TRIBUN-MEDAN.com - Aksi pelaku curanmor di pusat kota Medan masih berkeliaran. Lokasi yang berada di tengah kota yang ramai belum menjamin keamanan di Kota Medan.
Korban bernama Mahyudi Arfi (32) merasa sangat kecewa motor yang diparkirkan di Kawasan Lapangan Merdeka raib digondol maling, Sabtu (27/6/2026).
Mahyudi Arfi bersama dengan istri dan anaknya sedang menonton acara Melayu Serumpun di Lapangan Merdeka.
Padahal sepeda motor tersebut biasa digunakan untuk mencari nafkah sehari-hari sebagai driver ojek online (ojol).
Ia terpaksa meminjam motor tetangganya untuk kesana kemari.
"Dari kemarin, terpaksa minjam- minjam sepeda motor tetangga karena itu motor satu-satunya,"kata M Mahyudi Arfi, Senin (29/6/2026).
Arfi menceritakan, Sabtu malam kemarin ia meluangkan waktunya untuk jalan-jalan bersama istri dan anaknya.
Begitu melintas di kawasan lapangan merdeka, ia melihat kemeriahan disertai lampu menyorot kesana kemari.
Ternyata di lokasi sedang berlangsung acara tahunan Melayu Serumpun, yang diikuti beberapa suku Melayu dari negara tetangga.
Baca juga: PEMERIKSAAN Kadis Kesehatan Sumut Atas Kasus Korupsi Smartboard Langkat Kembali Ditunda, Alasan Cuti
Baca juga: NASIB Penumpang Bus yang Terguling di Asahan, Penyebab Jalan Licin, Tabrak Tempat Pencucian Mobil
Lantas ia berbelok ke Jalan Bukit Barisan, untuk memarkir kendaraannya, lalu jalan kaki.
Karena di lokasi banyak motor parkir, dan ada juru parkir, ia pun meninggalkan kendaraan posisi dikunci stang.
Kurang lebih setengah jam menikmati kemeriahan acara yang digelar Pemko Medan, lalu mereka beranjak pulang.
Namun, begitu ke parkiran ia kaget bukan kepalang motornya sudah tak ada.
Arfi, istri, dan anaknya sempat mencari-cari, tapi tak kunjung menemukan motor berwarna merah, dan hitam tersebut.
Dengan perasaan sedih, mereka pun terpaksa pulang.
"Saya awalnya datang untuk melihat acara Melayu Serumpun. Gak sampai setengah jam, saya kembali, sepeda motor sudah tidak ada,"tambahnya.
Keesokan harinya, Arfi melapor ke Polrestabes Medan agar kendaraan untuk mencari nafkah ditemukan, dan pelaku ditemukan.
Kemudian, ia juga mendatangi kantor dinas perhubungan untuk melihat rekaman video Closed Circuit Television (CCTV) di lokasi.
Dari rekaman, pelaku berjenis kelamin laki-laki terlihat beraksi hanya seorang diri.
"Kemarin malam saya datang ke kantor Dishub untuk melihat rekaman video Closed Cirkuit Television (CCTV) ternyata diambil orang. Orang yang mengambil 1 orang laki-laki."
(cr25/Tribun-medan.com)