Sering Gugup dan Belepotan Saat Interview? Coba Gunakan Metode 'STAR'
Muhammad Fatoni June 29, 2026 05:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Ramai komentar di media sosial yang mengeluhkan tentang susahnya mencari kerja atau lolos dalam sebuah organisasi karena merasa susah pada saat wawancara.

“Aku cuman nggak bisa wawancara, tapi bisa kalau disuruh kerja” salah satu komentar yang diluncurkan di media sosial tersebut ramai mendapat persetujuan dari warga net.

Namun, jika diputar melalui sudut pandang pemilik perusahaan, proses seleksi wawancara sangat penting untuk dilakukan dan dipersiapkan.

Perusahaan perlu tahu karakter, pengalaman dan juga kelayakan dari pelamar, sebelum benar-benar diterima di dalam perusahaan tersebut.

Pastinya, suatu perusahaan menginginkan pegawai atau pekerja yang ada di dalam perusahaan tersebut memiliki kredibilitas dan juga kemampuan yang sesuai dibutuhkan perusahaan.

Maka dari itu, wawancara yang sering dianggap sekadar formalitas ini justru menjadi langkah awal yang penting untuk menentukan isi dari sumber daya manusia di dalam perusahaan tersebut.

Wawancara yang sering banyak orang anggap sulit ini sebenarnya mempunyai solusi yang ampuh untuk mengatasinya.

Dr. William C.Byham dari Amerika Serikat bekerja sama dengan firma konsultasi SDM Development Dimensions International (DDI) memperkenalkan sebuah metode untuk menjawab pertanyaan saat wawancara.

Metode tersebut disebut dengan “STAR” yang kepanjangan dari Situation, Task, Action, dan Result.

Metode ini bukanlah istilah terpisah yang secara acak digabungkan menjadi satu, tetapi metode yang dipelajari secara urut dan bersambung satu sama lain.

Lantas apa maksud dari masing masing istilah tersebut? berikut penjelasan dan cara penggunaanya.

1. Situation

Pada bagian ini, Anda menjelaskan situasi atau permasalahan yang pernah Anda hadapi.

Misalnya, ketika pewawancara mengajukan pertanyaan berikut:

"Bisakah Anda menceritakan pengalaman saat memimpin sebuah proyek?"

Anda tidak perlu bingung menjawabnya. Langkah pertama adalah menjelaskan situasi yang melatarbelakangi pengalaman tersebut.

Ceritakan kapan peristiwa itu terjadi, dalam konteks apa, serta bagaimana kondisi yang Anda hadapi saat itu.

Sebagai pembuka, Anda dapat mengatakan:

"Saya pernah memimpin sebuah proyek saat mengerjakan tugas kelompok pada salah satu mata kuliah yang diberikan oleh dosen. Dalam proyek tersebut, saya ditunjuk sebagai ketua tim"

2. Task

Setelah menjelaskan situasi (Situation), jawaban Anda belum selesai.

Pada tahap ini, jelaskan tugas atau tanggung jawab yang Anda miliki dalam situasi tersebut.

Melanjutkan contoh sebelumnya, Anda dapat menjawab seperti berikut :

"Sebagai ketua tim, saya bertanggung jawab mengkoordinasikan seluruh anggota, membagi tugas sesuai kemampuan masing-masing, serta memastikan proyek dapat diselesaikan tepat waktu."

Baca juga: Lima Jabatan Kepala Dinas di Pemkot Yogyakarta Bakal Lowong, Posisi Sekda Ditarget Segera Beres

3. Action

Setelah menjelaskan posisi dan tanggung jawab Anda, pada metode Action anda diminta untuk menjelaskan tentang langkah apa yang Anda lakukan untuk menyelesaikan tanggung jawab tersebut.

Melanjutkan dari jawaban sebelumnya, Anda bisa meneruskan jawaban seperti berikut :

"Sebagai ketua tim, saya memimpin setiap diskusi kelompok, mengatur jadwal pertemuan yang disepakati bersama, membagi tugas sesuai kemampuan masing-masing anggota, serta mengarahkan diskusi untuk menentukan tema dan alur penyelesaian proyek. Selain itu, saya juga memastikan setiap anggota memahami tugasnya dan memantau perkembangan pekerjaan agar proyek dapat diselesaikan sesuai target." 

4.Result

Sesuai dengan namanya, pada tahap ini Anda menjelaskan hasil dari tindakan yang telah Anda lakukan dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.

Ketika membahas hasil, ada dua kemungkinan yang dapat disampaikan, yaitu berhasil atau belum berhasil.

Jika Anda berhasil menjalankan tugas dengan baik, sampaikan hasilnya secara jelas. Akan lebih baik jika Anda menyertakan data atau bukti yang dapat memperkuat jawaban Anda.

Contohnya:

"Hasilnya, proyek yang kami kerjakan berhasil diselesaikan dan dikumpulkan tepat waktu. Selain itu, kelompok kami memperoleh nilai yang memuaskan dari dosen."

Lalu bagaimana jika hasilnya tidak sesuai harapan?

Tidak perlu khawatir atau berbohong. Anda tetap dapat menceritakan pengalaman tersebut secara jujur. Jelaskan penyebab kegagalannya dari sudut pandang Anda sebagai pemimpin, kemudian sampaikan pelajaran yang Anda peroleh dari pengalaman tersebut. Sikap seperti ini justru dapat menunjukkan kemampuan Anda dalam mengevaluasi diri dan terus berkembang.

Contohnya:

"Namun, hasil proyek yang kami kerjakan belum sesuai dengan target yang telah kami tetapkan. Tugas kami terlambat dikumpulkan sehingga nilai yang diperoleh kurang memuaskan. Setelah dievaluasi, keterlambatan tersebut disebabkan oleh adanya beberapa bagian yang harus direvisi, sementara kami baru menyadari hal tersebut menjelang batas waktu pengumpulan. Dari pengalaman ini, saya belajar untuk lebih teliti dalam memantau perkembangan pekerjaan, mengantisipasi potensi kendala sejak awal, dan mengelola waktu dengan lebih baik sebagai seorang pemimpin."


Setelah mengenal metode “STAR” ini Anda tidak perlu takut, bingung atau belibet saat wawancara.

Karena metode ini sudah sangat urut dan jawaban Anda dapat ditangkap baik oleh HRD atau pewawancara.

Pada intinya Anda cukup memahami hal berikut.

  • Situation : Apa situasinya?
  • Task : Apa tanggung jawab Anda?
  • Action : Apa yang Anda lakukan?
  • Result : Apa hasilnya?

Jika keempat hal tersebut sudah hafal diluar kepala, dijamin apapun pertanyaanya Anda siap menjawab dengan baik.

Tentunya untuk membiasakan metode STAR ini tidak cukup jika hanya dibaca saja, perlu latihan dan pembiasaan yang rutin agar tidak perlu menghafal dan paham cara kegunaan dari metode ini.

(MG ABIL PRAMUDYA)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.