TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bertahun-tahun tinggal di rumah yang kondisinya rusak membuat Sri Maryati (50), warga Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Timur, hidup dalam kekhawatiran. Atap rumah rapuh bahkan harus ditopang dengan tiang di ruang tamu agar tidak roboh.
Kekhawatiran itu kini mulai sirna setelah rumahnya menjadi salah satu penerima program bedah rumah yang dilaksanakan Polres Semarang dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Dengan mata berkaca-kaca, Sri Maryati mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut. Selama ini, setiap hujan turun, ia dan keluarganya selalu dihantui rasa cemas karena kondisi rumah yang sudah tidak layak huni.
"Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak dan Ibu dari Polres Semarang yang telah membantu memperbaiki rumah kami. Rumah ini sudah lama rusak dan setiap hujan kami selalu khawatir. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami," tutur Sri Maryati, Senin (29/6/2026).
Program bedah rumah tersebut dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Desa Cukil Kecamatan Tengaran, Desa Kopeng Kecamatan Getasan, dan Kelurahan Candirejo Kecamatan Ungaran Timur.
Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, kegiatan bedah rumah ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat. Salah satu indikator masyarakat sejahtera adalah memiliki hunian yang layak.
"Melalui sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Semarang dan Baznas, kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kehadiran Polri," ungkap Kapolres.
Lebih lanjut, AKBP Ratna menuturkan, rumah yang layak huni juga akan memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak-anak serta memberikan semangat bagi mereka dalam meraih cita-cita di masa depan.
Sementara itu. Bupati Semarang menyampaikan apresiasi atas berbagai kegiatan sosial yang telah dilaksanakan Polres Semarang.
Menurutnya, kepedulian Polri kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, namun juga hadir memberikan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Saya mengapresiasi langkah Polres Semarang yang terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial," ujarnya.
Sebelumnya, Polres Semaramh juga telah dilakukan penyaluran air bersih di Kecamatan Bancak, edukasi kepada para remaja terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kolaborasi yang baik antar instansi seperti ini sangat penting sebagai upaya mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan," tutur Ngesti.
Bupati juga menyinggung potensi kerawanan kekeringan yang mulai mengancam sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang. Beberapa kecamatan yang memerlukan perhatian di antaranya Kecamatan Pringapus, Bancak, Bringin, Pabelan, Suruh, dan sebagian wilayah Kecamatan Ungaran Timur. (eyf)