Siswa OSN Bondowoso Tidak Terdata di Pusat, Sejumlah Wali Murid Datangi Disdik
Haorrahman June 29, 2026 08:52 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Sejumlah wali murid mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Bondowoso, Senin (29/6/2026), untuk meminta penjelasan terkait tidak munculnya nama anak-anak mereka dalam daftar peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, seluruh hasil seleksi peserta yang mengikuti OSN di lokasi SMPN 2 Tenggarang terancam tidak dapat diproses karena data peserta tidak masuk ke sistem. Padahal, batas akhir pengumpulan berkas ke pusat disebut telah berakhir pada 22 Juni 2026.

Salah seorang wali murid berinisial BP mempertanyakan kejelasan nasib para peserta. Menurutnya, cucunya sebelumnya pernah berprestasi dalam ajang yang sama sehingga sangat disayangkan apabila gagal melanjutkan kompetisi akibat persoalan administrasi.

"Ini kenapa, sampai hari ini tidak ada penjelasan," keluhnya.

Baca juga: Kreatif, Barista di Bondowoso Ciptakan Minuman E-Kotang, Hasil Perpaduan Kopi dan Tape

BP mengungkapkan, setelah bertemu dengan pihak Disdik Bondowoso, dinas menyampaikan telah mengirim surat kepada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan kini masih menunggu respons.

Ia berharap cucunya tetap mendapat kesempatan mengikuti OSN hingga tingkat nasional karena telah mempersiapkan diri sejak lama.

"Tahun kemarin juara dua di kabupaten, tapi kalah di provinsi," ujarnya.

Baca juga: Aksi Balap Liar di Dekat Pendopo Bondowoso Resahkan Warga, Kerap Kucing-kucingan dengan Polisi

Keluhan serupa disampaikan wali murid lainnya berinisial HS. Ia mengatakan hasil OSN tingkat kabupaten yang diumumkan hanya memuat peserta dari MTsN 2 Bondowoso (Matsada), sedangkan peserta yang mengikuti seleksi di SMPN 2 Tenggarang tidak tercantum.

"Semua SMP ini tidak ada datanya, tidak masuk. Datanya tidak terunggah ke pusat," katanya.

Menurut HS, hanya data peserta dari Matsada yang berhasil masuk ke sistem pusat. Ia mempertanyakan pelaksanaan OSN yang dilakukan di lokasi berbeda, padahal menurutnya seluruh peserta seharusnya mengikuti seleksi di satu titik pelaksanaan.

"Kenapa dapat izin begitu? Kan seharusnya berkumpul di satu lokasi. Semua SMP ini seharusnya ujian di satu tempat untuk OSN-K," jelasnya.

HS menduga pemisahan lokasi pelaksanaan berpengaruh terhadap proses pengiriman data peserta. Ia juga memperoleh informasi bahwa berkas yang dikirim ke pusat menggunakan format PDF, sementara petunjuk teknis mensyaratkan format JPG.

"Terus yang terkirim datanya hanya Matsada saja ke pusat. Pihak Dinas bilangnya sudah mengirim, tapi dalam bentuk PDF," ujarnya.

Menurutnya, perbedaan format tersebut diduga membuat dokumen tidak terbaca oleh sistem pusat.

Baca juga: Permintaan Meningkat Usai Pertamax Naik, Pertalite Sempat Habis di SPBU Bondowoso

"Tidak terbaca oleh pusat. Saat pengumuman, ya otomatis yang Matsada saja yang keluar karena sesuai ketentuan," tuturnya.

Akibat persoalan tersebut, para siswa yang mengikuti seleksi di SMPN 2 Tenggarang dinilai dirugikan karena berpotensi kehilangan kesempatan melanjutkan ke tingkat provinsi.

"Tahun kemarin anak saya juara di kabupaten. Nah, sekarang ini mau mengejar ke provinsi. Bagaimana mau ke provinsi sedangkan di tingkat kabupaten saja tidak selesai," keluh HS.

Penyebab

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan pihaknya masih menelusuri penyebab tidak tercantumnya data peserta OSN tersebut.

Menurutnya, Disdik telah mengirim surat kepada Puspresnas disertai bukti berupa tangkapan layar dan dokumentasi pelaksanaan OSN tingkat kabupaten.

Taufan menyebut persoalan serupa diduga tidak hanya terjadi di Bondowoso, tetapi juga dialami daerah lain, termasuk Kota Batu.

"(Kami) menanyakan ke Pusat Prestasi Nasional, kenapa? Padahal dari segala proses berjalan lancar," jelasnya.

Baca juga: Perputaran Ekonomi Festival Muharram Bondowoso Capai Rp 3 Miliar, Omset UMKM Terdongkrak

"Kami juga belum tahu pasti, apa karena itu," ujarnya.

Ia meminta para wali murid bersabar hingga Puspresnas memberikan jawaban resmi.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Disdik Bondowoso tidak hanya mengirim surat ke Puspresnas, tetapi juga mengutus perwakilan untuk berkoordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

"Kami sedang mengurusi ini, kami bertanggung jawab. Kami terus menanyakan hal ini ke Pusat Prestasi Nasional," pungkasnya.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.