Eko Suwanto Ucapkan Duka Cita Atas Wafatnya 5 SPPI KDMP, Desak Evaluasi Total dan Hentikan Latsarmil
Muhammad Fatoni June 29, 2026 09:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komisi A DPRD DIY mendesak pemerintah melakukan evaluasi total dan menghentikan latihan dasar militer (Latsarmil) para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang merupakan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Desakan itu muncul seusai meninggalnya lima peserta Latsarmil saat menjalani pelatihan di kamp bersama militer.

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto, juga menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya mereka.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya saudara-saudara kita yang mengikuti Latsar Manajer KDMP. Semoga amal ibadahnya diterima Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Eko Suwanto kepada wartawan di Yogyakarta, Senin (29/6/2026).

Mendapati kejadian yang menyesakkan ini, politisi yang dikenal sebagai inisiator Sinau Pancasila ini meminta agar proses pelatihan dihentikan sementara, dan melakukan evaluasi seluruh aspek kegiatan.

“Kami minta kegiatan ini dihentikan dan dievaluasi. Keselamatan peserta harus menjadi unsur utama yang dipastikan, jangan sampai ada lagi korban meninggal," kata Eko Suwanto.

Menurutnya, evaluasi pelatihan merupakan hal yang penting, termasuk mencakup standar rekrutmen peserta, metode pelatihan, kurikulum, kompetensi instruktur, sarana prasarana hingga dukungan layanan kesehatan selama pelatihan berlangsung.

Eko menyebut proses seleksi peserta semestinya diawali dengan pemeriksaan kesehatan yang memadai, termasuk penelusuran riwayat penyakit.

Hal tersebut penting agar penyelenggara mengetahui kondisi setiap peserta dan mampu memberikan perlindungan selama mengikuti pelatihan.

"Ada peserta dengan catatan henti jantung. Ini harus didalami, apakah sebelum pelatihan dilakukan tes kesehatan, apakah selama pelatihan juga ada pemeriksaan kesehatan," kata Eko Suwanto.

Baca juga: Lima Calon Manajer KDMP Meninggal, Pusham UII Desak Asesmen dan Proses Hukum

Evaluasi

Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan pentingnya evaluasi terhadap metode pelatihan yang diterapkan.

Menurutnya, materi pembentukan karakter dan kedisiplinan harus disesuaikan dengan kebutuhan calon manajer koperasi, tanpa mengabaikan kondisi fisik peserta.

"Jangan metode latihan sepakbola dipakai untuk panjat tebing. Metode pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan pesertanya. Mungkin yang lebih dibutuhkan adalah pembentukan kedisiplinan, manajemen, mental model, kejujuran, dan integritas," ujar Eko Suwanto.

Ia pun mengingatkan agar penyelenggara tidak menerapkan pola aktivitas yang berlebihan.

Selain evaluasi internal, Eko Suwanto meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi secara menyeluruh, terbuka, dan berkeadilan atas meninggalnya lima peserta tersebut.

"Aparat penegak hukum harus melakukan pendalaman, investigasi secara transparan dan menerapkan proses hukum atas meninggalnya lima warga negara Indonesia. Libatkan para ahli dan praktisi yang memahami standar pelatihan serta metode pengembangan peserta," katanya.

Hal utama yang penting dijalankan yaitu standar penyelenggaraan pelatihan.

Saat ada peserta mengalami luka misalnya, harusnya menjadi perhatian serius, apalagi hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

"Dalam standar pelatihan yang kedepankan keselamatan, luka saja tidak boleh, apalagi meninggal. Maka harus ada pihak yang bertanggung jawab secara hukum. Ini penting sebagai koreksi dan evaluasi terhadap program-program pemerintah," ujarnya. (*)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.