Kalimantan Timur Masuk 3 Provinsi dengan Perokok Paling Sedikit di Indonesia 2025, Ini Data BPS
Heriani AM June 29, 2026 11:22 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap gambaran kebiasaan merokok masyarakat Indonesia sepanjang 2025.

Hasilnya, lebih dari seperempat penduduk berusia 15 tahun ke atas masih tercatat sebagai perokok aktif dalam sebulan terakhir.

BPS mencatat rata-rata nasional perilaku merokok mencapai 28,68 persen.

Angka ini menunjukkan kebiasaan merokok masih menjadi persoalan serius, terutama karena dampaknya tidak hanya dirasakan perokok aktif, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.

Baca juga: Cara Download Logo HUT ke-69 Kalimantan Timur, Berikut Tema dan Rangkaian Acara

Survei BPS mencakup berbagai jenis rokok dan produk tembakau, mulai dari rokok putih, rokok kretek, cerutu, lisong, pipa cangklong/linting/kawung yang diisi tembakau, hingga produk alternatif seperti shisha atau water pipe serta Heated Tobacco Product (HTP).

Data ini mencerminkan kebiasaan merokok responden dalam sebulan terakhir, baik yang merokok setiap hari maupun tidak.

Secara nasional, BPS juga menemukan adanya perbedaan signifikan antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Perilaku merokok di daerah perdesaan mencapai 31,39 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan sebesar 26,86 persen.

Selain Bali, sejumlah provinsi lain juga tercatat memiliki tingkat perilaku merokok yang relatif rendah.

Provinsi dengan perokok terendah setelah Bali adalah Papua sebesar 22,02 persen, disusul Kalimantan Timur 22,42 persen, Kalimantan Selatan 23,21 persen, dan DI Yogyakarta 23,29 persen.

Baca juga: Daftar 10 Perguruan Tinggi Terbaik di Kalimantan Timur Versi SINTA 2025

Berikut daftar 10 provinsi dengan perilaku merokok terendah di Indonesia berdasarkan data BPS, Kamis (18/12/2025):

  1. DKI Jakarta 25,17 persen
  2.  Papua Barat Daya 24,94 persen
  3. Kepulauan Riau 24,67 persen
  4. Sulawesi Selatan 24,05 persen
  5. Papua Tengah 23,98 persen
  6. DI Yogyakarta 23,29 persen
  7. Kalimantan Selatan 23,21 persen
  8. Kalimantan Timur 22,42 persen
  9. Papua 22,02 persen
  10. Bali 19,02 persen.

Baca juga: 5 Daerah di Kalimantan Timur dengan Pengguna Vape Paling Banyak

Di sisi lain, BPS juga mencatat provinsi dengan tingkat perilaku merokok tertinggi. Lampung menempati posisi pertama dengan 34,25 persen, diikuti Nusa Tenggara Barat 32,32 persen, Jawa Barat 32,07 persen, Bengkulu 32,03 persen, dan Papua Selatan 31,62 persen.

Provinsi lain dengan angka perilaku merokok tinggi adalah Banten 31,19 persen, Sumatera Selatan 31,02 persen, Gorontalo 30,72 persen, Sumatera Barat 30,48 persen, serta Jambi 30,29 persen.

Tingginya prevalensi merokok menjadi perhatian serius karena rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya, termasuk nikotin, tar, dan karbon monoksida.

Zat-zat ini diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, kanker paru-paru, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta gangguan kesehatan lainnya.

Selain berdampak pada perokok aktif, paparan asap rokok juga berbahaya bagi perokok pasif, terutama anak-anak dan ibu hamil.

Asap rokok dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, asma, gangguan pertumbuhan janin, hingga berat badan lahir rendah.

Baca juga: 8 Orang Tewas Selama Operasi Lilin Mahakam 2025 di Kalimantan Timur

10 Provinsi dengan Perokok Tertinggi di Indonesia

  1. Lampung: 34,25 Persen
  2. Nusa Tenggara Barat: 32,32 Persen
  3. Jawa Barat: 32,07 Persen
  4. Bengkulu: 32,03 Persen
  5. Papua Selatan: 31,62 Persen
  6. Banten: 31,19 Persen
  7. Sumatera Selatan: 31,02 Persen
  8. Gorontalo: 30,72
  9. Sumatera Barat: 30,48 Persen
  10. Jambi: 30,29 Persen. (*)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.