BPBD Bantul Dropping 15.000 Liter Air Bersih ke Lokasi Terdampak Kekeringan di Dlingo
Muhammad Fatoni June 29, 2026 09:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mulai melakukan droping air bersih sebanyak 15.000 liter untuk warga Padukuhan Loputih, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Dlingo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin, berujar dropping air bersih dilakukan sesuai permintaan warga setempat karena terdampak kekeringan.

Setidaknya, ada 200 jiwa yang membutuhkan dropping air bersih.

"Di lokasi itu karena kekeringan, sehingga sudah kami dropping air bersih pada Senin kemarin. Kemudian sudah kami sudah asistensi terkait dengan sumur komunitasnya," ucapnya, Senin (29/6/2026).

Disampaikannya, di lokasi tersebut terdapat penurunan muka air tanah signifikan.

Kemudian, warga setempat sudah menambah dua perlon, akan tetapi tidak terjangkau ke rumah warga.

Selanjutnya, BPBD Bantul melakukan asistensi dengan mencoba mengganti pompa air.

Maka dari itu, dropping air diberikan sebagai langkah emergensi yang diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar tiga atau empat hari.

"Tapi, sampai siang hari ini belum ada permintaan lagi. Dari daerah lain juga belum ada. Semoga, perbaikan pipa atau pompa air berhasil. Kalau belum berhasil, kami siap untuk memenuhi kebutuhan kekeringan air masyarakat," ucapnya.

Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap mengedepankan sikap hemat dalam menggunakan air.

Demikian pula dengan bantuan dropping air bersih yang diberikan BPBD Bantul, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan primer atau minum dan memasak.

Lebih lanjut, Mujahid menyebut bahwa pihaknya sudah menyiapkan skenario antisipasi musim kemarau seperti tahun 2023.

Kala itu potensi kekeringan di Bantul terjadi di 11 kapanewon. 

"Jadi itu boleh dikatakan ekstrem lah. Jadi pada 2026 ini, kami membuat skenario seperti tahun 2023. Karena potensinya sama, kondisi cuacanya sama. Dan kami sudah membuat mapping titik potensi kekeringan," jelas dia.

Baca juga: DPRD Bantul Bahas 4 Raperda: Kepariwisataan, Toko Swalayan, Modal BUMD, Pengelolaan Barang

Potensi Kekeringan

Tidak hanya itu, BPBD Bantul juga sudah melakukan komunikasi terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi kekeringan. 

Salah satunya yakni di Nawungan, Kapanewon Imogiri.

"Ada satu titik di Nawungan, kami sudah melakukan komunikasi dengan masyarakat terkait potensi kebutuhan air di sana. Jadi, pada prinsipnya, BPBD Bantul dalam mengantisipasi kemarau sudah membuat laporan kepada Pak Bupati," urainya.

Selain itu, BPBD Bantul juga sudah menyiapkan Surat Keputusan Siaga Darurat Kekeringan dan posko kekeringan Elnino 2026 untuk antisipasi kebutuhan dropping air bersih masyarakat. 

Pihaknya pun turut membagi ketugasan dan melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, hingga Dinas Sosial Bantul.

"Kami juga melakukan komunikasi dengan FPRB di kabupaten dan kalurahan. Sehingga, ketika terjadi permintaan kebutuhan air di masyarakat, kami saling berkomunikasi untuk disiapkan langkah emergensi," jelasnya.

Pihaknya pun telah melakukan pengecekan personel hingga peralatan mulai dari armada tangki, diesel penyedot air, hingga distribusi air. 

"Hanya, mengingat saat ini sudah ada beberapa lokasi yang mendapatkan aktivasi fasilitas Pamsimas, sehingga pada tahun 2026 diharapkan potensi kekeringan dapat berkurang," harapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.