Anak Binaan LPKA Pangkalpinang Dilatih Membuat Kerajinan Tangan Bersama Nusala Flowers
Hendra June 29, 2026 08:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang terus berupaya membekali anak binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai modal masa depan.

Salah satunya melalui pelatihan kerajinan tangan kreatif hasil kolaborasi bersama Nusala Flowers yang digelar di Aula LPKA Pangkalpinang, Senin (29/6/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi anak binaan.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengisi waktu dengan aktivitas positif, tetapi juga membangun keterampilan praktis yang memiliki nilai ekonomis saat mereka kembali ke tengah masyarakat.

Kepala LPKA Kelas II Pangkalpinang, Simamora, menegaskan pembinaan kemandirian memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus membuka harapan baru bagi anak binaan.

Menurutnya, keberadaan anak-anak di dalam lembaga pembinaan tidak boleh menjadi penghalang untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri.

"Kami ingin memastikan bahwa dinding pembatas di sini tidak membatasi kreativitas anak binaan. Melalui kerja sama dengan Nusala Flowers, kami berharap mereka menyadari bahwa mereka memiliki potensi besar dan mampu menciptakan karya yang dihargai masyarakat," ujar Simamora kepada Bangkapos.com, Senin (29/6/2026).

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan LPKA Pangkalpinang, Didik Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada Nusala Flowers atas kepedulian dan kontribusinya dalam mendukung proses pembinaan anak.

Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara lembaga negara, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung masa depan generasi muda.

"Sinergi ini adalah wujud nyata bahwa masyarakat, dunia usaha, dan negara saling bahu-membahu demi masa depan generasi muda," kata Didik.

Didik menambahkan, pelatihan kali ini mengusung tema Merangkai Harapan, Mewujudkan Masa Depan, yang sarat makna bagi perjalanan hidup anak binaan.

Menurutnya, setiap karya yang dihasilkan melalui tangan mereka merupakan simbol harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik.

"Setiap bunga yang kalian tata, setiap detail kerajinan yang kalian buat, adalah simbol bahwa dari tangan kalian sendiri, masa depan yang indah dan produktif bisa diwujudkan. Jangan berkecil hati dengan situasi saat ini. Hari esok kalian ditentukan oleh apa yang kalian pelajari dan perjuangkan hari ini," ujarnya.

Selama pelatihan berlangsung, suasana tampak penuh semangat dan antusias. Dengan bimbingan instruktur dari Nusala Flowers, para peserta belajar mulai dari teknik dasar memilih bahan hingga proses akhir atau finishing produk kerajinan.

Jemari para anak binaan terlihat cekatan merangkai berbagai bahan menjadi karya yang menarik dan memiliki nilai estetika tinggi.

Instruktur Nusala Flowers, Diah Nurhayati, mengaku terkesan dengan antusiasme dan kreativitas para peserta selama mengikuti pelatihan.

Ia bahkan menilai hasil karya anak binaan menunjukkan bakat yang luar biasa.

"Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan sangat kreatif. Yang membuat kami semakin bangga, hasil akhir yang mereka buat ternyata lebih bagus dari contoh yang kami berikan. Artinya, ada potensi besar yang mereka miliki," ungkap Diah.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat terus diasah dan berkembang, sehingga kelak mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi para anak binaan.

"Semoga pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga mampu membuka jalan bagi lahirnya generasi muda yang produktif, mandiri, dan siap menatap masa depan dengan optimisme," tambahnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.