Pemkab Kediri Imbau Pengelola Wisata Utamakan Keselamatan Pengunjung Selama Libur Sekolah
Rendy Nicko June 29, 2026 05:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Daerah Mohamad Solikin mengeluarkan Surat Edaran Nomor 500.13.1/418.21/2026 tentang Himbauan Saat Libur Sekolah 2026. 

Surat yang diterbitkan pada 24 Juni 2026 itu ditujukan kepada seluruh pelaku usaha pariwisata, pengusaha pariwisata, dan pengelola destinasi wisata di Kabupaten Kediri sebagai tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Jawa Timur mengenai penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama libur sekolah.

Dalam surat edaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri meminta seluruh pengelola destinasi wisata menerapkan standar operasional prosedur (SOP), standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta memastikan seluruh aktivitas wisata berlangsung sesuai ketentuan. 

Pengelola juga diwajibkan melakukan uji petik keamanan, pemeriksaan rutin, dan perawatan berkala terhadap seluruh fasilitas maupun wahana wisata, khususnya yang memiliki tingkat risiko tinggi, serta segera melakukan perbaikan apabila ditemukan kerusakan demi menjamin keselamatan pengunjung.

Baca juga: Harga Bahan Pokok Mengalami Penurunan Signifikan di Pasar Basah Trenggalek Sepekan Terakhir

Selain itu, pengelola destinasi wisata diimbau menjalin kerja sama dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan wisata untuk meningkatkan perekonomian lokal. 

Pengelola juga diminta melakukan mitigasi bencana alam dan nonalam, berkoordinasi dengan instansi terkait, serta menyediakan informasi yang jelas mengenai jam operasional, aturan khusus, hingga kegiatan yang berlangsung selama masa libur sekolah melalui papan informasi maupun media digital.

Pemkab Kediri juga mengingatkan pentingnya penyediaan area peristirahatan bagi pengemudi transportasi wisata, lahan parkir yang memadai, serta penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan. 

"Salah satunya dengan menjaga kebersihan kawasan melalui penyediaan tempat sampah, pelaksanaan kerja bakti secara berkala dan penambahan petugas kebersihan apabila diperlukan," jelasnya, Senin (29/6/2026). 

Dalam surat tersebut, Solikin menyebut pengelola destinasi wisata juga diminta memperhitungkan daya tampung kawasan, jumlah kendaraan, dan jumlah wisatawan agar tidak terjadi kepadatan yang berpotensi mengganggu kenyamanan maupun keselamatan pengunjung. 

Selain itu, kendaraan transportasi wisata harus memenuhi standar kelayakan dan keselamatan dari instansi berwenang, sementara pengelolaan sampah dan limbah hasil aktivitas wisata harus dilakukan dengan baik untuk menjaga kelestarian lingkungan di kawasan destinasi wisata.

Menindaklanjuti imbauan tersebut, pengelola kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG) menyatakan telah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi lonjakan wisatawan yang diperkirakan terjadi pada akhir pekan.

Koordinator Petugas Wisata SLG Kediri, Gunawan Priyo Utomo, mengatakan tren peningkatan jumlah kendaraan mulai terlihat sejak awal libur panjang. Namun, puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada Sabtu dan Minggu.

"Kalau untuk ramainya, trennya tetap di hari weekend, yaitu Sabtu dan Minggu," kata Gunawan.

Sebagai langkah antisipasi, seluruh kantong parkir yang tersedia di kawasan SLG dioperasikan secara maksimal. Area Parkir 1, Parkir 2, hingga Parkir 3 dibuka penuh mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

"Terkait kesiapan libur panjang ini, kami membuka total seluruh kantong parkir yang ada. Pelayanan dibuka mulai pukul 06.00 WIB sampai 22.00 WIB," jelasnya.

Berdasarkan data pengelola, Parkir 2 menjadi titik dengan aktivitas kendaraan paling tinggi karena berada di dekat Monumen Simpang Lima Gumul dan pusat kegiatan festival. Hingga saat ini tercatat sekitar 500 sepeda motor dan 100 mobil memanfaatkan area parkir tersebut.

Baca juga: Potensi Wisata Gunung Kelud, Lewat Larung Sesaji Disparbud Kediri Bidik Kunjungan Wisatawan

Gunawan menuturkan, pengunjung yang datang ke kawasan SLG tidak hanya berasal dari Kabupaten Kediri, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur. Hal itu terlihat dari banyaknya kendaraan dengan pelat nomor luar daerah yang memasuki kawasan wisata.

"Kalau melihat acuan dari pelat kendaraan, posisinya hampir merata. Pengunjung luar daerah banyak dan dari lokal Kediri juga tidak kalah ramai," ungkapnya.

Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, pengelola juga menambah jumlah personel di lapangan. Petugas tidak hanya mengatur lalu lintas kendaraan, tetapi juga membantu pengunjung yang masih mengalami kesulitan menggunakan sistem parkir elektronik.

"Karena parkir kita berbasis elektronik, masih banyak masyarakat yang belum paham cara masuknya. Jadi petugas kami standby untuk membantu dan mengarahkan," katanya.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.