TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, Tetep Abdulatip, menegaskan pendidikan di Jawa Barat tidak boleh hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi harus mampu membentuk manusia seutuhnya melalui penguatan karakter, religiusitas, budaya lokal, literasi digital, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pernyataan tersebut, disampaikan Tetep, dalam pandangan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan yang tengah dibahas DPRD Jawa Barat.
Menurut Tetep, sistem pendidikan harus diarahkan untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan nilai-nilai moral yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
"Dalam bidang pendidikan, Fraksi PKS menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya mengejar prestasi akademik, tetapi harus membentuk manusia yang utuh melalui penguatan karakter, religius, budaya lokal, literasi digital, dan kepedulian terhadap lingkungan," ujar Tetep Abdulatip, Senin (29/6/2026).
Tetep juga mendorong agar nilai-nilai Pancawaluya menjadi paradigma pendidikan di Jawa Barat. Konsep tersebut mencakup Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer sebagai landasan dalam membangun kualitas generasi masa depan.
"Fraksi PKS mendorong agar nilai-nilai Pancawaluya-Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer-menjadi paradigma pendidikan Jawa Barat sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia," ucapnya.