TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pria berinisial DJ (50) yang sempat membawa senjata tajam (sajam) jenis parang hingga ancam pengendara lain saat antre Bahan Bakar Minyak (BBM) di area SPBU Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ditangkap polisi.
Tim URC Buser77 Satreskrim Polresta Kendari berhasil membawa pelako ke Markas Komando yang beralamatkan di
Jalan DI Panjaitan, Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Senin (29/6/2026) sekitar pukul 11.50 Wita.
Saat ditangkap DJ mengenakan topi dengan corak berwarna merah.
Ia juga memakai jaket dengan dalaman kaos. Sementara pada bagian leher, dirinya mengenakan buff masker.
Wajahnya pun nampak tak senang ketika digiring dalam gedung Satreskrim Polresta.
Dari rekaman video yang diunggah pada akun Instagram @buser77_kdi, terlihat jelas wajah pelaku yang sesekali meringis.
Ia sempat menutup matanya, lalu memasang wajah memelas seperti sedang bersedih.
Baca juga: Aksi Heroik Pria Berkutang Biru Hadapi Laki-laki Bersenjata Parang Ngamuk di SPBU Bonggoeya Kendari
Penangkapan DJ ini tak lain karena aksinya ngamuk saat antre BBM di SPBU Bonggoeya pada Minggu (28/6/2026) lalu.
Dikutip dari unggahan @buser77_kdi, Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau menjelaskan awal penangkapan pelaku.
Ia menyebut menerima laporan terkait aksi pria berparang tersebut.
Sampai membuat gangguan keamanan pada warga sekitar yang turut mengantre BBM di lokasi kejadian.
“Setelah mendapatkan informasi dan menemukan bukti permulaan yang cukup, Tim URC Buser77 Satreskrim Polresta Kendari langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan terduga pelaku,” ujar AKP Welliwanto Malau.
Sebelumnya, seorang pria mengamuk saat berada di SPBU Bonggoeya.
Insiden yang terjadi saat antrean BBM jenis Pertalite tersebut terekam kamera telepon seluler atau ponsel warga, Minggu (28/6/2026).
Dalam video tersebut, tampak pria berdebat dengan sejumlah pengantre Pertalite menggunakan sepeda motor jenis Thunder.
Sosok pria itu tampak emosional terlibat adu mulut dengan salah seorang pria paruh baya.
Usai tak diladeni debat pria berjaket hitam itu berjalan mondar-mandir di area SPBU hingga memicu kepanikan warga yang hendak mengisi BBM.
Sejumlah warga di lokasi kemudian berupaya mendekati pria tersebut untuk menenangkan situasi.
Namun, pria itu justru makin agresif dan sempat mengayunkan senjata tajam ke arah warga.
Tak lama berselang, pria tersebut akhirnya melarikan diri setelah warga beramai-ramai mengejarnya.
Massa yang geram bahkan sempat melempari pria itu dengan batu saat proses pengejaran.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Rekaman video tersebut pun sampai viral di media sosial.
Pihak kepolisian menjabarkan kronologi kejadian.
Peristiwa tersebut bermula pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 10.30 Wita.
Saat itu, karyawan SPBU berinisial AI (32) sedang menjalankan tugas sebagai operator pengisian BBM.
Tetiba, terduga pelaku datang ke SPBU tersebut.
Ia ingin membeli BBM Pertalite.
Sementara kondisi antrean masih sangat panjang.
Sampai akhirnya, pelaku DJ berteriak kesal sampai menimbulkan keributan di lokasi.
Hal ini membuatnya cekcok dengan konsumen lainnya yang turut mengantre.
DJ lalu pergi. Namun kembali dengan parang panjang di tangannya.
Sontak saja, DJ mengancam sajam tersebut pada orang-orang di sekitarnya.
Para konsumen di lokasi pun panik.
Situasi semakin memanas, saat sejumlah konsumen SPBU mengejar DJ.
Atas insiden ini, pihak SPBU merasa keberatan dan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak Polresta Kendari.
Kini DJ diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait aksinya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)