TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Induk organisasi olahraga penyandang disabilitas, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Banyumas, akhirnya mendatangi gedung DPRD Kabupaten Banyumas, Senin (29/6/2026).
Mereka datang untuk melakukan audiensi terkait nasib para atlet di daerah tersebut.
Pengurus NPCI hadir bersama jajaran pelatih dan atlet, didampingi langsung oleh Kepala Bidang Olahraga Dinporabudpar Banyumas, Eko Purwanto.
Baca juga: 32 Atlet Difabel Banyumas Maju ke Kejurprov NPCI Jateng di Semarang, Target Bawa Pulang 17 Medali
Rombongan tersebut diterima langsung oleh Rachmad Imanda dari Komisi 4 dan Dodet Suryondaru dari Komisi I DPRD Banyumas.
Ketua NPCI Kabupaten Banyumas, Suwondo, mengatakan pertemuan ini difokuskan untuk membahas strategi pembinaan atlet disabilitas.
Sekaligus, momentum ini digunakan untuk koordinasi persiapan menghadapi dua ajang olahraga bergengsi, yakni Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) dan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) 2026.
Dia menilai, kedua ajang tersebut merupakan wadah vital untuk menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya akan diorbitkan menuju skala nasional. Namun, Suwondo tak memungkiri bahwa proses pembinaan atlet saat ini sedang terganjal oleh keterbatasan anggaran.
"Kami memiliki sekira 60-80 atlet yang rutin berlatih serius. Tapi kami masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan peralatan atlet dan biaya operasional mengikuti Perparpeda dan Perparprov," katanya.
Suwondo membeberkan, puluhan atlet berbakat tersebut merupakan hasil upaya sosialisasi yang gencar dilakukan sejak September 2022. NPCI Banyumas bahkan telah berhasil melahirkan atlet-atlet berkelas nasional dan internasional. Atlet yang dimaksud antara lain perenang Lutfi Afandi dan sprinter Sapto Yogo Purnomo.
"Kami berharap, ada perhatian dan dukungan untuk atlet-atlet kami dalam ajang Perparpeda dan Perparprov," ungkapnya penuh harap.
Menanggapi keluhan tersebut, Anggota Komisi 4 DPRD Banyumas, Rachmat Imanda, mengakui bahwa saat ini memang ada penurunan dana hibah untuk berbagai organisasi, termasuk NPCI. Hal itu merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran.
Tetapi ia menegaskan, DPRD tetap memberikan perhatian serius terhadap pembinaan atlet disabilitas yang telah mengharumkan nama Banyumas.
"Kami akan segera berkoordinasi dengan Dinporabudpar agar dukungan anggaran dapat diupayakan melalui mekanisme APBD Perubahan," ujarnya. (fba)