TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penggunaan motor listrik semakin diminati sebagai solusi mobilitas harian yang praktis, hemat, dan ramah lingkungan.
Penjualan motor listrik di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat, pada 2025 penjualan motor listrik mencapai 55,06 ribu unit atau meningkat 400 persen dibandingkan 2021 yang hanya sebesar 10,55 ribu unit.
Lonjakan ini mencerminkan mulai berkembangnya adopsi kendaraan listrik roda dua di dalam negeri.
Namun, beralih ke motor listrik bukan berarti pengendara bisa mengabaikan aspek keselamatan.
Teknik berkendara yang benar tetap menjadi kunci untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), Wanny mengatakan karakter motor listrik tetap membutuhkan teknik berkendara yang tepat, terutama ketika melakukan manuver seperti berbelok dan menyalip kendaraan lain.
Menurutnya, banyak pengendara masih melakukan kesalahan saat menikung karena posisi tubuh yang kurang seimbang.
Padahal, menjaga keseimbangan tubuh saat berbelok membantu motor tetap stabil dan mudah dikendalikan.
"Posisi tubuh harus tetap seimbang ketika berbelok atau menikung agar motor tetap stabil," kata Wanny di Makassar, Senin (29/6/2026).
Baca juga: Libur Sekolah, 5 Tips Cari Aman Membonceng Anak dari Asmo Sulsel
Selain itu, teknik menyalip juga perlu dilakukan dengan penuh perhitungan.
Sebelum mendahului kendaraan lain, pengendara harus memastikan kondisi jalan aman, memberi isyarat dengan lampu sein, dan bermanuver secara tegas tanpa ragu-ragu.
"Kalau ragu, justru lebih berbahaya karena bisa mengganggu pengguna jalan lain,” kata Wanny.
Ia menjelaskan, keputusan yang setengah-setengah saat menyalip dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
Baik dengan kendaraan yang disalip maupun kendaraan dari arah berlawanan.
Tak hanya teknik berkendara, kondisi pengendara juga menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan.
Wanny mengingatkan agar setiap orang memastikan tubuh dalam kondisi sehat dan bugar sebelum mengendarai sepeda motor.
Konsentrasi dan kemampuan mengambil keputusan di jalan sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik pengendara.
Selain itu, penggunaan perlengkapan berkendara yang lengkap juga tidak boleh diabaikan.
Helm berstandar SNI wajib digunakan, meskipun perjalanan yang ditempuh hanya dalam jarak dekat.
"Helm bukan sekadar untuk menghindari tilang, tetapi merupakan perlindungan utama bagi kepala apabila terjadi kecelakaan. Karena itu, gunakan helm setiap kali berkendara," katanya.
(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)