TRIBUNSTYLE.COM - Polda Jawa Barat telah menahan Taufik Hidayat, pria asal Kabupaten Bandung yang menjadi pelaku utama kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap kekasihnya, Yuvita Tri Rezeki (29).
Kasus ini memang memicu kemarahan publik lantaran kekejaman pelaku yang dilakukan selama bertahun-tahun hingga mengakibatkan korban kehilangan bibir, bahkan mata sampai buta.
Kronologi terbongkarnya kejahatan ini terjadi pada Juni 2026, saat pelaku dan korban menempati sebuah kamar kos di kawasan Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Perbuatan pelaku terungkap setelah ia membawa Yuvita ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena kondisi kesehatan korban yang memburuk akibat akumulasi penganiayaan.
Kecurigaan yang muncul dari tim medis RSHS saat mengidentifikasi luka fisik tidak wajar pada tubuh pasien menjadi kunci utama pengungkapan kasus ini.
Pelaku yang menyadari kejahatannya mulai tercium sempat melarikan diri selama beberapa hari.
Namun pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran dan berhasil meringkus tersangka di kawasan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Selasa (23/6/2026).
Saat ini, Taufik Hidayat telah mendekam di Mapolda Jawa Barat.
Statusnya pun sudah resmi sebagai tersangka kasus penganiayaan.
Lantas, bagaimana kondisi Yuvita Tri Rezeki?
Baca juga: Fakta Paket Kulkas Taufik Hidayat Penyekap Pacar di Bandung, Ternyata Fake Order, Siapa yang Jahil?
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin (29/6/2026).
Kedatangan Dedi untuk memastikan penanganan medis terhadap YTR, korban penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan Taufik Hidayat.
Dalam kunjungan tersebut, Dedi juga mendepositkan uang Rp1 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendukung proses pengobatan dan pemulihan korban.
Dedi mengatakan, dirinya bertemu langsung dengan Direktur RSHS dan tim dokter yang menangani YTR untuk memperoleh perkembangan terkini terkait kondisi korban, serta rencana penanganan medis ke depan.
"Ya, hari ini bertemu dengan Pak Direktur dan para dokter yang menangani, hampir 40 dokter yang menangani. Intinya adalah menanyakan perkembangan dan rencana-rencana ke depan dari sisi medis. Dan Insya Allah tadi sudah disampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mendampingi sampai sembuh," ujar Dedi.
Dedi juga meluruskan informasi terkait dana Rp1 miliar tersebut. Menurut Dedi, dana itu bukan berasal dari pribadi, melainkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Ralat aja dari saya, saya tidak mendepositkan uang Rp1 miliar. Yang mendepositkan adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat ya, bukan dari saya," katanya.
Direktur Utama RSHS, dr Rachim, mengatakan dana yang telah didepositkan akan digunakan untuk mendukung seluruh rangkaian perawatan dan tindakan medis yang dibutuhkan korban.
Baca juga: Taufik Hidayat Minta Diantar Ketemu KDM, Dadang Mantan Bos Tolak, Takut Ikut Dikeroyok: Saya Bonyok
Saat ini, tim dokter masih fokus menangani infeksi yang dialami pasien sebelum memasuki tahap operasi lanjutan.
"Alhamdulillah Pak KDM hari ini sudah mendepositkan uang Rp 1 miliar di Hasan Sadikin untuk kepentingan pasien ini dalam rangka perbaikan atau menyembuhkan. Jadi, kami sekarang ini dalam sebulan ini masih fokus di menghilangkan infeksinya," kata dr Rachim.
Menurutnya, tim medis telah menyusun rencana penanganan hingga satu tahun ke depan, karena pemulihan tidak hanya menyangkut kondisi wajah korban, tetapi juga fungsi anggota tubuh lainnya.
"Kami sudah membuat schedule, mungkin bisa sampai setahun untuk perbaikan semuanya. Karena bukan hanya wajah saja, untuk pergerakan pun kaki pun sama," katanya.
Terkait tindakan operasi, dr Rachim menjelaskan prosedur tersebut belum dapat dilakukan sebelum infeksi benar-benar teratasi.
"Bulan ini masih fokus di infeksinya. Jadi belum tuntas, nggak bisa kalau infeksi belum beres kita nggak bisa operasi, karena nggak akan sembuh," katanya.
(TribunStyle.com)(TribunJabar.id/Nazmi Abdurrahman)