yang berbeda dengan prosedur pengambilan rapor kali ini. Sebelum para wali murid melangkah ke ruang kelas untuk menerima hasil belajar putra-putri mereka, pihak sekolah mengajak orang tua terlebih dahulu mengapresiasi kerja keras siswa selama satu semester terakhir.

Langkah ini mendapat respons yang positif. Para wali murid tampak antusias memadati area luar ruangan, memberikan tepuk tangan meriah, dan berinteraksi langsung di stan-stan yang telah disediakan.

"Mereka meneliti, menciptakan, dan menghidupkan kearifan lokal Malang. Inilah yang dinamakan pembelajaran bermakna," sebut Kepala SMP Negeri 6 Malang, Ibu Umi Kulsum, S.Pd dalam sambutannya.

Panggung utama seketika menyedot perhatian saat tabuhan musik tradisional mulai menggema. Siswa-siswi kelas 8 dengan percaya diri menampilkan kekayaan budaya Arema.

Beberapa pertunjukan yang berhasil mencuri perhatian antara lain, Tari Topeng Malangan dibawakan dengan gerakan yang tegas namun gemulai, lengkap dengan topeng karakter khas Malangan, Drama Teatrikal Sejarah Malang: Mengisahkan legenda lokal yang dikemas secara apik dan modern, memadukan unsur pelajaran Sejarah, Bahasa Indonesia, dan Seni Budaya.

Setelah dimanjakan dengan visual pertunjukan, para wali murid dan pengunjung diarahkan menjelajahi area Bazar Kuliner Khas Malang. Di sini, siswa bertindak sebagai wirausahawan muda yang menjajakan berbagai makanan tradisional hasil riset dan buatan mereka sendiri. 

Sajian kuliner dari stan-stan bazar kelas 7 meliputi, bakso Malang, Mendol, Keripik tempe, Angsle, Es Tape Ketan Hitam, Orem-orem, Jamu beras kencur, dan masih banyak lagi.

Kegiatan ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan puncak dari Projek Terintegrasi Lintas Mata Pelajaran. 

Di balik kemeriahan acara, para siswa sebenarnya sedang mempraktikkan berbagai disiplin ilmu sekaligus: sains dan lingkungan: pengolahan kuliner dan pemilihan bahan pangan lokal yang sehat; sosial dan humaniora: pendalaman sejarah, nilai-nilai moral kearifan lokal, dan kemampuan berbahasa saat presentasi produk ke pengunjung; ekonomi dan matematika: manajemen anggaran, strategi penjualan, dan perhitungan laba-rugi dari bazar kuliner.

Melalui gelar karya ini, sekolah terbukti berhasil menciptakan ruang belajar yang tidak hanya teoretis, tetapi juga praktis dan berdampak. 

Siswa tidak hanya pulang membawa nilai di dalam rapor, tetapi juga membawa pulang rasa bangga atas warisan leluhur Bumi Arema yang berhasil mereka lestarikan.

Kegiatan hari ini mengirimkan pesan kuat bagi dunia pendidikan, bahwa proses belajar terbaik adalah ketika siswa sadar akan apa yang mereka pelajari (berkesadaran), paham manfaat ilmu tersebut untuk kehidupan nyata (bermakna), dan menjalaninya dengan hati yang bahagia.

Penulis :
Riris Arintya
Guru SMP Negeri 6 Malang

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.