TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Warga Lubuk Pakam mulai mengeluh atas pelaksanaan Car Free Day (CFD) Pemkab Deli Serdang yang dilaksanakan setiap minggu di sekitaran Lapangan Tengku Raja Muda atau yang sering disebut Lapangan Segitiga Lubuk Pakam.
Warga mengeluh lantaran terlalu banyak jalan yang ditutup karena kegiatan ini. Selain jalan Imam Bonjol jalan yang ditutup termasuk Jalan Sultan Hasanuddin dan Tengku Fahruddin.
Ketiga jalan ini merupakan jalan yang berbentuk segitiga mengelilingi lapangan Tengku Raja Muda. Informasi yang dihimpun kegiatan CFD di kawasan lapangan segitiga baru berjalan minggu kedua. Pada minggu pertama jalan yang ditutup hanya jalan Imam Bonjol.
Saat itu di tengah jalan atau di dekat pintu masuk lapangan dibuat panggung. Pada minggu kedua panggung sudah dimasukkan ke dalam lapangan tidak lagi di tengah jalan. Dahulunya kegiatan CFD dilakukan di Jln Diponegoro dan apabila jalan itu ditutup masih banyak akses yang bisa dilalui warga untuk bisa sampai ke tujuan. Baru kali ini kegiatan mulai dipindahkan ke kawasan Lapangan Segitiga.
"Payah kali kami mau lewat dimana-mana ditutup. Mau beli minyak ke SPBU saja payah karena jalan ditutup sama Dishub. Ya jujur masyarakat ributnya sama orang Dishub karena mereka yang ditugaskan nutup jalan," ujar Ahmad warga Lubuk Pakam.
Warga bilang kegiatan CFD yang dilaksanakan di Lapangan segitiga ini juga dianggap masih sepi. Lebih banyak masyarakat yang mau menggunakan jalan dan terpaksa muter muter dibanding yang mau mengikuti kegiatan CFD. Warga meminta agar kegiatan CFD di kawasan ini bisa dikaji ulang.
Camat Lubuk Pakam, Wahyu Rismiana yang dikonfirmasi kegiatan CFD di kawasan Lapangan Tengku Raja Muda ini dijadwalkan dibuat setiap minggu. Meski di kawasan ini juga ada SPBU namun disebut pelayanan tetap bisa didapatkan masyarakat. Setelah masuk dari jalan Pantai Labu Lubuk Pakam pengguna SPBU hanya bisa belok ke kanan mencari jalan keluar untuk bisa sampai ke jalan lintas.
"Dari jam 06.00 sampai jam 10.00 saja. Kita sudah sosialisasikan juga ke masyarakat. Nggak ada ah yang ngeluh sama kami," kata Wahyu.
Wahyu bilang banyak pertimbangan mengapa CFD tidak lagi dibuat dan diselenggarakan di Jln Diponegoro. Disebut kawasan ini merupakan kawasan kuliner. Meski aktivitasnya padat pada malam hari namun bakal banyak yang terganggu apabila ada penutupan jalan di Minggu pagi.
"Di Jalan Diponegoro jugakan banyak rumah penduduk dan orang usaha. Orang mau pulang dari belanja nggak mungkin bisa menunggu sampai jam 10.00. Kami sarankan dan bilang sama orang Disbudporapar kalai itu tempat usaha. Gak pas juga kalau dibuat di situ CFD," kata Wahyu.
Wahyu menyebut untuk kegiatan CFD akan dibuat setiap minggu pagi. Untuk kegiatan Car Free Night (CFN) waktunya tentatif atau tidak pasti. Kegiatan CFD yang ada di Lubuk Pakam ini diakui Wahyu masih banyak yang belum tau masyarakat sehingga terus mereka sosialisasikan.
(dra/tribun-medan.com)