SURYA.CO.ID, SURABAYA - Di usianya yang masih remaja, 17 tahun, IS sudah menjadi pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
Remaja asal Semampir Surabaya itu bahkan tercatat sudah mencuri 8 motor di Surabaya, mayoritas dilakukannya di komplek perumahan TNI di Wonosari, Surabaya, Jawa Timur.
Modus berjalan kaki dengan tampang polosnya justru jadi modal maling motor remaja itu karena warga perumahan dan perkampungan tidak menduga jika ia adalah penjahat.
Tapi kejahatannya terhenti ketika warga mulai mengenalinya berdasarkan rekaman CCTV dari tindak pencurian sebelumnya.
Baca juga: Maling Motor yang Obok-Obok Rumah Dinas di Wonosari Surabaya Berhasil Diringkus Warga
Aksi berjalan kaki sendirian menjadi taktik andalan IS untuk mengelabuhi warga sekitar agar tidak menaruh curiga.
Ia menyusuri perumahan komplek rumah dinas tentara Wonosari, Surabaya, demi memburu target sepeda motor yang ditinggal lengah pemiliknya.
Begitu situasi dirasa aman, pelaku langsung mengeksploitasi kendaraan yang terparkir di bahu jalan tanpa pengawasan.
Caranya, pelaku membobol lubang kunci motor curiannya menggunakan tuas Kunci T rakitan, lalu membawanya kabur.
"Kami berhasil mengamankan pelaku curanmor berinisial I, dia masih di bawah umur," ujar Kapolsek Kenjeran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Kompol Yuyus Andriastanto saat di Aula Mapolsek Kenjeran Surabaya, pada Senin (29/6/2026).
Baca juga: Suami dan Istri Hamil jadi Perampas Motor Modus Kamu Serempet Adikku, Beraksi di 19 Lokasi
Wilayah komplek militer menjadi area yang paling sering diobok-obok oleh pelaku selama kurun waktu setahun belakangan ini.
"Untuk 8 TKP, di 2 TKP Pabean tempat umum, 1 TKP di wilayah Genteng, 6 TKP di rumah dinas," kata Kompol Yuyus Andriastanto.
Tapi di komplek perumahan itu pula ia berhasil diringkus warga.
IS tak berkutik ketika warga yang mencurigainya menangkap dan menginterogasinya.
Perjalannya sebagai maling motor dipastikan berhenti saat ini, ketika warga menemukan Kunci T di balik saku bajunya.
Baca juga: Maling Motor Agak Laen di Ngagel Surabaya Terekam CCTV Tinggalkan Scoopynya demi Honda Beat Street
Setiap motor yang berhasil digondol dari lokasi kejadian langsung dilarikan keluar kota untuk segera diuangkan.
"Motor langsung dijual ke wilayah Madura, harga Rp2-2,5 juta," katanya.
Seluruh keuntungan yang didapatkan dari hasil penjualan barang haram itu justru habis digunakan pelaku untuk aktivitas foya-foya dan konsumsi zat terlarang.
"Uang dipakai nyabu, judol (judi online) dan dibuat kebutuhan sehari-hari," pungkas Kompol Yuyus Andriastanto.