Kadis Pendidikan Maluku Apresiasi Program PJJ di SMAN 1 Ambon di Tengah Tantangan Kepulauan
Ode Alfin Risanto June 29, 2026 07:45 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin, mengapresiasi pelaksanaan Pelatihan Guru Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang digelar di SMA Negeri 1 Ambon, Senin (29/6/2026).

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam mengelola pembelajaran tanpa tatap muka, dengan fokus pada penguasaan platform digital, manajemen kelas daring, serta penyusunan materi interaktif agar proses belajar tetap efektif tanpa batas jarak.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 29 Juni hingga 1 Juli 2026, dengan metode kombinasi daring dan luring yang melibatkan empat sekolah di Provinsi Maluku. 

SMA Negeri 1 Ambon ditunjuk sebagai sekolah induk dengan 30 guru mengikuti pelatihan secara langsung, sementara SMA Negeri 1 Seram Bagian Barat, SMA Negeri 1 Seram Bagian Timur, dan SMA Negeri 3 Kepulauan Aru mengikuti secara daring.

Baca juga: 33 Personel Polres SBT Naik Pangkat, Kapolres Tekan Peningkatan Profesionalisme dan Tanggung Jawab

Baca juga: BPJS Kesehatan Perkuat Peran Media Dalam Edukasi Jaminan Kesehatan Nasional

Sarlota menyampaikan apresiasi karena sektor pendidikan di Maluku masih menghadapi tantangan besar sebagai daerah kepulauan. Keterbatasan infrastruktur, listrik, jaringan internet, biaya, hingga faktor cuaca menjadi kendala dalam pemerataan akses pendidikan.

“Pelatihan ini menjadi jembatan penting untuk menggerakkan pendidikan di Maluku, dengan menciptakan guru yang kompeten, pemanfaatan teknologi yang memadai, serta sistem pendampingan yang baik,” ujarnya.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius agar mampu mengimplementasikan pembelajaran jarak jauh secara optimal di sekolah masing-masing.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Ambon, Dra. E. Laturiuw, M.Si, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendorong transformasi pembelajaran digital demi pemerataan akses pendidikan.

“Pembelajaran jarak jauh menjadi solusi strategis untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses,” katanya.

Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan mengajar, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa melalui pemanfaatan teknologi secara tepat.

Ia berharap para guru dapat menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan adaptif melalui penerapan sistem PJJ di masa mendatang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.