Sepak Terjang Suhardiman Amby, Anggota DPRD Riau dan Bupati Kuansing, Dikabarkan Terjaring OTT KPK
Nolpitos Hendri June 29, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berikut sepak terjang Suhardiman Amby sebagai anggota DPRD Riau dan Bupati Kuansing hingga dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi atau OTT KPK pada Senin (29/06/2026).

Sebelum menjadi Bupati Kuansing, karier politik Suhardiman Amby matang di lembaga legislatif selama dua periode penuh, menjadikannya legislator yang memahami mekanisme anggaran, peraturan, dan aspirasi daerah.

Periode I tahun 2004 – 2009, Suhardiman Amby terpilih menjadi anggota DPRD Riau melalui PKNI lalu PKNU.

Periode II tahun 2014 – 2019, Suhardiman Amby terpilih menjadi anggota DPRD Riau melalui Hanura (baru bergabung 2013)

Tidak melanjutkan 2019–2024, Suhardiman Amby tidak melanjutkan, fokus mengurus organisasi dan partai.

Saat menjadi anggota DPRD Riau tersebut, Suhardiman Amby menempati posisi dan peran strategis yakni : 

- Menjadi Anggota Komisi yang membidangi : Keuangan, Perencanaan Pembangunan, Ekonomi, dan Infrastruktur -- sesuai latar belakang pendidikannya di bidang akuntansi dan manajemen

- Pernah menjabat Wakil Ketua Fraksi serta pengurus alat kelengkapan dewan, terlibat langsung dalam penyusunan APBD Provinsi Riau setiap tahun

Sebagai putra daerah, ia menjadi jembatan utama aspirasi masyarakat Kuantan Singingi ke tingkat provinsi

Berikut kinerja dan sepak terjang Suhardiman Amby selama menjadi anggota DPRD Riau :

1. Memperjuangkan Alokasi Dana Pembangunan

Mengusulkan peningkatan anggaran untuk jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas pendidikan/kesehatan di wilayah Kuansing dan kawasan pedalaman Riau

Mengawal agar dana desa dan dana otonomi khusus tersalurkan tepat sasaran

2. Pengawasan dan Transparansi Keuangan

Mengkritik penggunaan anggaran yang tidak efisien, mendorong laporan keuangan daerah terbuka dan dapat diakses publik

Menjadi salah satu inisiator peraturan daerah yang memperketat pengawasan pengadaan barang/jasa

3. Perjuangan Aspirasi Sosial dan Budaya

Mendukung pelestarian tradisi Pacu Jalur sebagai aset budaya dan pariwisata andalan Riau

Mengusulkan program peningkatan kesejahteraan petani dan perkebunan, yang menjadi tulang punggung ekonomi Kuansing

4. Jembatan Politik Antar Daerah

Memperkuat kerja sama antara kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi, mempermudah akses izin dan bantuan pembangunan.

Fasilitasi kerja sama Kuansing dengan kabupaten lain dan lembaga provinsi, mempermudah izin dan bantuan program.

5. Perjuangkan Dana Pembangunan Kuansing

Dorong alokasi khusus untuk jalan lintas daerah, jembatan, irigasi, sekolah, dan puskesmas di wilayah pedalaman

Kawal agar dana perimbangan dan bantuan provinsi tersalurkan tepat sasaran

6. Pengawasan dan Transparansi Keuangan

Kritis terhadap pemborosan APBD; usulkan aturan pengadaan barang/jasa lebih ketat

Dorong laporan keuangan dibuka untuk publik guna mencegah penyimpangan

7. Aspirasi Sosial dan Budaya

Jadi perantara utama keluhan petani, pekebun, dan masyarakat perbatasan ke pemprov

Perjuangkan Pacu Jalur sebagai warisan budaya dan aset pariwisata unggulan Riau

Masa menjadi anggota DPRD Riau memberi Suhardiman Amby pemahaman mendalam tentang tata kelola anggaran, hukum daerah, dan cara mengawal kebijakan -- menjadi modal kuat saat kemudian menjabat Plt. Bupati dan Bupati definitif.

Suhardiman Amby dianggap sebagai legislator yang dekat dengan rakyat, tidak sekadar bicara, tapi membawa usulan yang bisa diwujudkan di lapangan.

Menguasai seluk-beluk penyusunan kebijakan, anggaran, dan pengawasan -- modal terkuat saat menjadi Bupati.

Dikenal sebagai wakil rakyat yang dekat ke lapangan, tidak hanya bicara di gedung dewan.

Setelah masa jabatan di DPRD Provinsi Riau berakhir (2019), kariernya beralih dari legislatif ke eksekutif, hingga kini memimpin Kuansing penuh dua periode.

1. Masa Transisi dan Penguatan (2019–2021)

2019–2020 : Menjadi Ketua DPC Partai Hanura Kuansing, lalu pindah ke Partai Gerindra (2022) dan dipercaya sebagai Ketua DPC Gerindra setempat.

Fokus membangun basis politik, menyusun strategi pengabdian, dan melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Doktor (S3) tahun 2024.

Menjadi jembatan komunikasi antara partai, masyarakat, dan pemerintah daerah.

2. Masuk Jalur Eksekutif (2021)

Juni 2021 : Terpilih dan dilantik sebagai Wakil Bupati Kuansing mendampingi Andi Putra

20 Oktober 2021 : Diangkat menjadi Plt. Bupati menggantikan Bupati yang tersandung kasus hukum

Tugas utama : Menjaga stabilitas pemerintahan, melanjutkan program, dan memastikan pelayanan publik berjalan lancar

Mengandalkan pengalaman di bidang anggaran dan pengawasan saat di DPRD

3. Bupati Definitif Periode I (14 Juli 2023 – 19 Februari 2025) Dilantik resmi oleh Gubernur Riau

Program unggulan : 

- Infrastruktur : Perbaikan jalan lintas desa, jembatan gantung, irigasi sawah

- Kesehatan : Berobat gratis, penambahan puskesmas, ambulans desa

- Pendidikan : Bantuan siswa, perbaikan ruang kelas, beasiswa mahasiswa

- Ekonomi : Dukungan petani/pekebun, kemudahan perizinan usaha

- Budaya : Memajukan Pacu Jalur jadi acara nasional/internasional

4. Terpilih Kembali dan Menjabat Sekarang (20 Februari 2025 – Sekarang)

Menang Pilkada 2024 dengan 51,69 persen suara, dilantik Presiden RI periode 2025–2030

Fokus utama saat ini : 

- Mempercepat konektivitas antarwilayah

- Reforma agraria dan kepastian hak tanah

- Pengembangan ekonomi kerakyatan dan pariwisata

- Tata kelola yang bersih dan transparan

Per 29 Juni 2026 : Sudah menjabat sebagai Bupati resmi selama 1.081 hari, atau total sejak Plt sekitar 1.713 hari

Dari pengawas dan perumus kebijakan di DPRD --> menjadi pelaksana kebijakan dan pembangun daerah. Pengalaman legislatif menjadi modal kuat agar pembangunan tepat sasaran dan tidak boros anggaran.

Ringkasan :  

Masa Jabatan dan Afiliasi Partai

Periode I :  2004 – 2009 menjadi anggota DPRD Riau melalui PKNI lalu PKNU.

Periode II : 2014 – 2019 menjadi anggota DPRD Riau melalui Hanura (baru bergabung 2013)

Tidak melanjutkan 2019–2024, fokus mengurus organisasi dan partai.

Posisi dan Peran Strategis

Menjadi Anggota Komisi yang membidangi : Keuangan, Perencanaan Pembangunan, Ekonomi, dan Infrastruktur -- sesuai latar belakang pendidikannya di bidang akuntansi dan manajemen

Pernah menjabat Wakil Ketua Fraksi serta pengurus alat kelengkapan dewan, terlibat langsung dalam penyusunan APBD Provinsi Riau setiap tahun

Sebagai putra daerah, ia menjadi jembatan utama aspirasi masyarakat Kuantan Singingi ke tingkat provinsi

1. Memperjuangkan Alokasi Dana Pembangunan

Mengusulkan peningkatan anggaran untuk jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas pendidikan/kesehatan di wilayah Kuansing dan kawasan pedalaman Riau

Mengawal agar dana desa dan dana otonomi khusus tersalurkan tepat sasaran

2. Pengawasan dan Transparansi Keuangan

Mengkritik penggunaan anggaran yang tidak efisien, mendorong laporan keuangan daerah terbuka dan dapat diakses publik

Menjadi salah satu inisiator peraturan daerah yang memperketat pengawasan pengadaan barang/jasa

3. Perjuangan Aspirasi Sosial dan Budaya

Mendukung pelestarian tradisi Pacu Jalur sebagai aset budaya dan pariwisata andalan Riau

Mengusulkan program peningkatan kesejahteraan petani dan perkebunan, yang menjadi tulang punggung ekonomi Kuansing

4. Jembatan Politik Antar Daerah

Memperkuat kerja sama antara kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi, mempermudah akses izin dan bantuan pembangunan.

Fasilitasi kerja sama Kuansing dengan kabupaten lain dan lembaga provinsi, mempermudah izin dan bantuan program.

5. Perjuangkan Dana Pembangunan Kuansing

Dorong alokasi khusus untuk jalan lintas daerah, jembatan, irigasi, sekolah, dan puskesmas di wilayah pedalaman

Kawal agar dana perimbangan dan bantuan provinsi tersalurkan tepat sasaran

6. Pengawasan dan Transparansi Keuangan

Kritis terhadap pemborosan APBD; usulkan aturan pengadaan barang/jasa lebih ketat

Dorong laporan keuangan dibuka untuk publik guna mencegah penyimpangan

7. Aspirasi Sosial dan Budaya

Jadi perantara utama keluhan petani, pekebun, dan masyarakat perbatasan ke pemprov

Perjuangkan Pacu Jalur sebagai warisan budaya dan aset pariwisata unggulan Riau

Sepak Terjang Suhardiman Amby : Pasca DPRD Riau Hingga Saat Ini

Setelah masa jabatan di DPRD Provinsi Riau berakhir (2019), kariernya beralih dari legislatif ke eksekutif, hingga kini memimpin Kuansing penuh dua periode.

1. Masa Transisi dan Penguatan (2019–2021)

2019–2020 : Menjadi Ketua DPC Partai Hanura Kuansing, lalu pindah ke Partai Gerindra (2022) dan dipercaya sebagai Ketua DPC Gerindra setempat

Fokus membangun basis politik, menyusun strategi pengabdian, dan melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Doktor (S3) tahun 2024

Menjadi jembatan komunikasi antara partai, masyarakat, dan pemerintah daerah

2. Masuk Jalur Eksekutif (2021)

Juni 2021 : Terpilih dan dilantik sebagai Wakil Bupati Kuansing mendampingi Andi Putra

20 Oktober 2021 : Diangkat menjadi Plt. Bupati menggantikan Bupati yang tersandung kasus hukum

Tugas utama : Menjaga stabilitas pemerintahan, melanjutkan program, dan memastikan pelayanan publik berjalan lancar

Mengandalkan pengalaman di bidang anggaran dan pengawasan saat di DPRD

3. Bupati Definitif Periode I (14 Juli 2023 – 19 Februari 2025) Dilantik resmi oleh Gubernur Riau

Program unggulan : 

- Infrastruktur : Perbaikan jalan lintas desa, jembatan gantung, irigasi sawah

- Kesehatan : Berobat gratis, penambahan puskesmas, ambulans desa

- Pendidikan : Bantuan siswa, perbaikan ruang kelas, beasiswa mahasiswa

- Ekonomi : Dukungan petani/pekebun, kemudahan perizinan usaha

- Budaya : Memajukan Pacu Jalur jadi acara nasional/internasional

4. Terpilih Kembali dan Menjabat Sekarang (20 Februari 2025 – Sekarang)

Menang Pilkada 2024 dengan 51,69 % suara, dilantik Presiden RI periode 2025–2030

Fokus utama saat ini : 

- Mempercepat konektivitas antarwilayah

- Reforma agraria dan kepastian hak tanah

- Pengembangan ekonomi kerakyatan dan pariwisata

- Tata kelola yang bersih dan transparan

Per 29 Juni 2026 : Sudah menjabat sebagai Bupati resmi selama 1.081 hari, atau total sejak Plt sekitar 1.713 hari

Inti Jejak Karier

Dari pengawas dan perumus kebijakan di DPRD --> menjadi pelaksana kebijakan dan pembangun daerah. Pengalaman legislatif menjadi modal kuat agar pembangunan tepat sasaran dan tidak boros anggaran.

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.