Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, mengusulkan percepatan operasional 30 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) agar manfaat program pemerintah tersebut segera dirasakan masyarakat di kampung-kampung.

Wakil Bupati Sorong H. Sutejo di Aimas, Senin, mengatakan Kabupaten Sorong merupakan daerah dengan alokasi dapur MBG 3T terbanyak di Papua Barat Daya, namun hingga kini sebagian besar dapur tersebut belum beroperasi.

"Kami berharap dapur-dapur ini segera beroperasi karena masyarakat di kampung-kampung terus menanyakan kapan mereka bisa merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis," katanya.

Menurut dia, berbeda dengan sebagian penerima manfaat di wilayah perkotaan yang mulai menyampaikan keluhan terkait variasi menu, masyarakat di daerah 3T justru sangat menantikan pelaksanaan program tersebut.

Ia mengatakan setiap kunjungan ke kampung-kampung selalu diwarnai pertanyaan dari masyarakat, kepala kampung, hingga kepala distrik mengenai kepastian operasional dapur MBG.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sorong meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menjadi penghubung dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar proses administrasi, termasuk pencairan anggaran dan tahapan operasional, dapat dipercepat.

"Kami berharap pemerintah provinsi dapat menjembatani komunikasi dengan BGN agar dapur-dapur MBG di wilayah 3T segera beroperasi," ujarnya.

Sutejo menilai operasional dapur MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di kampung melalui penyerapan tenaga kerja dan pemanfaatan hasil pertanian lokal.

Meski demikian, ia mengakui pemerintah daerah juga mengantisipasi potensi kekurangan pasokan pangan ketika seluruh dapur MBG mulai beroperasi.



Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Sorong bersama Satuan Tugas MBG telah menyiapkan strategi penguatan ketahanan pangan, salah satunya dengan mendorong penanaman jagung sebagai bahan baku pakan ternak guna meningkatkan produksi ayam, telur, dan ikan.

"Kami ingin kebutuhan pangan untuk program ini dapat dipenuhi dari daerah sendiri sehingga manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat Kabupaten Sorong," katanya.

Ia menambahkan sejumlah investor yang berminat membangun dan mengelola dapur MBG juga terus menanyakan kepastian operasional program tersebut.

Karena itu, pemerintah daerah berharap percepatan operasional dapur MBG di wilayah 3T segera direalisasikan agar manfaat program prioritas nasional tersebut dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di Kabupaten Sorong.

Berdasarkan data BGN tercatat penerima manfaat Program MBG di Kabupaten Sorong hingga 2026 sebanyak 13.289 orang.