Mati Lampu di Berbagai Daerah Kaltim, Warga Pertanyakan Transparansi dan Keluhkan Usaha Rugi
Budi Susilo June 29, 2026 11:22 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Gelombang pemadaman listrik bergilir yang terjadi secara bersamaan di sejumlah wilayah di Indonesia kembali memicu keresahan mendalam, di antaranya di tengah masyarakat Kalimantan Timur. 

Muncul desakan kuat agar pihak berwenang memberikan penjelasan yang transparan mengenai penyebab utama dari gangguan pasokan listrik skala nasional ini.

Masyarakat mulai mempertanyakan kejelasan situasi ini.

Muncul spekulasi apakah pemadaman massal tersebut dipicu oleh adanya kebijakan pengurangan kuota produksi listrik dari pemerintah pusat, ataukah murni karena kendala teknis dan pemeliharaan jaringan sebagaimana yang sering disampaikan oleh pihak PLN.

Pertanyaan ini mencuat lantaran pemadaman dilaporkan terjadi hampir merata di berbagai kota, kabupaten, hingga provinsi di Indonesia secara bersamaan.

Baca juga: Jadwal Mati Lampu Balikpapan Senin 29 Juni 2026, Cek Wilayah yang Padam hingga Pukul 00.00 WITA

Warga berharap ada keterbukaan agar tidak timbul asumsi bahwa alasan perbaikan jaringan hanya sekadar pengalihan isu.

Di tingkat akar rumput, pemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam ini langsung memukul sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya dikeluhkan oleh Papin, warga Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda.

Papin, yang sehari-hari menggantungkan hidupnya dari membuka gerai jasa fotokopi dan penyediaan perlengkapan kantor, mengaku sangat dirugikan. Pada hari sebelumnya, tempat usahanya harus mengalami mati lampu hingga hampir 3 jam.

"Kalau jualan (perlengkapan kantor) masih bisa jalan. Cuma untuk fotokopi dan menyalakan mesin untuk print dan lainnya tidak bisa," keluh Papin saat dimintai keterangan.

Selain kehilangan potensi pendapatan karena mesin tidak dapat beroperasi, Papin juga mencemaskan dampak jangka panjang terhadap aset modal usahanya. Ketidakstabilan arus listrik saat pemadaman terjadi dinilai sangat berisiko merusak perangkat elektronik.

"Ya kalau terus mati lampu kayak gini pasti ada efek ke mesin sih, apalagi kalau naik-turun tegangan listrik," tambahnya.

Selama ini, ia mengaku hanya mengetahui jadwal pemadaman berkala dari informasi yang tersebar di media sosial, tanpa pernah tahu secara detail kepastian penyebab gangguan listrik yang terjadi di Samarinda maupun daerah lain di Indonesia.

Masyarakat berharap PLN dan pemerintah segera memberikan klarifikasi menyeluruh dan solusi konkret agar aktivitas ekonomi warga tidak terus terganggu. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.