TRIBUNBENGKULU.COM - Kasus penyekapan dan penganiayaan brutal yang dialami Yuvita Tri Rezeki (YTR) selama tiga tahun menyisakan banyak pertanyaan.
Salah satunya, mengapa Yuvita tidak pernah berhasil kabur dari tangan pacarnya, Taufik Hidayat.
Jawaban atas pertanyaan itu akhirnya diungkap keluarga Yuvita saat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Keluarga menceritakan kondisi Yuvita selama menjadi korban penyiksaan hingga membuatnya tak mampu melarikan diri.
Beruntung Yuvita akhirnya berhasil diselamatkan meski saat ditemukan kondisinya sangat memprihatinkan.
Ayah Yuvita, Irin, menjadi orang pertama yang menceritakan kondisi putrinya setelah dievakuasi.
Ia menggambarkan kondisi Yuvita sangat memprihatinkan akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat selama puluhan bulan.
Setelah dievakuasi, Yuvita segera mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.
Tim medis menemukan berbagai luka serius yang menunjukkan dampak penyiksaan yang dialaminya dalam waktu panjang.
Kini, proses hukum terhadap Taufik Hidayat terus berjalan, sementara Yuvita menjalani perawatan dan pemulihan dengan dukungan dari keluarga.
Kepala Yuvita membusuk dan dipenuhi belatung dan nanah.
Telinga serta matanya pun terluka parah hingga nyaris tak berbentuk.
Sementara bibir atasnya hilang, kondisi wajahnya dipenuhi luka lebam dan sayatan.
Miris melihat kondisi sang putri, Irin pun menahan tangis.
Hingga akhirnya Irin lega melihat keadaan Yuvita sekarang yang sudah jauh membaik.
Meski begitu, di beberapa bagian wajah dan tubuh Yuvita masih terdapat luka parah.
Mendengar cerita dari keluarga korban, Dedi Mulyadi meringis bak ngeri.
"Sekarang udah sembuh, sebagian dijahitin semua. Ini di sini (telinga) masih bolong tapi udah kering enggak keluar (nanah). Cuma kuping ini yang satu kan bekas pemukulan jadi tulang-tulangnya udah rapat," ungkap Irin.
"Kupingnya nempel karena?" tanya Dedi Mulyadi.
"Karena sering dipukul, di sini kan rada memar," kata Irin.
"Karena sering dipukul jadinya (telinga) nempel? ya Allah," pungkas Dedi Mulyadi.
Selain kepala membusuk dan bibir hilang, Yuvita juga mengalami patah di bagian hidung dan rahang.
Kondisi Yuvita yang terluka parah itu adalah akibat perbuatan keji Taufik.
Diakui Yuvita, ia sering dipukul menggunakan berbagai macam benda oleh Taufik sejak tiga tahun lalu.
"Tulang rahang kan katanya sempat patah tapi nyambung lagi kata dokternya jadi sekarang kaku. Kemarin sih bilangnya gitu," ujar Melani.
"Patah dipukul tangan atau helm?" tanya Dedi Mulyadi.
"Katanya banyak lah (Taufik) mukulnya, pertama pakai helm, kursi juga pernah, pakai tangan, pakai gantungan besi," imbuh Irin.
Bak bergidik mendengar cerita dari Yuvita, Dedi Mulyadi penasaran.
Yakni apa alasan Taufik Hidayat begitu sadis menyiksa Yuvita yang notabene kekasihnya.
Terkait dengan hal tersebut, Melani pun mengungkap curhatan Yuvita.
"Kenapa disiksa seperti itu?" tanya Dedi Mulyadi.
"Katanya awalnya tuh setelah hartanya Vita habis, mulai penyiksaan dimulai," imbuh Melanie.
Rupanya, awal mula Yuvita dianiaya adalah saat hartanya perlahan habis dikuras Taufik.
"Tabungannya diambil, berapa diambil (Taufik)," tanya Dedi.
"Kalau dari barang-barang totalnya Rp52 juta. Tapi kalau katanya BPJS kan dicairin," ungkap Melani.
"Berapa BPJS dicairin?" tanya Dedi lagi.
"Kurang tahu," jawab Melani.
Bukan cuma hartanya dikuras, Yuvita juga harus menanggung beban lainnya.
Yakni identitasnya dipakai oleh Taufik untuk pinjol.
"Katanya buat pinjol juga (atas nama Yuvita), paylatter juga dipakai," ungkap Melani.
"Vita pakai emas?" tanya Dedi.
"Pakai, semuanya dijual-jualin," imbuh Melani.
Saat mendengar cerita dari sang putri, Irin mengaku heran dengan pemikiran Taufik.
"Waktu itu mungkin dalam keadaan cinta, mungkin dijanjiin. Habis tabungan, tidak ada lagi yang bisa diambil, tumbuh emosi," ungkap Dedi.
"Saya kepenginnya kalau udah gitu pulangin aja (Vita ke rumah)," pungkas Irin.
"Ya mungkin dia takut dituntut," timpal Dedi.
Di tengah trauma mendalam akibat penganiayaan brutal yang dilakukan pacarnya sendiri, Yuvita Tri Rezeki (YTR) tak kehilangan semangat untuk menata kembali hidupnya.
Meski kini harus menerima kenyataan pahit kehilangan penglihatan secara permanen serta menjalani pemulihan fisik dan mental, Yuvita masih menyimpan mimpi besar untuk masa depannya.
Korban yang mengalami penyekapan dan penyiksaan mengerikan itu berharap suatu hari nanti bisa kembali melihat dan menjalani hidup seperti semula.
"Dia bilang pengen bisa lihat lagi, pengen bisa melihat lagi," ungkap adik kandung Yuvita, Syahrul Ulum, Senin (22/6/2026).
Tak hanya berharap pulih, Yuvita juga telah memiliki rencana untuk membangun kembali kehidupannya. Jika kondisinya membaik, ia ingin membuka usaha warung sembako sebagai sumber penghasilan.
"Dia bilang nanti kalau ada rezeki pengen membuka warung sembako, pengen dagang," katanya.
Sebelum menjadi korban penganiayaan, Yuvita dikenal sebagai perempuan pekerja keras. Di mata keluarga maupun rekan kerjanya, ia memiliki kemampuan yang baik, terutama dalam bidang matematika.
Kemampuan tersebut membuat kariernya berkembang cukup pesat. Dari posisi awal di bagian produksi, Yuvita dipercaya menjadi staf dan bahkan disebut memiliki peluang untuk dipromosikan sebagai leader.
Kini, keluarga hanya berharap Yuvita dapat pulih secara fisik maupun mental agar dapat kembali menjalani kehidupannya dan mewujudkan mimpi yang masih ia simpan.
Perjuangan Yuvita juga mendapat perhatian luas dari masyarakat. Pengacara Hotman Paris bersama Tim Hotman 911 menggalang donasi untuk membantu proses pemulihan korban.
Anggota Tim Hotman 911, Raden Reza, mengatakan penggalangan dana dilakukan tidak hanya untuk membantu kebutuhan pengobatan, tetapi juga mendukung pemulihan jangka panjang korban.
Saat dihubungi pada Rabu (24/6/2026) malam, Reza menyebut dana yang terkumpul telah mencapai sekitar Rp700 juta dan diperkirakan terus bertambah.
Perkiraan itu terbukti. Hanya dalam waktu semalam, jumlah donasi meningkat hingga mencapai Rp1,3 miliar.
Melalui akun Instagram pribadinya, Hotman Paris mengungkapkan perkembangan tersebut.
"Sumbangan untuk korban penyekapan 3 tahun sudah 1,3 miliar! Hotman tidak pansos! Hotman sudah puluhan tahun bantu rakyat miskin dari mulai Kopi Joni sampai dengan Hotman 911," tulis Hotman.
Reza menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk membantu proses rekonstruksi wajah Yuvita, pemulihan trauma psikologis, serta kebutuhan medis lainnya.
Selain bantuan masyarakat, pemerintah juga memastikan akan mendampingi proses pemulihan korban. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah akan menanggung perawatan medis hingga seluruh proses rekonstruksi wajah selesai dilakukan.
"Dan kita akan merawat sampai rekonstruksi, karena ini kan terjadi juga wajahnya harus direkonstruksi," kata Budi di Sepolwan Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).
Menurut Budi, penanganan korban dilakukan secara terpadu. Kementerian Kesehatan menangani aspek medis, pemerintah daerah membantu kebutuhan ekonomi korban dan keluarganya, sedangkan pendampingan sosial dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita menyita perhatian publik setelah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Sementara proses hukum terhadap pelaku terus berjalan, Yuvita kini berjuang untuk pulih dan mewujudkan mimpi besarnya di tengah trauma yang masih membekas.