PREMAN TEROR Warga Pakai Sajam di Tanjungbalai, Korban Ketakutan Sambil Peluk Bayi Usia 4 Bulan
Tommy Simatupang June 29, 2026 06:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Teror pengancaman pakai senjata tajam membuat khawatir masyarakat. Dua pria dan satu wanita sambil mengacungkan sajam mengancam warga Tanjungbalai.

Video pengancaman ini viral di media sosial. 

Para pelaku tak tanggung-tanggung sampai mendatangi rumah korban. 

Mereka meludahi mobil korban dan mengetuk-ngetuk jendela mobil korban dengan senjata tajam. 

Pemilik video yang juga korban mengurai kronologi para pelaku 

Dari video yang diunggah oleh akun dengan username @_tey225 itu memperlihatkan dua orang lelaki dan perempuan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU bewarna putih tanpa nomor polisi memegang diduga senjata tajam.

Baca juga: SAMSUL TARIGAN Bebas dari Lapas Tanjung Gusta, Kalapas: Sesuai Verifikasi Ditjenpas

Baca juga: Tanggapan Istana, 5 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal Ikut Latihan Militer

Seorang pria bertopi yang mengendarai sepeda motor terlihat meludahi mobil, sedangkan seorang wanita yang duduk diboncengan tampak sengaja memamerkan diduga senjata tajam yang masih terbungkus sarung.

Dalam nasarinya, akun @_tey225 tersebut mengaku dua orang tersebut sempat mengacungkan senjata tajam yang dibawanya sembari mengetuk-ngetuk jendela mobilnya.

Diduga kejadian tersebut terjadi di Jalan Jendral Sudirman, Kota Tanjungbalai. Saat dikonfirmasi, diketahui korban bernama Tyara.

Tyara yang bersama suami dan anaknya yang masih berusia empat bulan hendak undangan ke Tanjungbalai tempat keluarganya.

Tyara mengaku, kejadian tersebut bermula saat suaminya yang mengendarai mobil hendak menyalip truk didepannya, namun diduga pelaku turut ikut menyalip.

"Awalnya kami nyalip, suami dan dua orang itu. Gatau siapa yang salah, kemudian dia marah-marah. Suamiku turun dari mobil dan sempat ribut dengan keduanya," kata Tyara saat di Konfirmasi tribun-medan.com, Senin (29/6/2026).

Ia melerai dan menarik suaminya agar mengalah karena dirinya membawa bayi yang masih berusia empat bulan dalam pelukannya.

"Sebenarnya mereka sudah takut juga waktu suami turun. Tapi gatau ntah kenapa, tiba-tiba mereka memaki-maki kami, silaki-laki meludahi mobil kami, di perempuan mengeluarkan Sajam dan mengetuk-ngetuknya ke kaca kami," katanya.

Ia mengaku shock atas kejadian tersebut, dan mengaku akan lebih waspada ketika hendak ke Kota Tanjungbalai.

Preman Ancam Pengunjung Sidebuk-debuk

Pemkab Karo melakukan pengawasan di Kawasan Wisata Sidebuk-debuk. Sejumlah personel Satpol PP disiagakan di lokasi itu untuk mencegah pungutan liar (Pungli). 

Kawasan wisata Sidebuk-debuk memang tengah menjadi soorotan karena maraknya pungli. 

Gubernur Bobby Nasution sampai memberi ultimatum ke Bupati Karo. 

Kepala Satpol PP Sumut Moettaqien Hasrimy mengatakan penjagaan di lokasi itu untuk mencegah praktik pungli. 

"Arahan Pak Gubernur untuk kami Satpol PP Sumut menjaga area jalan menuju wilayah pemandian air panas, kami kerahkan tim gabungan skala besar," terangnya, Minggu (28/6/2026).

Dikatakannya, sebanyak 45 personel gabungan diterjunkan, terdiri atas 25 personel Satpol PP Provinsi Sumut dan 20 personel Satpol PP Kabupaten Karo. 

"Mereka ditempatkan di tiga pos strategis untuk mengamankan akses menuju kawasan wisata sekaligus memutus praktik pungli yang selama ini kerap menyasar wisatawan, terutama pada malam hari," ucapnya.

Diakuinya, pada awal pelaksanaan pengamanan, petugas sempat menghadapi ketegangan. 

"Sejumlah oknum masih nekat melakukan pungutan liar di tepi jalan. Bahkan, mereka diduga melakukan aksi premanisme dengan mengintimidasi pengunjung, mengancam menggunakan senjata tajam, hingga melempari kendaraan wisatawan yang melintas," jelasnya.

Menghadapi kondisi tersebut, personel Satpol PP Sumut bertindak tegas dengan menghentikan seluruh aktivitas pungutan liar dan memberikan peringatan agar praktik serupa tidak kembali terjadi.

"Kegiatan pungutan liar berhasil dihentikan saat itu juga, kami juga memastikan kembali bahwa kegiatan pungli tidak lagi ada, dan hasilnya sudah tidak ada," ujar Moettaqien.

Saat ini, lanjutnya, personel gabungan masih disiagakan di pos-pos pengamanan menuju kawasan Sidebuk-Debuk.

"Dengan tidak adanya pungli, kelas pariwisata Sumut pun akan berdampak banyak bagi masyarakat,"jelasnya. 

Sebelumnya, Gubernur Sumut Bobby Nasution, meminta Bupati Karo segera menerapkan sistem one stop service di area wisata pemandian air panas Sidebuk-debuk Desa Doulu dan Semangat Gunung. 

Wacana penerapan sistem one stop service itu, kata Bobby Nasution, setelah maraknya video pungutan liar yang viral serta hasil diskusi dari seluruh pengusaha pemandian air panas di area tersebut.

Selain itu, kata Bobby Nasution, pihaknya juga akan mencoba membuka lahan usaha berupa food court ataupun pusat oleh-oleh untuk membantu ekonomi masyarakat setempat. 

"Finalnya,sudah disampaikan sama pak bupati Karo, nanti disitu akan dibuka sistem one stop service. Jadi para pengusaha sudah kumpul, hasilnya, bayar dimanapun bisa all access.

Kalau sudah sepakat seperti itu, tolong segera diterapkan sesegara mungkin yang pasti untuk pungli atau retribusi tidak ada lagi,"terangnya saat diwawancarai di kantornya, Senin (22/6/2026).

Nantinya, untuk permasalahan Foodcourt, akan dikelola oleh Bumdes.

"Namun, tadi saya minta untuk masyarakat yang selama ini tergantung hidup dari retribusinya, nanti akan kita coba bantu untuk bangun pusat oleh-oleh atau foodcourt yang akan dikelola langsung oleh masyarakat di sana. Seperti Bumdes dan segala macamnya nanti akan kita bangun di sana,"ucapnya.

Untuk itu, ia berharap agar tidak ada lagi pungli di area tersebut.

"Enggak usah ada kutipanlah, saya rasa itu ga zamannya lagi. Kalau memberikan fasilitas, pasti masyarakat ikhlas membayarnya," jelasnya.

Bobby juga berencana,memanggil seluruh kepala daerah yang memiliki area wisata, agar tidak ada pungli. 

"Nanti akan kita coba (panggil) satu- satu ya. Kalau satu-satu gini Pasti akan susah. Nanti, akan coba sampaikan bapak presiden juga selalu sampaikan pariwisata selalu jadi yang sangat baik bagi daerah nanti ini tolong wisatanya itu jangan cuman orang mau lihat harus langsung bayar kalau bayar fasilitas silahkan kita akan coba secara keselurhan,"Jelasnnya.

Sebelumnya, salah satu kasus pungli yang mencolok dan viral di Danau Toba terjadi pada 17 Mei 2026.

Saat itu, seorang wisatawan sedang berada di kawasan Bukit Anduhur, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir.

Tiba-tiba datang warga setempat meminta uang Rp 20.000 dengan ancaman merusak mobil wisatawan bila tidak diberi.

Wisatawan dalam mobil ketakutan hingga akhirnya pasrah menyerahkan uang Rp 20.000 yang diminta pelaku.

Pascavideo itu viral, pelaku inisial BS ditangkap. Dia kemudian dibina dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

(cr2/cr5/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.