Mahasiswi Meninggal Seusai Begadang Demi Skripsi, Keluarga Beberkan Fakta
Robertus Didik Budiawan Cahyono June 30, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Jawa Timur - Seorang mahasiswi ditemukan meninggal di kamar kosnya setelah begadang demi mengerjakan skripsi terjadi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026).

Kematian mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung tersebut membuat gempar lantaran yang bersangkutan tengah menyelesaikan tugas akhir kuliah.

Mahasiswi tersebut berinisial IS (25) merupakan warga Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek yang tinggal indekos di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Terkait kematian mahasiswi tersebut, keluarga membeberkan fakta sebenarnya jika korban memiliki riwayat penyakit jantung.

Informasi itu disampaikan keluarga kepada pihak kepolisian saat proses penyelidikan berlangsung.

Alhasil polisi menduga jika sang mahasiswi meninggal diduga karena kelelahan. Apalagi polisi tidak mendapati tanda-tanda kekerasan pada jenazahnya.

Mahasiswi tersebut diketahui sedang fokus menyelesaikan skripsi. Sebelum ditemukan meninggal, ia sempat mengerjakan tugas akhirnya bersama seorang teman hingga dini hari.

Polisi menduga kondisi fisik korban yang menurun akibat kurang istirahat dan kelelahan menjadi faktor yang memicu kambuhnya penyakit yang telah lama dideritanya.

Meski demikian, penyebab pasti kematian tetap mengacu pada hasil pemeriksaan medis.

Begadang Hingga Dini Hari

Menurut Pamapta 1 Polres Tulungagung, Iptu Aiman Dzaky, korban terakhir diketahui pulang dari kampus pada Kamis sore sebelum kembali melanjutkan pengerjaan skripsi di kamar kos.

"Korban semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Terakhir pulang dari kampus Kamis sore," jelas Aiman dikutip dari Surya.co.id.

Korban mengerjakan skripsi bersama seorang temannya hingga sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah itu, keduanya memutuskan untuk beristirahat di kamar yang sama.

Sekitar pukul 06.00 WIB, teman korban masih melihat IS dalam kondisi tertidur. Dua jam kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB, kondisinya belum berubah.

"Temannya memeriksa lagi pukul 08.00 WIB, waktu itu IS juga masih tidur," tambah Aiman.

Karena mengira korban hanya kelelahan setelah semalaman begadang, temannya tidak berusaha membangunkan.

Namun ketika kembali mengecek sekitar pukul 10.00 WIB, korban diketahui telah meninggal dunia.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pengelola kos, diteruskan ke perangkat desa, hingga akhirnya ditangani Polsek Kedungwaru bersama jajaran Polres Tulungagung.

Keluarga Sebut Korban Memiliki Riwayat Penyakit Jantung

Dalam proses penyelidikan, keluarga mengungkapkan bahwa IS memiliki riwayat penyakit jantung. Keterangan tersebut menjadi salah satu dasar dugaan awal penyebab meninggalnya korban.

“Kalau dari keterangan pihak keluarga, IS mempunyai riwayat penyakit jantung,” ungkap Aiman.

Polisi menduga kelelahan akibat aktivitas hingga dini hari membuat kondisi tubuh korban menurun sehingga penyakit yang dideritanya kambuh.

Dugaan tersebut masih bersifat sementara dan menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut.

Petugas Unit INAFIS Satreskrim Polres Tulungagung bersama tenaga medis telah melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Jenazah kemudian dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD dr Iskak Tulungagung untuk menjalani visum luar sekaligus proses pemulasaraan.

Sementara itu, keluarga yang datang ke lokasi langsung mengemasi barang-barang milik korban untuk dibawa pulang ke Trenggalek.

Mengenal Riwayat Penyakit Jantung

Penyakit jantung merupakan istilah yang mencakup berbagai gangguan pada organ jantung, seperti gangguan irama jantung (aritmia), penyakit jantung koroner, hingga kelainan otot maupun katup jantung.

Pada sebagian penderita, kondisi dapat memburuk apabila dipicu oleh kelelahan berlebihan, kurang tidur, stres, atau aktivitas fisik yang melampaui kemampuan tubuh.

Meski demikian, tidak semua kematian mendadak pada penderita penyakit jantung memiliki penyebab yang sama.

Penentuan penyebab kematian tetap harus didasarkan pada pemeriksaan medis dan forensik sehingga tidak dapat disimpulkan hanya dari riwayat penyakit yang dimiliki seseorang.

Duka Mendalam di Lingkungan Kos

Kepergian IS meninggalkan kesedihan mendalam bagi rekan-rekan kuliahnya. Tangis pecah di lingkungan kos setelah kabar meninggalnya mahasiswi tersebut menyebar.

Sejumlah teman korban dilaporkan tidak kuasa menahan duka, bahkan ada yang pingsan saat mengetahui IS telah meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tekanan akademik, terutama pada masa penyelesaian tugas akhir, kerap membuat mahasiswa mengabaikan waktu istirahat dan kondisi kesehatan.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit penyerta, seperti gangguan jantung, menjaga pola tidur, mengelola stres, serta rutin memeriksakan kondisi kesehatan menjadi hal yang penting.

Di sisi lain, kasus ini juga menunjukkan pentingnya kewaspadaan lingkungan sekitar apabila seseorang dengan riwayat penyakit tertentu sulit dibangunkan atau menunjukkan kondisi yang tidak biasa, sehingga pertolongan medis dapat segera diberikan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.