Tragis! Warisan Barbershop Top Dikubur Rekan Bisnis, Ibu Kanker Kini Jualan Risol
Budi Sam Law Malau June 29, 2026 10:16 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Di balik gemerlap dan kesuksesan salah satu jaringan barbershop ternama serta lini perawatan rambut (NH) di Indonesia, tersimpan nestapa memilukan yang menimpa keluarga pendirinya.

Almarhum MS (36), salah satu sosok kunci sekaligus pemegang saham PT MMJ, meninggalkan warisan bisnis yang kini justru menjadi pemicu konflik hukum yang tajam.

Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, R Surya Nuswantoro, resmi melaporkan rekan bisnis almarhum berinisial AM ke Polda Metro Jaya.

Tak main-main, AM dibidik atas dugaan penggelapan dana perusahaan dan perbuatan melawan hukum.

Konflik ini bahkan telah melebar ke jalur perdata di Pengadilan Negeri Tangerang.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Papakilo Barbershop Usung Teknologi AI, Dilayani Robot dan Asisten Cantik

"Setelah almarhum meninggal dunia, hak dan kedudukan hukumnya sebagai pemegang saham seharusnya beralih kepada para ahli waris yang sah. Namun, faktanya hal tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya," ujar Surya dengan nada getir saat ditemui di Jakarta Timur, Senin (29/6/2026).

Aliran Dana Misteri Milyaran Rupiah

Perseteruan ini sejatinya telah membara selama hampir satu tahun sejak 2025. Surya membeberkan bahwa sepanjang periode Agustus hingga November 2025, AM diduga secara sepihak memindahkan dana milik PT MMJ ke rekening pribadinya tanpa sepengetahuan ahli waris.

Angkanya fantastis, berkisar antara Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar.

Padahal, sebagai bisnis yang gurih dengan estimasi keuntungan mencapai Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar per bulan, keluarga MS yang mengantongi akta notaris resmi sejak 28 November 2025 justru mengaku tidak menerima sepeser pun hak mereka.

Tiga kali somasi dilayangkan, namun AM bergeming. Pertemuan terakhir pada 10 Maret 2026 pun berakhir deadlock. AM dinilai selalu mencari celah dengan terus mempertanyakan surat penetapan ahli waris.

Jeritan Hati Sang Adik: Dari Bisnis Elit ke Jualan Risol

Di balik angka-angka miliaran yang disengketakan, ada drama kemanusiaan yang menyayat hati.

Adik kandung almarhum, Firly Ramadewi, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya atas sikap AM yang dinilai tidak kooperatif dan kerap "hilang timbul" saat diajak mediasi.

Sejak MS wafat akibat penyakit autoimun, roda ekonomi keluarga berputar drastis ke titik nadir.

MS yang selama ini menjadi tulang punggung, kini tak lagi bisa membiayai pengobatan ibundanya yang tengah berjuang melawan kanker darah dan penyakit jantung.

"Ibu harus dapat obat ke rumah sakit, sekarang saya harus beli obat untuk ibu secara online atau kadang ke Pasar Pramuka," tutur Firly dengan mata berkaca-kaca.

Demi menyambung hidup dan menebus obat-obatan yang mahal, sang ibu yang sedang sakit parah bahkan terpaksa harus berjualan risol dan makanan ringan.

Keluarga berharap AM memiliki itikad baik dan hati nurani untuk menyelesaikan kemelut ini secara transparan di hadapan hukum yang kini sudah memasuki tahap penyidikan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.