TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Cuaca buruk memaksa sejumlah nelayan Pantai Purus Padang menganggur dan memutar otak demi menyambung hidup.
Nelayan Pantai Purus Padang di Kecamatan Padang Barat, Kota Padang ini mengaku harus meminjam uang kepada kerabat akibat tidak bisa melaut dalam sepekan terakhir.
Nelayan, Jumadi Awalludin (43) mengaku harus terpaksa meminjam uang agar bisa mencukupi kebutuhan hidup.
Sebab, cuaca buruk membuat ia dan nelayan lainnya tidak bisa melaut. Bahkan dalam sepekan, hanya bisa berlayar selama tiga hari.
Pada kesempatan itu juga, tangkapan ikan tidaklah memuaskan lantaran waktu melaut hanya bisa beberapa jam.
Baca juga: 21.436 Paket Bantuan Pangan Disalurkan untuk Warga Solok Selatan
"Kalau sudah tidak melaut begini dan tak ada uang, mau tidak mau harus pinjam uang untuk biaya sehari-hari, karena keluarga butuh makan," kata dia saat ditemui di Jalan Samudera, Purus, Senin (29/6/2026).
Kondisi cuaca sekarang sangat menyulitkan dia. Tidak hanya untuk biaya hidup sehari-hari, melainkan juga kebutuhan sekolah sang anak.
Pengakuan Jumadi Awalludin, ia tengah pusing memikirkan uang masuk sekolah sang anak ke tingkat SMA.
Biaya yang dibutuhkan mencapai Rp2.000.000, sementara ia tak bisa pergi melaut dan hasil tangkapan tidaklah memuasakan.
"Sekarang ini pusing, anak mau masuk SMA, butuh biaya Rp2.000.000, sedangkan saya tidak bisa ke laut," ujarnya.
Baca juga: PLN Pastikan Keandalan Listrik selama Ekraf Fest Bandagala 2026 di Pariaman
Ia berharap, semoga pemerintah bisa memberikan bantuan berupa sembako, biaya sekolah maupun mesin kapal yang baru untuknya.
Sebab, mesin kapalnya sudah tidak layak dan selama ini hanya bisa menumpang ke kapal nelayan lain.
"Saya hanya menumpang kalau ke laut, sudah 10 tahun kapal saya hancur, mau membeli tidak ada uang. Kalau kapal sendiri, hasil tangkapan tidak lagi dibagi," tutupnya.
Senada, nelayan lainnya Irvan juga mengaku meminjam uang jika tidak ke laut dan hasil tangkapan tak memuaskan.
Biasanya para nelayan menyisihkan uang saat hasil tangkapan memuaskan, namun untuk saat ini untuk ke laut saja susah.
"Kalau tidak ada ke laut, harus minjam uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mau bagaimana lagi, ke laut tidak bisa saat cuaca buruk ini," katanya.
Baca juga: Padang Perkuat Mitigasi Megathrust, Wako Fadly: Bencana Tak Bisa Dihilangkan, Warga Harus Siap
Cuaca buruk dan gelombang tinggi, nelayan di Pantai Purus, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang mengaku hanya tiga hari dapat melaut selama sepekan terakhir.
Ditemui TribunPadang.com di Jalan Samudera, Kelurahan Purus, sejumlah nelayan mengeluhkan kondisi tersebut.
Salah satu nelayan, Jumadi (49) mengaku tidak melaut hari ini karena melihat kondisi cuaca buruk di Pantai Padang.
"Tidak ke laut hari ini, tadi cuaca buruk, melihat itu, saya tidak berani pergi," kata dia memberikan keterangan, Senin (29/6/2026).
Berdasarkan pengamatannya pada subuh hari, Jumadi melihat hujan turun, angin kencang dan onbak besar.
Dengan pengalamannya selama ini mengarungi lautan, kondisi cuaca seperti itu diyakini tidak baik untuk memaksakan diri pergi melaut.
Baca juga: Sekdaprov Sumbar soal Daerah Istimewa: Sebenarnya Kita Sudah Diberi Keistimewaan lewat UU
"Kondisi cuaca subuh tadi hujan, angin kencang, dan ombak besar, makanya saya mengurungkan niat," jelasnya.
Apabila tetap dipaksakan, akibatnya kata Jumadi bisa fatal. Mulai dari kapal yang terombang ambing, hancur, hingga nelayan bisa kehilangan nyawa.
Untuk itu, atas dasar keselamatan, ia memilih tidak melaut meski mengaku tak ada pendapatan sepekan terakhir.
"Dalam sepekan ini, cuma tiga hari ke laut, cuaca buruk menjadi kendala. Kemarin sempat ke laut tiga jam, namun hasil tangkapan tak membuahkan hasil," ujarnya.
Senada, nelayan lainnya bernama Jumadi Awalludin (43) mengatakan hanya bisa pergi melaut tiga hari selama sepekan terakhir.
Bukan karena malas-malasan, cuaca buruk menjadi kendala ia dan nelayan lainnya untuk mencari peruntungan di laut Purus.
Baca juga: Cuaca Buruk Paksa Nelayan Padang Parkir Kapal, Seminggu Hanya Tiga Hari Melaut
"Sama, saya juga bisa melaut selama tiga hari, cuaca buruk menjadi kendala kita di lapangan," tuturnya.
Sementara hari ini, ia kembali tidak melaut, lantaran tanda-tanda cuaca buruk sudah diamati sejak subuh hari.
Meski tak dapat mencari rezeki di lautan hari ini, ia memilih membantu pedagang ikan di Jalan Samudera untuk mendapatkan sedikit uang.
"Sekarang hanya bantu-bantu teman jualan ikan di sini, meski uangnya tidak banyak, setidaknya bisa untuk membeli satu gantang beras, atau sekitar tiga liter levih," tutupnya. (*)