Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mayapada Hospital Bandung turut meramaikan Superstar Wedding Expo 2026 di Sudirman Grand Ballroom dengan membuka booth layanan kesehatan pranikah selama dua hari, Sabtu-Minggu (27-28/6/2026).
Tak sedikit pasangan yang memanfaatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, sekaligus berkonsultasi dengan dokter umum mengenai kondisi kesehatannya.
Head of Commercial Mayapada Hospital Bandung, Ivy Austasia, mengatakan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah penting dilakukan bukan hanya untuk memastikan tubuh tetap prima saat hari pernikahan, tetapi juga sebagai bekal menjalani kehidupan rumah tangga.
"Persiapan pernikahan bukan hanya untuk hari H, tetapi juga untuk kehidupan setelahnya, termasuk ketika pasangan merencanakan program kehamilan," ujarnya, kepada Tribunjabar.id, Minggu (28/6/2026).
Di booth tersebut, pengunjung dapat mengikuti mini medical check up yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, dan indeks massa tubuh (BMI).
Selain itu, pengunjung juga berkesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter umum terkait persiapan kesehatan pranikah serta mengikuti berbagai aktivitas dan games interaktif yang menarik.
Menurut Ivy, aktivitas calon pengantin yang padat sering kali membuat mereka mengabaikan kondisi tubuh.
Kesibukan bertemu wedding organizer, survei lokasi, hingga mengurus berbagai kebutuhan pernikahan berpotensi memicu kelelahan tanpa disadari.
"Dengan pemeriksaan sederhana, calon pengantin bisa mengetahui sejak dini jika ada tekanan darah tinggi atau kondisi lain yang perlu diperiksa lebih lanjut. Kalau memang diperlukan, dokter umum akan mengarahkan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis," katanya.
Salah satu pemeriksaan yang juga mulai diperkenalkan kepada calon pengantin adalah skrining talasemia.
Ivy menjelaskan, pemeriksaan tersebut masih belum banyak dilakukan masyarakat, padahal penting untuk mengetahui risiko penyakit yang dapat diturunkan kepada anak.
"Apabila kedua calon pengantin diketahui merupakan pembawa sifat (carrier) talasemia, bukan berarti mereka tidak dapat menikah atau memiliki anak. Namun, pasangan perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis agar perencanaan kehamilan dapat dilakukan agar lebih matang," ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai paket medical check up pranikah yang disesuaikan bagi calon mempelai laki-laki dan perempuan.
Ivy mengatakan, Mayapada Hospital Bandung bisa menjadi pilihan keluarga karena menyediakan layanan kesehatan yang lengkap, mulai dari pemeriksaan laboratorium, radiologi, hingga berbagai dokter spesialis dalam satu lokasi.
"Kalau setelah medical check up ternyata membutuhkan konsultasi lanjutan, pemeriksaan tambahan, atau terapi, semuanya bisa dilakukan di Mayapada Hospital Bandung. Jadi calon pengantin bisa mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh, dari kepala sampai ujung kaki," ujar Ivy.
Ia berharap semakin banyak pasangan muda menyadari bahwa persiapan pernikahan tidak hanya berfokus pada kelancaran acara, tetapi juga kesehatan untuk menjalani kehidupan setelah menikah.
"Harapannya semua semakin aware bahwa mempersiapkan pernikahan itu bukan hanya untuk hari H, tetapi juga kehidupan setelahnya, termasuk ketika merencanakan program kehamilan. Jadi pasangan bisa berkonsultasi dengan dokter, melakukan medical check up, dan mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal," katanya.
Fenomena meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan pranikah juga dirasakan para pengunjung.
Renata, salah seorang calon pengantin asal Pasirkoja, Bandung, mengaku awalnya datang ke Superstar Wedding Expo 2026 untuk mencari kebutuhan pernikahan.
Namun, ia justru tertarik mendatangi booth layanan kesehatan setelah mengetahui tersedia pemeriksaan gratis.
"Kami awalnya cari venue dan vendor pernikahan. Ternyata ada pemeriksaan kesehatan gratis. Yang bikin tertarik itu pelayanannya, dari yang saya dengar memang pelayanannya bagus, dan setelah datang ternyata benar, semuanya ramah dan sangat welcome, dan akan rekomendasikan kepada yang lain untuk pemeriksaan ke sini," ujar Renata.
Menurutnya, kehadiran layanan kesehatan di pameran pernikahan menjadi nilai tambah karena mengingatkan calon pengantin bahwa persiapan menikah tidak hanya berkaitan dengan dekorasi atau venue.
"Soal pernikahan itu tidak selalu tentang dekorasi atau event, tetapi juga kesehatan yang kadang orang tidak terlalu memperhatikan. Menurut saya bagus ada booth seperti ini, jadi calon pengantin bisa lebih aware terhadap kondisi kesehatannya," katanya.
Senada dengan itu, pasangannya, Steven Wijaya, menilai pemeriksaan kesehatan sebelum menikah sebaiknya dilakukan sejak awal agar pasangan mengetahui kondisi masing-masing sebelum membangun rumah tangga.
"Lebih baik tahu dari awal daripada belakangan. Kalau ada kondisi kesehatan tertentu, kita bisa membuat keputusan dan merencanakan langkah selanjutnya bersama," ujarnya.
Ia menambahkan, persiapan pernikahan seharusnya tidak berhenti pada hari akad atau resepsi, melainkan juga menjadi bekal untuk menjalani kehidupan keluarga dalam jangka panjang.