JAM Center - Pemuda Pancasila dan Apdesi Merah Putih Bentuk Koperasi Produsen di 2000 Desa Se-Sulsel
Alfian June 30, 2026 01:22 AM

 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sulawesi Selatan menjadi provinsi keempat yang akan menghadirkan ribuan Koperasi produsen bernama Koperasi JAM Abadi.

Program yang dinisiasi Yayasan Jaringan Aspirasi Masyarakat (JAM) Center Indonesia ini menggandeng Pemuda Pancasila dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih.

Kehadiran koperasi JAM Abadi diharapkan menjadi bagian penting dalam menyukseskan program Pemerintah Pusat yakni Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Nantinya,  Koperasi JAM Abadi bertindak sebagai penopang kebutuhan pangan dan sembako bagi Koperasi Desa Merah Putih.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem usaha serta meningkatkan perekonomian masyarakat desa di Sulsel.

Sebelumnya, Koperasi JAM Abadi sudah hadir di tiga provinsi yakni Jawa Barat yang saat ini sudah beroperasi 12 ribu koperasi, Lampung 6 ribu koperasi dan Banten 4200 koperasi.

Sementara di Sulsel targetnya yang akan didirikan sebanyak 2.700 koperasi.

Sebagai langkah awal, program ini diluncurkan di Makassar tepatnya di Hotel Claro, Jl AP Pettarani Makassar dirangkaikan dengan proses diskusi panel dengan menghadirkan sejumlah narasumber, Senin (29/6/2026).

Ketua Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan, St Diza Rasyid Ali, mengatakan seluruh kader Pemuda Pancasila didorong untuk mengambil peran dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan koperasi di tingkat desa.

Menurutnya, banyak kader Pemuda Pancasila di Sulawesi Selatan yang saat ini menjabat sebagai kepala desa sehingga memiliki posisi strategis dalam menggerakkan pembangunan ekonomi masyarakat.

"Kita memiliki banyak kader Pemuda Pancasila yang menjadi kepala desa. Ini menjadi kekuatan besar untuk bersama-sama menggerakkan pembangunan ekonomi masyarakat," kata Diza.

Baca juga: 82 Kopdes Merah Putih Mulai Beroperasi di Bone, Warga Harap Harga Kebutuhan Lebih Terjangkau

Ia menegaskan, dukungan terhadap program koperasi harus dilandasi semangat pengabdian, bukan kepentingan pribadi.

"Tanamkan kepercayaan bahwa ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi kerja sama. Kita harus menjaga harga diri masyarakat Sulawesi Selatan dengan menunjukkan bahwa kita mampu bekerja dan memberikan manfaat," ujarnya.

"Ini adalah tanggung jawab kita yang harus diperlihatkan kepada masyarakat. Jangan hanya pandai mengkritik, tetapi kita juga harus menunjukkan bahwa kita mampu berkontribusi dan memberikan solusi. Kita harus membuktikan bahwa kita mampu menguatkan ekonomi Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, melalui kerja nyata dan semangat gotong royong," tegasnya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APDESI Merah Putih, Anwar Sadat, mengatakan pelaksanaan Program Koperasi Desa Merah Putih membutuhkan dukungan berbagai pihak karena pemerintah desa juga dihadapkan pada berbagai kebutuhan pembangunan lainnya.

"Dengan kondisi desa saat ini yang masih memiliki banyak kebutuhan pembangunan, pemerintah desa juga harus menyesuaikan berbagai program, termasuk pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih. Karena itu dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak," ujar Anwar.

"Keberadaan Pemuda Pancasila dan Yayasan JAM Center Indonesia menjadi bentuk dukungan nyata terhadap Program Koperasi Desa Merah Putih. Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan agar koperasi dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa," singkatnya.

Ketua Yayasan Jaringan Aspirasi Masyarakat (JAM) Center Indonesia yang juga Ketua Dewan Pakar APDESI Merah Putih, Johan Aripin Muba, menjelaskan koperasi yang dibentuk Yayasan JAM Center Indonesia bersama Pemuda Pancasila hadir sebagai supporting system bagi Program Koperasi Desa Merah Putih, bukan sebagai pesaing.

"Koperasi yang kami bentuk berasal dari internal Yayasan JAM Center Indonesia yang bergabung dengan Pemuda Pancasila. Ini bukan sebagai antitesis dari Koperasi Merah Putih, tetapi sebagai pendukung agar program tersebut dapat berjalan dengan baik," kata Johan.

Ia menjelaskan, Koperasi Desa Merah Putih bergerak pada sektor gerai dan simpan pinjam, sedangkan koperasi yang dibentuk Yayasan JAM Center Indonesia, yakni Koperasi JAM Abadi, berfokus sebagai koperasi produsen.

"Kami memproduksi telur, daging, serta berbagai kebutuhan pokok atau sembako. Hasil produksi tersebut nantinya akan mendukung kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih sehingga roda usaha koperasi dapat berjalan," ujarnya.

Johan menilai dukungan tersebut penting agar koperasi memiliki aktivitas usaha yang berkelanjutan.

"Dengan dana Rp500 juta saja, koperasi tentu membutuhkan dukungan agar tidak berjalan tanpa aktivitas usaha. Kami ingin memberikan dukungan sehingga koperasi benar-benar hidup dan berkembang. Kami tidak ingin program pemerintah yang mengalokasikan anggaran sangat besar mengalami kegagalan. Karena itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk menyukseskan program pemerintah ke depan," tuturnya.

Untuk mendukung program tersebut, Yayasan JAM Center Indonesia telah menetapkan 10 provinsi sebagai wilayah prioritas pengembangan koperasi pada 2026–2027, dengan Sulawesi Selatan menjadi provinsi keempat setelah Pulau Jawa dan Sumatera.

"Kami bergerak dari pulau ke pulau. Saat ini kami sudah hadir di Pulau Jawa, Sumatera, dan kini Sulawesi Selatan menjadi wilayah keempat yang kami kembangkan," katanya.

Johan berharap, lebih dari 2.000 desa di Sulawesi Selatan dapat terlibat dalam pengembangan koperasi. Secara nasional, pihaknya menargetkan terbentuknya sekitar 166 ribu koperasi aktif.

Terkait pembiayaan, Johan mengatakan seluruh kegiatan dijalankan secara gotong royong oleh kader Pemuda Pancasila.

"Untuk anggarannya kami bergotong royong bersama kader Pemuda Pancasila," pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.