Pria di Florida Ditangkap karena Menyamar sebagai Polisi Setelah Berusaha Memberhentikan Mobil Polisi Sungguhan, Kata Pihak Berwenang
Rina Kusumawati June 29, 2026 09:28 PM

Ada keputusan buruk, dan ada pula keputusan yang begitu buruk hingga tampak sulit dipercaya. Menurut Kantor Sheriff Kabupaten Hillsborough di Florida, seorang pria tampaknya belajar pelajaran ini dengan cara yang keras setelah diduga mencoba melakukan pemberhentian lalu lintas palsu terhadap kendaraan dinas penyelidik sheriff yang sedang menyamar.


Insiden tersebut terjadi pada 24 Juni, ketika pihak berwenang mengatakan sebuah Chevrolet Suburban berwarna hitam menyalakan lampu darurat merah dan biru sambil mengikuti kendaraan lain di Jalan Raya U.S. 301 North di Thonotosassa, Florida. Suburban itu tampak berusaha melakukan pemberhentian lalu lintas. Namun, pengemudi Suburban—yang diidentifikasi polisi sebagai Nadi Jabar, berusia 46 tahun—bukanlah seorang petugas penegak hukum, dan kendaraan yang coba dihentikannya ternyata adalah mobil dinas sheriff yang sedang menyamar. Seperti yang dapat diduga, situasi ini berakhir buruk bagi Jabar.


Para deputi kemudian menghentikan Suburban tersebut, dan di dalamnya pihak berwenang menemukan perlengkapan lampu darurat ilegal, tambahan batang lampu darurat sepanjang dua kaki, serta sebuah senjata api yang, berdasarkan foto yang dirilis oleh kantor sheriff, tampak seperti pistol Sig Sauer. Jabar kemudian ditangkap dan didakwa dengan tuduhan penyamaran palsu, penggunaan lampu biru secara ilegal, serta kepemilikan senjata api saat melakukan tindak pidana.


Rekaman dari kamera tubuh petugas menunjukkan bahwa terdapat setidaknya satu orang lain di dalam Suburban bersama Jabar. Polisi tidak menyebutkan adanya penangkapan atau dakwaan tambahan, namun mereka menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung hingga 25 Juni.


Sheriff Kabupaten Hillsborough, Chad Chronister, menyampaikan pernyataan tegas setelah penangkapan tersebut. Ia mengatakan bahwa individu yang menyamar sebagai penegak hukum membahayakan pengemudi yang tidak bersalah dan merusak kepercayaan publik terhadap petugas yang sah. Ia menegaskan bahwa pemberhentian lalu lintas palsu bukanlah lelucon ringan—melainkan kejahatan serius dengan potensi konsekuensi berbahaya.


Jika Anda merasa ragu apakah suatu pemberhentian lalu lintas sah atau tidak, pihak kepolisian menyarankan untuk memperlambat kendaraan dan menuju ke lokasi umum yang terang sambil menelepon 911 untuk memverifikasi bahwa orang yang mencoba menghentikan Anda benar-benar seorang petugas penegak hukum. Dalam kasus ini, bagaimanapun, justru sang penyamar yang secara tidak sadar memilih kendaraan terburuk untuk dihentikan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.