Bupati Aceh Barat Perintahkan Lelang Jabatan Kepsek, Tarmizi: Tolak Semua Jika Ada Titipan!
Saifullah June 29, 2026 09:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sakdul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisbud) yang baru agar menerapkan sistem seleksi terbuka atau lelang jabatan dalam pengisian posisi kepala sekolah (kepsek).

Langkah tersebut dinilai penting untuk melahirkan pemimpin sekolah yang profesional, berintegritas, dan memiliki kemampuan meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Barat.

Arahan itu disampaikan secara tegas Bupati Tarmizi saat berkantor sehari di Gampong Blang Dalam, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat yang dirangkaikan dengan pelantikan pejabat eselon II, III, IV, serta pejabat fungsional, Senin (29/6/2026).

Dalam arahannya, Bupati menegaskan, agar proses penempatan kepala sekolah dilakukan secara objektif tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. 

Ia bahkan meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menolak mentah-mentah jika ada pihak yang mencoba menitipkan nama tertentu untuk menduduki jabatan kepala sekolah. 

"Kalau ada pesanan atau titipan dari pihak manapun, tolak mentah-mentah. Kita ingin kepala sekolah yang benar-benar memiliki kemampuan memimpin sekolah, bukan karena kedekatan atau kepentingan tertentu," tegas Tarmizi.

Menurutnya, sistem seleksi terbuka akan memberikan kesempatan kepada calon kepala sekolah untuk menunjukkan kompetensi, gagasan, serta kemampuan manajerial yang dimiliki.

Dengan cara tersebut, pemerintah dapat mengetahui kualitas setiap calon sebelum diberikan amanah memimpin satuan pendidikan.

Baca juga: Ini Nama-nama Pejabat Lolos Tiga Besar Lelang Jabatan di Nagan Raya

Bupati juga mengingatkan agar paradigma dalam memilih kepala sekolah tidak lagi berorientasi pada kemampuan mengelola anggaran atau proyek semata.

Sebaliknya, kepala sekolah harus memiliki visi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi peserta didik.

 "Jangan dalam pikiran hanya bisa membawa dana BOS atau memikirkan proyek. Yang kita butuhkan adalah kepala sekolah yang memikirkan bagaimana anak-anak kita menjadi pintar, begitu juga guru harus fokus mencerdaskan peserta didik," ujarnya.

Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Tarmizi juga menyoroti pentingnya pembenahan sarana dan prasarana pendidikan.

Ia meminta seluruh sekolah di Aceh Barat memiliki fasilitas yang layak, termasuk ketersediaan toilet yang memadai dan kondisi bangunan yang tidak lagi mengalami kebocoran.

"Semua sekolah harus memiliki WC yang layak dan jangan ada lagi sekolah yang atapnya bocor. Fasilitas pendidikan harus menjadi perhatian agar proses belajar mengajar berlangsung dengan baik," papar Bupati Aceh Barat.

Penguatan Pendidikan Agama 

PADA sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat saat ini sedang merancang penguatan pendidikan agama di sekolah umum.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP mengungkapkan, bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan para ulama untuk mencari formulasi agar guru-guru dayah dapat mengajar secara merata di sekolah-sekolah.

Program tersebut diharapkan mampu memberikan pembelajaran ilmu fardhu ain dan tulisan Jawo kepada para siswa, khususnya bagi anak-anak yang tidak sempat melanjutkan pendidikan ke dayah.

"Kami sudah duduk bersama para ulama. Ke depan kami mencari cara agar guru-guru dayah bisa masuk ke sekolah mengajarkan ilmu fardhu ain dan tulisan Jawo,” ungkap Bupati.

“Dengan begitu, anak-anak yang tidak masuk dayah tetap memperoleh bekal pendidikan agama yang memadai. Rumusan ini sedang kami siapkan agar dapat segera direalisasikan," pungkas Tarmizi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.