SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Tingginya minat masyarakat terhadap hunian di kawasan Surya Breeze mendorong PT Jayaland mempercepat peluncuran klaster terbaru, Breeze Villas.
Klaster yang semula dijadwalkan meluncur tahun depan itu kini resmi dipasarkan lebih awal untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Antusiasme konsumen terlihat sejak dua klaster sebelumnya, Breeze Icon dan Breeze Harmony, mencatatkan penjualan sekitar 70 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan kawasan Surya Breeze di Gedangan, Sidoarjo, masih menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat yang mencari hunian modern dengan harga terjangkau, fasilitas lengkap, serta lokasi strategis yang dekat dengan akses tol dan berbagai pusat aktivitas.
Marketing Manager PT Jayaland, Bagus Nasution, mengatakan percepatan peluncuran Breeze Villas dilakukan karena stok rumah pada klaster sebelumnya mulai terbatas.
Baca juga: Kahuripan Nirwana Luncurkan Tipe Aluna, Hunian Mewah Dan Investasi Menjanjikan
“Penjualan Breeze Icon dan Breeze Harmony sudah mencapai sekitar 70 persen. Karena stok semakin terbatas, kami memutuskan menghadirkan Breeze Villas lebih awal untuk menjawab kebutuhan konsumen,” kata Bagus saat peluncuran Breeze Villas, Minggu (28/6/2026).
Pada tahap pertama, Jayaland memasarkan 60 unit dari total rencana pembangunan 230 unit rumah. Hunian tersebut ditawarkan dengan harga mulai Rp590 juta.
Menurut Bagus, respons pasar sejak peluncuran cukup positif. Sejumlah unit telah terjual, sementara belasan calon konsumen telah menjadwalkan kunjungan ke rumah contoh.
Selain harga yang kompetitif, pembeli juga masih dapat memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) karena proses serah terima unit ditargetkan selesai sebelum akhir tahun.
“Untuk pemesanan sekarang, kami pastikan unit bisa diserahterimakan tahun ini sehingga pembeli masih bisa menikmati fasilitas free PPN,” jelas Bagus.
Baca juga: DPRD Surabaya Dukung Rumah Murah Yekape: Tipe 24 Jadi Solusi Hunian Warga
Ia menambahkan sekitar 90 persen konsumen Surya Breeze merupakan pengguna akhir (end-user), sedangkan sekitar 10 persen lainnya adalah investor. Mayoritas transaksi juga memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan dukungan bunga perbankan yang dinilai masih kompetitif, bahkan mulai kisaran 2 persen.
Breeze Villas menawarkan tiga pilihan tipe rumah, yakni Lodge 1 dengan luas tanah 72 meter persegi dan bangunan 33 meter persegi, Lodge 2 dengan luas tanah 90 meter persegi dan bangunan 33 meter persegi, serta Lodge 3 dengan tiga kamar tidur di atas lahan 90 meter persegi dan luas bangunan 40 meter persegi.
"Cluster ini mengusung konsep vila tropis dengan desain arsitektur modern yang mengedepankan pencahayaan alami, sirkulasi udara yang baik, serta ruang terbuka hijau. Untuk menunjang kenyamanan penghuni, pengembang menghadirkan fasilitas Lumina Garden sebagai ruang hijau di dalam kawasan," ungkap Bagus.
Kawasan Surya Breeze juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti lapangan basket three-on-three, area komunal, hingga pembangunan water park yang dijadwalkan mulai dikerjakan pertengahan tahun ini dan ditargetkan beroperasi pada tahun depan.
Head PT Jayaland, Oki Setya Budi, mengatakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia belum memberikan dampak signifikan terhadap permintaan rumah di segmen menengah. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap hunian masih tinggi, terlebih dengan adanya berbagai insentif dari pemerintah.
Perusahaan juga telah mengantisipasi potensi kenaikan biaya konstruksi akibat fluktuasi harga minyak dunia maupun nilai tukar rupiah dengan memasukkan proyeksi biaya tersebut ke dalam perhitungan harga jual.
“Kami memastikan tidak ada kenaikan harga hingga akhir tahun. Segmen rumah dengan harga Rp600 juta hingga Rp800 juta masih menjadi pasar yang sangat potensial,” tambahnya.
Ke depan, PT Jayaland menargetkan pengembangan kawasan Surya Breeze hingga 12 klaster dengan total sekitar 4.000 unit rumah. Saat ini tingkat hunian kawasan tersebut telah mencapai sekitar 65 persen.
Dengan prospek pasar yang masih positif, perusahaan optimistis mampu membukukan pertumbuhan penjualan sekitar 5 hingga 10 persen sepanjang 2026.