Sampang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, memfasilitasi calon siswa yang tidak tertampung di Sekolah Rakyat (SR) karena kuota yang ditetapkan telah terpenuhi bisa masuk di sejumlah sekolah negeri di wilayah itu.

"Ini sesuai dengan hasil rapat koordinasi lintas sektor yang digelar hari ini terkait penetapan kuota siswa SR untuk tahun ajaran 2026-2027," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan, di Sampang, Senin.

Ia menjelaskan, calon siswa SR yang tidak tertampung itu untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Menurut Yuliadi, kuota siswa SR yang ditetapkan untuk SMP sebanyak 90 orang dan SMA sebanyak 90 orang. Sedangkan pendaftar mencapai 199 orang untuk tingkat SMP dan 127 orang untuk jenjang SMA.

"Dengan demikian, ada sebanyak 109 calon siswa SMP dan 37 calon siswa SMA yang tidak tertampung di SR Sampang," katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, Pemkab Sampang berkomitmen untuk memfasilitasi calon siswa yang tidak tertampung tersebut agar tetap bisa melanjutkan pendidikan dan bisa masuk ke sejumlah sekolah negeri.

"Kami telah meminta Disdik, Kemenag, dan Kacabdin untuk membantu siswa yang tidak diterima di SR agar tetap bisa bersekolah, meskipun proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah usai. Kami juga akan menyurati Kemensos agar ada kebijakan afirmatif bagi anak-anak tersebut, termasuk kemudahan akses masuk sekolah negeri dan dukungan biaya pendaftaran," katanya.

Sekda Yuliadi Setiawan lebih lanjut menjelaskan, kuota siswa di Sekolah Rakyat Kabupaten Sampang yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial sebanyak 270 orang dengan perincian sebanyak 90 orang untuk masing-masing tingkatan pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA.

Akan tetapi, dari kuota 270 orang itu kini yang bisa dipastikan bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar hanya 213 orang, karena untuk calon siswa SD hanya terisi sebanyak 33 orang.

"Kalau SMP dan SMA melebihi kuota, tetapi untuk calon siswa SD justru kurang dari kuota yang ditetapkan," katanya.

Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah untuk memberikan akses pendidikan formal gratis dan berasrama kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera atau miskin ekstrem.

Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan setara untuk belajar dan meraih cita-cita.

Seluruh biaya sekolah, asrama, makan, dan perlengkapan belajar ditanggung penuh oleh pemerintah.

Program ini sebagai bagian dari upaya pemerintahan untuk mengentaskan kemiskinan secara terpadu.

Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga terintegrasi dengan layanan program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga jaminan kesehatan untuk siswa beserta keluarganya.