TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan komitmennya dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang menimpa YTR, korban dalam perkara yang melibatkan Taufik Hidayat.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemprov Jabar mengucurkan dana sebesar Rp1 miliar ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Dana tersebut disiapkan untuk menjamin seluruh biaya perawatan medis korban hingga proses pemulihan selesai.
Langkah ini dilakukan agar korban dapat memperoleh pelayanan kesehatan terbaik tanpa terkendala persoalan biaya.
Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan medis, termasuk tindakan lanjutan apabila diperlukan, akan ditanggung sepenuhnya.
Kebijakan tersebut juga menjadi bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada korban tindak kekerasan.
Kasus dugaan penganiayaan yang menyeret nama Taufik Hidayat sendiri terus menjadi perhatian publik karena kondisi korban yang sempat memprihatinkan.
Di sisi lain, proses hukum terhadap tersangka juga terus berjalan sesuai tahapan yang berlaku.
Pemprov Jabar berharap fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi korban segera pulih secara fisik maupun psikis.
Lantas, bagaimana rincian bantuan Rp1 miliar tersebut dan seperti apa perkembangan terbaru kondisi korban serta proses hukumnya?
Baca juga: Misteri Tato Ikan Milik Pelaku Penyekapan di Bandung, Keterangan Korban Masih Diverifikasi Psikiatri
Seperti diketahui, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin (29/6/2026).
Kedatangan Dedi untuk memastikan penanganan medis terhadap YTR, korban penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan Taufik Hidayat.
Dalam kunjungan tersebut, Dedi juga mendepositkan uang Rp1 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendukung proses pengobatan dan pemulihan korban.
Dedi mengatakan, dirinya bertemu langsung dengan Direktur RSHS dan tim dokter yang menangani YTR untuk memperoleh perkembangan terkini terkait kondisi korban, serta rencana penanganan medis ke depan.
"Ya, hari ini bertemu dengan Pak Direktur dan para dokter yang menangani, hampir 40 dokter yang menangani. Intinya adalah menanyakan perkembangan dan rencana-rencana ke depan dari sisi medis. Dan Insya Allah tadi sudah disampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mendampingi sampai sembuh," ujar Dedi.
Dedi juga meluruskan informasi terkait dana Rp1 miliar tersebut. Menurut Dedi, dana itu bukan berasal dari pribadi, melainkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Ralat aja dari saya, saya tidak mendepositkan uang Rp1 miliar. Yang mendepositkan adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat ya, bukan dari saya," katanya.
Direktur Utama RSHS, dr Rachim, mengatakan dana yang telah didepositkan akan digunakan untuk mendukung seluruh rangkaian perawatan dan tindakan medis yang dibutuhkan korban.
Saat ini, tim dokter masih fokus menangani infeksi yang dialami pasien sebelum memasuki tahap operasi lanjutan.
"Alhamdulillah Pak KDM hari ini sudah mendepositkan uang Rp 1 miliar di Hasan Sadikin untuk kepentingan pasien ini dalam rangka perbaikan atau menyembuhkan. Jadi, kami sekarang ini dalam sebulan ini masih fokus di menghilangkan infeksinya," kata dr Rachim.
Menurutnya, tim medis telah menyusun rencana penanganan hingga satu tahun ke depan, karena pemulihan tidak hanya menyangkut kondisi wajah korban, tetapi juga fungsi anggota tubuh lainnya.
"Kami sudah membuat schedule, mungkin bisa sampai setahun untuk perbaikan semuanya. Karena bukan hanya wajah saja, untuk pergerakan pun kaki pun sama," katanya.
Terkait tindakan operasi, dr Rachim menjelaskan prosedur tersebut belum dapat dilakukan sebelum infeksi benar-benar teratasi.
"Bulan ini masih fokus di infeksinya. Jadi belum tuntas, nggak bisa kalau infeksi belum beres kita nggak bisa operasi, karena nggak akan sembuh," katanya.
(TribunNewsmaker.com/TribunJabar.id)