Laporan Wartawan Serambi Indonesia | Indra Wijaya
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Blang Bintang mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa hari kedepan, Senin (29/6/2026).
Forecaster on Duty (FoD) BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Fitriana Nur, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer yang sedang aktif di sekitar wilayah Sumatera.
"Terpantau gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuatorial aktif di Samudera Hindia barat Sumatera. Gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) secara sebaran spasial juga aktif di wilayah Sumatera bagian utara," kata Fitriana.
Selain itu, lanjutnya, terdapat daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh yang mendukung pertumbuhan awan konvektif. Suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatera juga meningkatkan proses penguapan sehingga kandungan uap air di atmosfer bertambah.
"Kondisi-kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh," ujarnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, pada 29 Juni 2026 wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Jaya, dan Gayo Lues.
Baca juga: Kontingen Taekwondo Aceh Besar Borong 17 Medali di Sumut, Cut Putri Balqis Raih Best Player
Sementara pada 30 Juni 2026, BMKG tidak mengeluarkan peringatan potensi hujan sedang hingga lebat di Aceh. Adapun pada 1 Juli 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat adalah Kabupaten Gayo Lues dan Kota Subulussalam.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari akibat pemanasan yang intens pada siang hari.
"Masyarakat juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang berpotensi disertai angin kencang, banjir, maupun tanah longsor,” pungkasnya.(*)