Sosok Arif ABK KM Ocean Three Ditemukan Meninggal di Natuna, Dikenal Mandiri dan Pekerja Keras
Eko Setiawan June 29, 2026 11:37 PM

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Tragedi tenggelamnya KM Ocean Three di perairan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban.

Meski nahkoda kapal, Wan Zaidan (47) berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, kabar pilu datang pada hari ketiga operasi pencarian.

Salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Arif (20), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di perairan antara Pian Padang dan Pulau Kemudi, Senin (29/6/2026) pagi.

Sementara seorang ABK lainnya, Yoga, hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Kepergian Arif menyisakan luka mendalam bagi keluarga, kerabat, maupun sahabat yang mengenalnya.

Di mata orang-orang terdekatnya, Arif bukan hanya dikenal sebagai sosok yang manduri dan pekerja keras, tetapi juga pribadi yang mudah bergaul dan selalu membawa keceriaan.

Arif diketahui bertempat tinggal di RT Pian Tedung, Meso, Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur.

Pria muda yang masih lajang itu diketahui tinggal bersama kakak laki-lakinya. Sementara sang ibu telah meninggal dunia, sedangkan ayahnya saat ini berada di Teluk Buton.

Kepala Desa Batu Gajah, Kurniawan, membenarkan bahwa korban yang ditemukan Tim SAR merupakan warganya.

"Ya, korban yang ditemukan tadi pagi benar itu Arif. Betul itu warga Desa Batu Gajah, tepatnya di RT Pian Tedung," katanya.

Kurniawan mengatakan, jenazah Arif langsung dibawa ke rumah duka di Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan, sebelum dimakamkan pada Senin sore.

"Sudah dimakamkan sore tadi lepas Ashar. Almarhum ini kerja di kapal Ocean Three itu, infonya belum lama juga kerja di situ," ujarnya.

Kepergian Arif pun mengejutkan banyak rekannya.

Salah satunya Hadi (21), warga Singgang Bulan yang juga kerabat dekat Arif mengaku tak menyangka temannya menjadi korban dalam insiden tersebut.

"Ya saya kenal dekat dengan Arif, kami berteman cukup dekat. Dapat kabar dia jadi korban itu terkejut sekali," ujarnya kepada Tribunbatam.id.

Menurutnya, Arif sebenarnya berasal dari Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat.

Namun sekitar dua tahun terakhir memilih menetap di Desa Batu Gajah dan tinggal bersama sang kakak.

"Almarhum asalnya dari Sedanau. Baru sekitar dua tahunan lah menetap di sini. Dia tinggal sama abangnya. Ibunya sudah meninggal, ayahnya masih ada tapi di Teluk Buton," katanya.

Baca juga: Tim SAR Gabungan Cari ABK Terakhir KM Ocean Three di Natuna Setelah Satu Selamat dan Satu Tewas

Di mata Hadi, Arif merupakan sosok anak muda yang tidak pernah mengeluh dalam bekerja.

Demi memenuhi kebutuhan hidup, ia rela menjalani berbagai jenis pekerjaan.

"Arif ini pekerja keras, anaknya mandiri, baik, murah senyum, humoris juga, rajin," katanya.

Sebelum bergabung menjadi ABK KM Ocean Three, Arif sempat bekerja sebagai buruh bangunan pada proyek pembangunan Kampung Nelayan di sekitar tempat tinggalnya.

"Setelah itu baru dia ikut kerja di kapal Ocean Three. Baru-baru ini juga dia ikut kerja di kapal itu," ujar Hadi.

Menurutnya, kabar meninggalnya Arif membuat banyak teman dan warga sekitar kehilangan sosok pemuda yang dikenal ramah dan mudah bergaul.

"Tadi sore langsung dimakamkan. Kami semua sangat kehilangan. Semoga almarhum husnul khatimah," ucapnya.

Diketahui, Arif merupakan korban kedua yang berhasil ditemukan dalam tragedi KM Ocean Three setelah sebelumnya nahkoda Wan Zaidan ditemukan selamat usai bertahan hampir dua hari mengapung di tengah laut dengan tutup fiber.

Sementara itu, hingga Senin malam pencarian Tim SAR terhadap satu korban terakhir Yoga, masih belum membuahkan hasil. (Tribunbatam.id/birrifikrudin).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.