Pemkab Babar Usulkan Varietas Durian Lokal Unggulan ke Kementerian Pertanian
Asmadi Pandapotan Siregar June 29, 2026 10:23 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) berencana mengusulkan sejumlah varietas durian lokal unggulan ke Kementerian Pertanian ( Kementan ).

Langkah tersebut dilakukan karena Bangka Barat dikenal sebagai salah satu daerah penghasil durian lokal berkualitas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Bangka Barat, Aryanto, mengatakan selain dua varietas yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai varietas unggul nasional, yakni Super Tembaga (ST) Klamunod dan Namlung, terdapat beberapa varietas lain yang telah didaftarkan maupun tengah dipersiapkan.

“Selain ST Klamunod dan Namlung, sebenarnya kita sudah beberapa kali mendaftarkan varietas (unggul-red),” kata Aryanto, Senin (29/6/2026).

Dia menyebut, beberapa durian dari Bangka Barat dengan kualitas bagus yang dimaksud seperti Sikompeng dari Mentok, Sitebe dari Parittiga, Sikunyit dari Simpang Teritip dan Siboltak dari Desa Pelangas yang pernah menang kontes durian se-Bangka Barat beberapa tahun lalu.

Sementara itu, durian Pancasona dari Desa Tuik yang menang kontes durian tingkat desa beberapa waktu lalu untuk ikut kontes ke tingkat yang lebih tinggi.

“Nanti ketika ada lomba dan menang, itu nanti akan kami coba observasi untuk melihat keunggulan lainnya,” jelasnya.

Aryanto menyebut, pengusulan durian sebagai varietas unggulan tidak hanya dilihat dari buahnya saja, melainkan juga dari aspek keunggulan lainnya seperti produktivitas pohonnya.

“Nanti tim kami akan turun ke lapangan untuk melihat keunggulan lainnya, batangnya, daunnya, bunganya, banyak atau tidak buahnya. Dikatakan ungguk itu kalau satu batangnya produksi buahnya harus banyak,” ujarnya.

Baca juga: Durian Pancasona Juara Kontes Desa Tuik 2026, Unggul dari Segi Warna dan Ketebalan Daging

Pasalnya kata dia, dalam hal pengembangan durian lokal untuk menjadi varietas unggul, ketika durian tersebut bagus secara kualitas daging buah, namun secara produksi buahnya kurang maksimal, maka secara bisnis ekonomi dianggap kurang menguntungkan.

“Kalaupun dia bagus tapi secara produksinya rendah, kan kurang menguntungkan secara bisnis ekonominya,” sambungnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap supaya para petani atau pekebun durian tersebut untuk sering-sering mengikuti kontes durian dan menang, maka otomatis akan mendapat pengakuan pecinta durian.

Ilustrasi durian-durian lokal dari Bangka Barat. Foto diambil beberapa waktu lalu.
Ilustrasi durian-durian lokal dari Bangka Barat. Foto diambil beberapa waktu lalu. ((Bangkapos/Arya Bima Mahendra))

“Takutnya gini, di Bangka Barat bagus, tapi tiba-tiba pas ditanam di tempat lain kurang bagus,” tambahnya.

Dengan demikian, semakin banyaknya durian tersebut mengikuti kontes dan jadi pemenang, maka hal tersebut semakin menjadi nilai tambah untuk diusulkan menjadi varietas unggul.

“Intinya ketika memang ikut kontes, misalnya di tingkat Kabupaten atau Provinsi, itu pengakuannya jelas. Nanti kita akan coba daftarkan ke Kementerian Pertanian untuk didaftarkan dulu,” jelasnya.

Setelah itu, dalam prosesnya, varietas durian yang didaftarkan tersebut akan dicoba tingkat adaptasinya di tempat yang berbeda.

“Ketia di tanam di Bangka bagus, terus ditanam di tempat lain seperti di Jawa juga bagus, baru biasanya dijadikan sebagai varietas unggul nasional,”  ungkapnya.

Lebih lanjut, ditanyai soal adakah upaya pemerintah daerah dalam memperbanyak atau membudidayakan durian lokal dengan kualitas baik, Aryanto menyebut bahwa pihaknya melakukan pembinaan kepada para petani yang melakukan penangkaran bibit-bibit durian berkualitas.

“Ada salah satu petani kita yang menjadi penangkar bibit-bibit durian yang menang-menang kontes untuk diperbanyak. Kalau dari dinas kita tidak didukung anggaran, jadi para petani atau penggiat durian lah yang memperbanyak itu,” imbuhnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.