Minat Masuk Sekolah Rakyat di Sumenep Masih Rendah, Pendaftar SD Baru 4 Siswa
Dwi Prastika June 29, 2026 08:46 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di Kabupaten Sumenep, Madura, masih tergolong rendah, Senin (29/6/2026).

Hingga saat ini, jumlah calon peserta didik yang mendaftar belum memenuhi kuota yang ditetapkan pemerintah untuk tahun ajaran pertama.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, Abd Rahman Riadi mengatakan, pendaftar jenjang Sekolah Dasar (SD) baru sebanyak empat siswa.

Sementara itu, jumlah pendaftar jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 38 calon peserta didik.

"Untuk masing-masing jenjang disiapkan satu rombongan belajar (rombel) yang berisi 30 siswa, baik SD maupun SMP," kata Rahman, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, rendahnya jumlah pendaftar dipengaruhi masih adanya keraguan dari sebagian orang tua terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

Satu di antara penyebabnya ialah fasilitas pendidikan yang belum permanen.

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar direncanakan menggunakan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Batuan.

Menurut Rahman, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat memilih menunggu hingga sarana dan prasarana sekolah benar-benar siap digunakan.

Baca juga: Sekolah Rakyat Sampang Sasar 270 Siswa dari Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrem

"Fasilitas yang masih bersifat sementara menjadi salah satu pertimbangan orang tua. Mereka ingin melihat terlebih dahulu kesiapan sarana dan prasarana sekolah," terangnya.

Selain persoalan fasilitas, minimnya informasi yang diterima masyarakat juga menjadi faktor rendahnya minat pendaftaran.

Rahman menyebut masih banyak warga yang belum memahami konsep Sekolah Rakyat, mulai dari sistem pendidikan, pola pembelajaran hingga mekanisme penyelenggaraannya.

Karena itu, pihaknya berencana meningkatkan publikasi dan sosialisasi agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai program tersebut.

Baca juga: Baru 24 Siswa Lengkapi Berkas, Kuota Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sumenep Masih Jauh dari Target

"Ke depan, publikasi dan sosialisasi mengenai Sekolah Rakyat perlu dimaksimalkan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik dan tidak ragu mendaftarkan anaknya," jelasnya.

Perkuat Sosialisasi

Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Sami'oeddin meminta Dinsos P3A bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait memperkuat sosialisasi hingga ke tingkat desa.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar masyarakat mengetahui manfaat dan tujuan program Sekolah Rakyat sehingga minat pendaftaran dapat meningkat.

Baca juga: Gedung belum Siap, Siswa Baru Sekolah Rakyat Sumenep Terpaksa Belajar di Sampang

Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep segera memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih representatif.

"Dengan demikian, masyarakat mempunyai keyakinan bahwa Sekolah Rakyat benar-benar siap dan dapat menjadi alternatif pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak mereka," tegas politisi DPC PKB Sumenep ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.