Waymo sedang melakukan penarikan kembali hampir 4.000 kendaraan rideshare otonom setelah sistem mengemudi generasi kelima milik perusahaan teknologi yang berbasis di California tersebut berulang kali memasuki area konstruksi jalan tol yang ditutup.
Penarikan yang diajukan ke Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) pada 17 Juni ini mencakup 3.871 unit Jaguar I-Pace dan berfokus pada perangkat lunak operasional Waymo. Regulator federal memperkirakan bahwa 100 persen dari 3.871 unit tersebut berpotensi mengalami masalah yang sama.
Akar permasalahan terletak pada pemrograman sistem mengemudi yang dirancang untuk lebih memprioritaskan penghindaran bahaya lain di jalan tol dibandingkan dengan area konstruksi yang ditutup, menurut dokumen penarikan tersebut. "Dalam kondisi tertentu, kendaraan otonom (AV) dapat memasuki dan melaju di area konstruksi jalan tol karena secara keliru memprioritaskan penghindaran bahaya lain di jalan tol dan/atau gagal mengenali area konstruksi," demikian bunyi pemberitahuan penarikan tersebut.
Perusahaan yang berkantor pusat di Mountain View ini pertama kali menyadari masalah tersebut pada 20 April, ketika komite keselamatan lapangan Waymo mulai mengadakan serangkaian rapat untuk meninjau kejadian di mana kendaraan otonom memasuki atau hampir memasuki zona konstruksi yang ditutup. Secara spesifik, kendaraan otonom tersebut gagal mengenali tanda penutupan jalur dan tetap melaju melewati rambu penutupan menuju zona konstruksi jalan tol yang telah direncanakan sebelumnya. Waymo mencatat enam insiden seperti ini pada April 2026 di Phoenix, Arizona. Selain itu, terdapat tujuh insiden tambahan pada Mei 2026 di San Francisco, California, di mana kendaraan Waymo melaju di antara kerucut lalu lintas yang menandai penutupan jalur di lajur sebelah karena sistem mengemudi otomatis (ADS) memprioritaskan penghindaran bahaya lain di jalan tol secara tidak tepat dan/atau gagal mengenali area konstruksi.
Dewan keselamatan Waymo meninjau seluruh kejadian tersebut pada 1 Juni 2026 dan memutuskan untuk memulai penarikan pada 8 Juni 2026. Seperti biasanya, solusi atas masalah ini adalah pembaruan pada perangkat lunak operasional yang mengendalikan kendaraan rideshare otonom. Waymo menyatakan bahwa peningkatan perangkat lunak baru akan mencegah kendaraan memasuki zona konstruksi, mendeteksi ketika kendaraan berada di area konstruksi, serta menambahkan protokol operasional tambahan. Proses perbaikan ini saat ini sedang berlangsung dan akan diterapkan segera setelah siap; sementara itu, Waymo membatasi akses kendaraan otonomnya ke beberapa ruas jalan tol untuk meminimalkan kemungkinan kejadian serupa.