Disdik Kepri Buka Pendaftaran SPMB Tahap II, Beri Kesempatan 3.874 Murid yang Belum Diterima
Eko Setiawan June 29, 2026 11:37 PM

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG  - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap II.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada 3.874 murid di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang belum diterima dalam SPMB jenjang SMA/SMK tahun 2026 tahap pertama. 

Disdik Kepri telah menyiapkan beberapa sekolah untuk menampung ribuan pelajar tersebut.

Mereka tersebar di sejumlah kabupeten/kota di Kepulauan Riau. 

Di Batam, jumlah murid yang belum diterima dalam SPMB tahun ini sebanyak 3.264. 

Sebanyak 461 orang diantaranya tidak diterima SMA dan 2.803 orang di SMK.

Lalu di Tanjungpinang ada 409 murid, sebanyak 316 orang diantaranya tidak diterima di SMA dan 93 orang di SMK.

Sementara sisanya tersebar di SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Bintan dan Karimun.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung menegaskan, 3.874 murid itu bukan tidak diterima, namun mereka akan mendaftar di tahap kedua.

"Ini merupakan sistem yang kami buat agar semua siswa tertampung di sekolah," sebut Andi Agung, Senin (29/6/2026).

Andi menyebut, pihaknya menyiapkan total rencana daya tampung (RDT) sebanyak 35.452 murid dalam SPMB SMA/SMK tahun ini.

"Sebanyak 20.361 murid diantaranya RDT SMA dan 15.091 RDT SMK," jelasnya. 

Berdasarkan hasil pleno, setidaknya 15.229 murid mendaftar di SMA sementara 15.247 orang murid daftar di SMK.

"Yang sudah diterima di SMA sebanyak 14.374 murid dan 15.247 murid di SMK," kata dia.

Ribuan murid yang belum diterima di sekolah tujuan itu disebabkan berbagai masalah. 

Mulai dari penuhnya semua jalur, hingga kekurangan dokumen yang diupload.

"Kami sudah rangkum semua dan persilahkan untuk mendaftar lagi pada 6 hingga 8 Juli 2026 mendatang," akunya. 

Pelajar tidak perlu mengapolad berkas lagi, tinggal memilih sekolah yang belum memenuhi kuota.

SPMB tahun 2026 ini, menurutnya pendaftar SMK lebih mendominasi, ketimbang pendaftar ke SMA.

Kondisi itu, terjadi di Kota Batam, Tanjungpinang, hingga Bintan.

Sehingga, nantinya calon murid SMK yang bakal melakukan pendaftaran tahap dua kemungkinan besar akan diarahkan untuk ke SMA. 

Apalagi, saat ini terdapat kurang lebih 1.709 kursi di SMA yang belum terisi.

"Kami akan arahkan ke sekolah yang belum memenuhi kuota. Jika kuotanya penuh, segera kita tutup," tegasnya. 

Secara keseluruhan SPMB tahap pertama tahun 2026 ini, berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang ada. 

"Kita doakan semoga tahap ll juga berjalan baik dan lancar," pungkasnya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.