TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Trenggalek menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi PBK Kejuruan Tata Boga Commis Chef. Program 14 hari atau 140 Jam Pelajaran ini merujuk standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi BNSP dengan target menekan Tingkat Pengangguran Terbuka TPT dan melahirkan wirausaha kuliner mandiri.
Pelatihan dibuka Senin (29/6/2026). Dari 80 pendaftar, hanya 20 peserta yang lolos seleksi ketat. Dua di antaranya penyandang disabilitas, sebagai wujud komitmen inklusivitas Disperinaker Trenggalek.
Ingin Produksi Mandiri dan Go Digital
Salah satu peserta, Siti Nurariyah 26, pemilik usaha kuliner On The Road OTR asal Kecamatan Dongko, mengikuti pelatihan untuk menambah variasi produk. Saat ini ia menjual kue pandan, cendol aren, hingga pancake viral secara keliling di Munjungan hingga Dongko.
Baca juga: Pilkades Serentak Trenggalek 2027: Calon Tunggal Bisa Lawan Bumbung Kosong
“Saya ingin lebih mengembangkan lagi usaha saya, terutama di bidang kuliner. Kebetulan ini jurusannya sangat pas, yaitu tata boga,” kata Arisa di lokasi pelatihan.
Arisa sudah merintis usaha sejak 2018 dan mengandalkan live streaming TikTok untuk mendongkrak omzet. Ia mengaku penjualan turun drastis saat pemadaman listrik membuat internet mati.
“Kalau tidak ada media sosial, omsetnya terasa sekali perbedaannya. Saya pernah jualan di Munjungan saat internet mati karena pemadaman lampu, pembelinya tidak seramai saat saya sambil live streaming,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini ia menargetkan bisa memproduksi seluruh menu secara mandiri tanpa bergantung pada pabrik atau pihak ketiga.
Fokus Standardisasi BNSP, Halal, dan Higienis
Kepala Disperinaker Trenggalek Christina Ambarwati Soemarno menyebut antusiasme warga terhadap tata boga sangat tinggi. Pelatihan menekankan standardisasi baku mutu, kelayakan industri, pengolahan pangan higienis dan halal, sesuai kurikulum nasional.
“Hari ini sudah dilaksanakan pembukaan pelatihan yang insyaallah akan diselenggarakan selama 14 hari atau setara dengan 140 Jam Pelajaran. Ini untuk pelatihan kejuruan tata boga standar BNSP atau commis chef,” ulas Christina.
Sertifikat BNSP diharapkan menjadi nilai tambah bagi peserta yang ingin membuka usaha sendiri maupun bekerja di industri kuliner.
Disperinaker juga menyiapkan pendampingan pascapelatihan. “Kalau untuk UMKM, kita memang fokus pada standardisasi usaha mereka. Misalnya belum memiliki sertifikat halal, belum memiliki merek, atau perlu uji nutrisi, itu yang bisa kita dampingi agar produk mereka memiliki standar,” jelasnya.
Baca juga: Raih Peringkat 2 Penilaian Kinerja PPA Award 2026, Pemkab Trenggalek Diganjar Penghargaan
Dukung Program Nasional MBG dan Desa Mandiri Pangan
Christina menambahkan, pelatihan vokasi tahun ini diorientasikan mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis MBG, Kawasan Desa Mandiri Pangan KDMP, hingga sekolah rakyat.
“Kami di tingkat daerah, melalui dinas, bergerak bersama seluruh OPD untuk mendukung penuh tugas-tugas dari pemerintah pusat agar pelaksanaannya di lapangan berjalan optimal,” pungkasnya.
Untuk keberlanjutan program tahun depan, Disperinaker masih menyesuaikan dengan dinamika kebijakan fiskal pusat dan rasionalisasi anggaran daerah.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)