Pejabat Terjaring OTT KPK di Kuansing Dikabarkan Dibawa ke Pekanbaru, Ini Situasi di Polda Riau
Nolpitos Hendri June 30, 2026 01:29 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Beredar kabar, sejumlah pihak yang terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi atau OTT KPK di Kabupaten Kuantan Singingi atau Kuansing pada Senin (29/6/2026) siang dibawa ke Pekanbaru.

Sebelum kabar OTT KPK di Kuansing heboh, Bupati Kuasing Suhardiman Amby sempat menghadiri beberapa kegiatan, dalam dalam satu kegiatan wajahnya tampak lesu.

Setelah kabar Bupati Kuansing terjaring OTT KPK, kini beredar pula kabar bahwa Suhardiman Amby bersama pihak yang terjaring OTT KPK dibawa ke Pekanbaru.

Baca juga: Sepak Terjang Suhardiman Amby, Anggota DPRD Riau dan Bupati Kuansing, Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Nah, biasanya, pihak yang diamankan dalam OTT KPK akan menjalani proses pemeriksaan lanjutan, sebelum lanjut dibawa ke Kantor KPK di Jakarta.

Satu di antara lokasi yang kerap dipakai untuk pemeriksaan pihak yang terjaring OTT KPK itu adalah markas Polda Riau di Jalan Pattimura, Pekanbaru.

Baca juga: Kilas Balik Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, Dikabar terjaring OTT KPK dan Kebijakan Terkait PETI

Tribunpekanbaru.com mencoba melakukan pemantauan di Markas Polda Riau di Jalan Pattimura, mulai dari selepas Maghrib, sekitar pukul 19.00 WIB.

Tak banyak kegiatan yang terlihat di sana, di gedung utama berlantai 5, pantauan dari luar, beberapa ruangan lampunya tampak menyala, namun tak ada aktivitas.

Belasan mobil terparkir di halaman, beberapa petugas tampak hilir mudik melakukan pemantauan markas.

Ada pula mobil patroli dengan rotator biru menyala, melintas dengan pelan.

Sekitar pukul 20.15 WIB, hujan dengan intensitas sedang turun, sktivitas tampak lebih sepi.

Beberapa awak media, berkumpul di depan Markas Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti).

Tempat ini sering kali dijadikan lokasi pemeriksaan pihak terjaring OTT KPK oleh tim petugas.

Sampai pukul 22.30 WIB, belum terlihat tanda-tanda rombongan KPK yang membawa pihak-pihak yang diamankan dari Kuansing, tiba di Markas Polda Riau itu.

Seorang perwira di Polda Riau yang ditanyai Tribunpekanbaru.com mengaku, ia juga tak tahu terkait adanya rencana pemeriksaan KPK.

"Belum monitor," ucapnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi Tribunpekanbaru.com ke Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, juga sudah dilakukan malam ini.

Namun, Budi belum merespons.

Sebelumnya, beberapa pertanyaan yang diajukan Tribunpekanbaru.com sejak siang hingga sore hari, juga tak satu pun dijawab.

Wajah Suhardiman Amby Lesu

Sampai Senin malam pukul 22.47 WIB, Tribunpekanbaru.com masih menelusuri keberadaan Bupati Kuansing, Suhardiman Amby.

Namun, rumah dinas bupati terlihat sepi tanpa aktivitas. Kondisi serupa juga tampak di ruang kerja Bupati di Kantor Bupati Kuansing.

Rumah dinas dan ruang kerja Wakil Bupati Kuansing, Mukhlisin, juga terlihat lengang.

Sementara itu, seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing yang kerap mendampingi Bupati Suhardiman Amby mengaku terakhir kali bertemu dengan orang nomor satu di Kuansing tersebut pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, kata dia, Bupati baru saja menghadiri pelantikan sebagai Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

"Terakhir saya melihat Pak Bupati sekitar pukul 23.00 WIB setelah pelantikan Ketua PPM.

Wajah Pak Bupati tampak lesu dan risau, tidak seperti biasanya yang selalu terlihat semangat," ujar pejabat tersebut yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Nomor kontak Bupati, Wabup dan Ketua DPRD juga tidak dapat dihubungi.

Di sisi lain, Kepala Sekretariat Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfoss) Kuansing, H Heri Antoni, mengaku belum memperoleh informasi mengenai kabar OTT KPK tersebut.

"Saya belum mendapatkan informasi terkait kabar itu. Kita tunggu saja keterangan resmi dari pihak yang berwenang," kata Heri Antoni.

Tribunpekanbaru.com masih berupaya mengonfirmasi sejumlah pihak untuk memperoleh informasi lebih lanjut..

Diduga Petugas KPK Tinggalkan Rumah Dinas Sekda Kuansing

Aktivitas di rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kuantan Singingi (Kuansing), Zulkarnain, mulai berangsur normal di tengah kabar operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Senin (29/6/2026) malam.

Sekitar pukul 20.31 WIB, sejumlah personel Brimob bersama dua orang yang diduga petugas KPK terlihat meninggalkan rumah dinas yang sejak siang menjadi sorotan.

Personel Brimob keluar menggunakan mobil dinas kepolisian.

Sementara itu, dua orang yang terdiri dari seorang pria mengenakan rompi warna khaki dan seorang perempuan berkaus gelap meninggalkan lokasi menggunakan mobil Toyota Rush berwarna hitam.

Dalam rombongan yang keluar tersebut, tidak tampak Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Wakil Bupati Muhklisin atau Sekda Zulkarnain.

Petugas Satpol PP yang berjaga di rumah dinas mengatakan seluruh tamu telah meninggalkan lokasi.

"Semua tamu sudah pulang," ujar seorang petugas Satpol PP kepada awak media.

Meski demikian, awak media belum diizinkan bertemu dengan Sekda Kuansing, Zulkarnain, untuk meminta keterangan terkait aktivitas yang berlangsung di rumah dinas tersebut sejak siang hingga malam.

Saat itu, pintu rumah dinas masih tampak terbuka setengah, sementara suasana di dalam rumah tidak terlihat aktivitas yang mencolok.

Sekitar 20 menit berselang, Wakil Bupati Kuansing Muhklisin terlihat keluar dari rumah dinas.

Ia mengenakan pakaian Melayu berwarna ungu lengkap dengan peci hitam.

Muhklisin kemudian dijemput menggunakan sebuah mobil Honda Jazz berwarna merah sebelum kendaraan tersebut meninggalkan lokasi.

Tak lama setelah Wakil Bupati pergi, pintu rumah dinas Sekda ditutup rapat.

Rumah bercat putih itu pun kembali sunyi tanpa aktivitas berarti.

Meski demikian, sebuah mobil Toyota Innova Zenix berwarna hitam yang diduga milik Bupati Kuansing Suhardiman Amby masih terlihat terparkir di halaman rumah dinas hingga malam.

Sepak Terjang Suhardiman Amby

Berikut sepak terjang Suhardiman Amby sebagai anggota DPRD Riau dan Bupati Kuansing hingga dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi atau OTT KPK pada Senin (29/06/2026).

Sebelum menjadi Bupati Kuansing, karier politik Suhardiman Amby matang di lembaga legislatif selama dua periode penuh, menjadikannya legislator yang memahami mekanisme anggaran, peraturan, dan aspirasi daerah.

Periode I tahun 2004 – 2009, Suhardiman Amby terpilih menjadi anggota DPRD Riau melalui PKNI lalu PKNU.

Periode II tahun 2014 – 2019, Suhardiman Amby terpilih menjadi anggota DPRD Riau melalui Hanura (baru bergabung 2013)

Tidak melanjutkan 2019–2024, Suhardiman Amby tidak melanjutkan, fokus mengurus organisasi dan partai.

Saat menjadi anggota DPRD Riau tersebut, Suhardiman Amby menempati posisi dan peran strategis yakni : 

- Menjadi Anggota Komisi yang membidangi : Keuangan, Perencanaan Pembangunan, Ekonomi, dan Infrastruktur -- sesuai latar belakang pendidikannya di bidang akuntansi dan manajemen

- Pernah menjabat Wakil Ketua Fraksi serta pengurus alat kelengkapan dewan, terlibat langsung dalam penyusunan APBD Provinsi Riau setiap tahun

Sebagai putra daerah, ia menjadi jembatan utama aspirasi masyarakat Kuantan Singingi ke tingkat provinsi

Berikut kinerja dan sepak terjang Suhardiman Amby selama menjadi anggota DPRD Riau :

1. Memperjuangkan Alokasi Dana Pembangunan

Mengusulkan peningkatan anggaran untuk jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas pendidikan/kesehatan di wilayah Kuansing dan kawasan pedalaman Riau

Mengawal agar dana desa dan dana otonomi khusus tersalurkan tepat sasaran

2. Pengawasan dan Transparansi Keuangan

Mengkritik penggunaan anggaran yang tidak efisien, mendorong laporan keuangan daerah terbuka dan dapat diakses publik

Menjadi salah satu inisiator peraturan daerah yang memperketat pengawasan pengadaan barang/jasa

3. Perjuangan Aspirasi Sosial dan Budaya

Mendukung pelestarian tradisi Pacu Jalur sebagai aset budaya dan pariwisata andalan Riau

Mengusulkan program peningkatan kesejahteraan petani dan perkebunan, yang menjadi tulang punggung ekonomi Kuansing

4. Jembatan Politik Antar Daerah

Memperkuat kerja sama antara kabupaten atau kota dengan pemerintah provinsi, mempermudah akses izin dan bantuan pembangunan.

Fasilitasi kerja sama Kuansing dengan kabupaten lain dan lembaga provinsi, mempermudah izin dan bantuan program.

5. Perjuangkan Dana Pembangunan Kuansing

Dorong alokasi khusus untuk jalan lintas daerah, jembatan, irigasi, sekolah, dan puskesmas di wilayah pedalaman

Kawal agar dana perimbangan dan bantuan provinsi tersalurkan tepat sasaran

6. Pengawasan dan Transparansi Keuangan

Kritis terhadap pemborosan APBD; usulkan aturan pengadaan barang/jasa lebih ketat

Dorong laporan keuangan dibuka untuk publik guna mencegah penyimpangan

7. Aspirasi Sosial dan Budaya

Jadi perantara utama keluhan petani, pekebun, dan masyarakat perbatasan ke pemprov

Perjuangkan Pacu Jalur sebagai warisan budaya dan aset pariwisata unggulan Riau

Masa menjadi anggota DPRD Riau memberi Suhardiman Amby pemahaman mendalam tentang tata kelola anggaran, hukum daerah, dan cara mengawal kebijakan -- menjadi modal kuat saat kemudian menjabat Plt. Bupati dan Bupati definitif.

Suhardiman Amby dianggap sebagai legislator yang dekat dengan rakyat, tidak sekadar bicara, tapi membawa usulan yang bisa diwujudkan di lapangan.

Menguasai seluk-beluk penyusunan kebijakan, anggaran, dan pengawasan -- modal terkuat saat menjadi Bupati.

Dikenal sebagai wakil rakyat yang dekat ke lapangan, tidak hanya bicara di gedung dewan.

Setelah masa jabatan di DPRD Provinsi Riau berakhir (2019), kariernya beralih dari legislatif ke eksekutif, hingga kini memimpin Kuansing penuh dua periode.

1. Masa Transisi dan Penguatan (2019–2021)

2019–2020 : Menjadi Ketua DPC Partai Hanura Kuansing, lalu pindah ke Partai Gerindra (2022) dan dipercaya sebagai Ketua DPC Gerindra setempat.

Fokus membangun basis politik, menyusun strategi pengabdian, dan melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Doktor (S3) tahun 2024.

Menjadi jembatan komunikasi antara partai, masyarakat, dan pemerintah daerah.

2. Masuk Jalur Eksekutif (2021)

Juni 2021 : Terpilih dan dilantik sebagai Wakil Bupati Kuansing mendampingi Andi Putra

20 Oktober 2021 : Diangkat menjadi Plt. Bupati menggantikan Bupati yang tersandung kasus hukum

Tugas utama : Menjaga stabilitas pemerintahan, melanjutkan program, dan memastikan pelayanan publik berjalan lancar

Mengandalkan pengalaman di bidang anggaran dan pengawasan saat di DPRD

3. Bupati Definitif Periode I (14 Juli 2023 – 19 Februari 2025) Dilantik resmi oleh Gubernur Riau

Program unggulan : 

- Infrastruktur : Perbaikan jalan lintas desa, jembatan gantung, irigasi sawah

- Kesehatan : Berobat gratis, penambahan puskesmas, ambulans desa

- Pendidikan : Bantuan siswa, perbaikan ruang kelas, beasiswa mahasiswa

- Ekonomi : Dukungan petani/pekebun, kemudahan perizinan usaha

- Budaya : Memajukan Pacu Jalur jadi acara nasional/internasional

4. Terpilih Kembali dan Menjabat Sekarang (20 Februari 2025 – Sekarang)

Menang Pilkada 2024 dengan 51,69 persen suara, dilantik Presiden RI periode 2025–2030

Fokus utama saat ini : 

- Mempercepat konektivitas antarwilayah

- Reforma agraria dan kepastian hak tanah

- Pengembangan ekonomi kerakyatan dan pariwisata

- Tata kelola yang bersih dan transparan

Per 29 Juni 2026 : Sudah menjabat sebagai Bupati resmi selama 1.081 hari, atau total sejak Plt sekitar 1.713 hari

Dari pengawas dan perumus kebijakan di DPRD --> menjadi pelaksana kebijakan dan pembangun daerah. Pengalaman legislatif menjadi modal kuat agar pembangunan tepat sasaran dan tidak boros anggaran.

( Tribunpekanbaru.com / Rizky Armanda )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.